
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
'*Selamat pagi Pak. Assalamu'alaykum. Mohon maaf karena saya hanya meninggalkan pesan. Saya takut menghubungi Bapak langsung via telepon karena akan mengganggu masih terlalu pagi*.'
'*Hari ini saya mohon izin nenek saya meninggal*,'
Bayu membaca pesan dari Nisa saat hendak bangun untuk melaksanakan salat Subuh. Pesan dikirim oleh Nisa jam 03.07 pagi.
'*Di mana alamat rumah duka*?' sebelum berwudhu Bayu membalas pesan Nisa, lalu dia tinggalkan ponselnya.
Bayu pergi ke masjid untuk salat subuh. kembali dari salat Subuh Bayu membaca balasan pesan dari Nisa.
"Halo kenapa pagi-pagi telepon?" Bayu menghubungi Herman.
"Neneknya Nisa meninggal alamat rumah duka udah dikasih. Kita mau bagaimana takziah bareng atau sendiri-sendiri ?" tanya Herman.
"Bikin pengumuman aja. Minta HRD bikin pengumuman, Kita takziah bareng yang mau ke pemakaman" kataHerman. itu rumahnya juga nggak jauh banget kok dari kantor jawab Herman lagi.
"Bikin perwakilan aja bilang Steven," Herman memberi petunjuk pada Bayu.
"Oke gua telepon Steven," kata Bayu. Bayu langsung menutup telepon itu dan menghubungi Steven.
'*Gue berangkat duluan. Karena dia asisten gue. Ini alamat rumah duka*,' Bayu mengirim pesan itu pada Herman dan Steven setelah tadi bicara pada keduanya.
'*No problem*,' jawab Herman. Maka Bayu pun langsung berangkat ke rumah duka.
'*Bapaknya bukan masih di rumah sakit ya*?' pikir Bayu.
'*Lalu bagaimana kondisi bapaknya jadi kepikiran deh gue*,' kata Bayu lagi dalam hatinya.
Bayu tiba di rumah duka tak dilihatnya Nisa di sana. yang ada ibunya dan beberapa sana keluarganya.
"Eh, nak Bayu. Silakan masuk Nak. Nisa nya sedang istirahat," kata ibunya Nisa.
'*Yang meninggal nenek Nisa dari ibunya atau nemek Nisa dari pihak bapak ya*?' pikir Bayu. Dia kan enggak kenal Nisa. Jadi asistennya aja baru satu minggu.
'*Nisa cuma bilang nenek saya meninggal*.'
"Bagaimana dengan bapak Bu," tanya Bayu dengan sopan.
__ADS_1
"Nisa tadi langsung mengurus bapak pulang paksa. Istilahnya pulang paksa karena memang belum boleh pulang oleh dokter. Jadi kita harus tanda tangan bahwa bila terjadi apa-apa tanggung jawab sendiri," jawab Murniati ibunya Nisa.
"Ya mau gimana kalau nggak dibawa pulang wong ibunya yang meninggal. Kan nggak mungkin bapaknya Nisa nggak ada saat pemakaman," kata Murni lagi.
'*Oh ini nenek dari pihak bapak*,' batin Bayu.
'*Jadi dari jam 03.00 pagi tadi Nisa udah sibuk ngurusin bapaknya. Mungkin dari sebelum itu. Pantas sekarang dia tidur*,' Bayu jadi bersimpati pada asistennya itu.
'*Kasihan anak itu*'.
"Saya bisa bicara sebentar?" tanya Murni.
"Bisa Bu. Silakan."
"Kita keluar nak Bayu. Saya nggak enak bicara di sini. Dindingnya bertelinga," Murni mengajak Bayu duduk di luar. Di bawah tenda dan siapa pun yang mendekat akan terlihat. Jadi pembicaraan bisa dihentikan.
"Maaf nak Bayu saya boleh bertanya.
"Silakan Bu." Bayu memberi waktu bagi ibunda Nisa bicara.
"Apa nak Bayu dekat dengan Nisa?"
"Nak Bayu tahu pacarnya Nisa?" tanya si Ibu lagi.
"Tidak Bu. Saya tidak tahu sama sekali. Dia pegawai yang baru di ruangan saya jadi saya nggak kenal siapa pun temannya Nisa. Apalagi kekasihnya. Ada apa ya Bu?" Tanya Bayu curiga.
'*Apa Nisa hamil ya*?' kata Bayu dalam hatinya.
'*Tapi nggak mungkin lah*,' pikir Bayu lagi menepis pikiran yang buruk sebelumnya.
"Ada apa Bu apa bisa saya bantu carikan teman perempuan yang bisa membantu dia Bu?" kata Bayu.
"Maaf ya nak Bayu saya bercerita sedikit saja untuk menenangkan diri saya."
"Silakan," kata si Bayu.
"Saya takut terjadi hal yang tidak diinginkan pada saya dan bapaknya. Bapaknya Nisa sebenarnya sakitnya jantung Nak cuma saya bilang kemarin ke Nisa darah tinggi agar bisa dia tenang. Sedangkan saya juga punya penyakit cukup parah yang tidak saya beritahu ke Nisa."
"Ada rahasia besar yang harus saya sampaikan pada nak Bayu. Nisa itu bukan anak kandung kami. Dia keponakan kandung kami tepatnya keponakan kandung bapaknya Nisa."
"Jadi kalau dia nikah bapaknya Nisa bisa jadi Wali karena itu keponakan kandungnya."
__ADS_1
"Ibu kandung Nisa itu kakak kandungnya bapak dan ayah kandung Nisa adalah kakeknya sendiri! Kakek tiri!
Sekarang begitu si nenek meninggal, Nisa dalam bahaya karena selama ini yang mempertahankan Nisa adalah mertua saya.
"Sejak awal kami selalu dihalangi adopsi oleh .ertua lelaki saya. Agar kami tak bisa punya hak apa pun ada Nisa."
"Nisa terdaftar sebagai anak mertua saya."
"Sejak SMA si Kakek Mau ngejual Nisa karena dia merasa itu adalah anak kandungnya jadi dia berhak."
"Saya dan suami saya bersikeras tidak mau karena kami menyayangi dia seperti anak kami anak kandung kami sendiri."
"Itu yang kami takutkan bila dia belum menikah dan kami sudah meninggal. Makanya kami tanya apa anda kenal pacarnya. Karena saya ingin dia cepat dilamar," ibunya Nisa memberi alasan untuk menyelamatkan Nisa.
"Saya akan kabari ibu setelah saya cari tahu di kantor. Ibu masukkan aja nomor ponsel ibu di sini," Bayu memberikan ponselnya pada ibunya Nisa.
Si Ibu menuliskan nomor ponselnya.
"Terima kasih nak Bayu. Mohon maaf merepotkan," kata ibunya Nisa.
"Ya Bu akan saya carikan solusinya agar bisa aman tidak dijual. Memang mengapa kakeknya ingin menjual Nisa?"
"Dia tukang judi dan peminum, makanya dia memperkosa anak tirinya sendiri yaitu ibu kandungnya Nisa. Dia mau jual Nisa buat bayar hutang-hutang judinya sekalian buat cari modal buat main judi lagi," jelas ibunya Nisa.
"Baik Bu nanti saya tanya ke teman-temannya Mungkin ada yang dia suka yang mau menikahinya supaya lepas dari jeratan kakeknya Nisa."
"Terima kasih nak Bayu. Ayo kita masuk nggak enak terlalu lama dilihat orang di pasti mereka curiga saya cerita yang macam-macam. Sejak tadi mertua laki saya melihat kita berdua ngobrol.
"Baik Bu," kata Bayu. Dia pun lalu masuk ke rumah duka.
Tak lama kemudian rombongan perwakilan kantor datang, termasuk Herman. Bayu langsung tercetus pikiran mau diskusi dengan Herman untuk masalah Nisa.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.
__ADS_1