
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Selamat ya Wien,” Nanda mendekati pasangan itu dan mengulurkan tangannya untuk mengucapkan selamat.
“Terima kasih dukungannya kak Nanda. Terima kasih sudah banyak bantu nemani cari materi,” Wiwien tak lupa menyampaikan terima kasih pada semua yang membantunya.
Hari ini Tonny sengaja mengosongkan jadwal kerjanya. Dia full mendampingi perempuan itu sejak sarapan dan dia pula yang mengantar ke kampus. Sekarang Tonny ingin makan berdua sebagai ucapan syukur atas kelulusan Wiwien.
Tonny memang sengaja makan siang berdua, dia ingin memberi ucapan selamat special untuk kelulusan kekasihnya. Sejak dibukanya Wienda Chicken, Tonny sudah melihat Wiwien mengenakan kembali cincin pertunangan mereka yang pernah Wiwien lepas ketika dia berbohong dulu.
Sejak itu Tonny makin hati-hati. Dia tak mau membuat Wiwien kembali terluka. Seroja dan Sashi sangat senang dan berharap pernikahan mereka segera terwujud.
“Selamat ya Sweet heart, kamu perempuan hebat,” walau masih siang tak membuat Tonny tak bia membuat suasana romantis. Dia memilih cafe yang sepi di pinggiran kota.
“Apa ini Mas?” tanya Wiwien saat menerima kotak hadiah dari Tonny.
“Kado special untuk keberhasilaanmu,” sahut Tonny.
Wiwien membuka kotak kecil tersebut. Dia lihat ada kalung dengan bandul huruf TW, inisial dua nama mereka.
“Cantik banget Mas, makasih ya,” Wiwien tahu kalung tersebut sangat mahal. Tapi yang membuat itu berharga dimata Wiwien karena kalung tersebut dipesan khusus dengan inisial nama mereka.
__ADS_1
Tak semua yang berharga itu karena harganya, banyak faktor lain yang mendukungnya. Tonny mengambil kalung itu, dia memakaikan di leher Wiwien dengan penuh cinta.
“I love you Sweet heart,” bisik Tonny yang berdiri di belakang Wiwien sambil memakaikan kalung itu.
“I love you too Mas. Love you more,” jawab Wiwien tak percaya mendapat hadiah istimewa atas kelulusannya. Jelas kado seperti ini dipersiapkan sejak lama. Minimal sepuluh hari sebelum hari ini.
“Makasih. Sekali lagi makasih,” Wiwien mengecup medali dengan nama mereka berdua itu.
Selanjutnya mereka makan dengan rona bahagia.
“Bagaimana dengan rencana pernikahan kita?” tanya Tonny.
“Aku cerita dulu ke bapak ya. Kapan mama bisa datang melamar. Dan jangan harap dapat sambutan manis dari mama walau wajahnya penuh senyum,” Wiwien berkata seadanya. Dia lebih baik bicara pahit didepan daripada memberi harapan manis, tapi malah dapat kenyataan pahit.
“Ayo Mas, sudah hampir sore lho, katanya mau main sama Awan,” Wiwien mengajak Tonny pulang. Mereka pun berdiri dan memperhatikan apakah ada barang mereka yang tertinggal di meja sebelum mereka keluar.
“Harto … kamu Harto ‘kan?” seorang wanita muda menegur Tonny dengan sebutan Harto. Wiwien mengerutkan kedua alisnya.
‘Mengapa dia malah berdiri didepanku?’ pikir Tonny bingung. Hanya satu sosok yang memanggil Tonny dengan nama Harto. Nama depan dari nama lengkapnya Hartono Waluyojati.
“Eh …,” Tonny bingung harus menjawab apa di depan Wiwien. Dia tak mau calon istrinya kembali murka dan Sashi serta Seroja kembali marah besar padanya.
“Aku Pricilla, masa kamu lupa ama aku?”
DHUAAAAR …
__ADS_1
Wiwien langsung menatap Tonny dengan tajam. Dia ingin melihat apa yang kedua orang ini akan lakukan.
“Saya ingat. Apa khabar. Kenalkan ini istri saya,” jawab Tonny sambil memeluk pinggang Wiwien yang sejak mendengar nama Pricilla sudah menarik tubuhnya dari sisi Tonny.
“Salam kenal. Saya teman akrab Harto ketika SMA,” dengan percaya diri perempuan itu mengulurkan tangannya pada Wiwien.
“Wah hebat ya punya panggilan nama special. Setahu saya semua temannya bahkan semua keluarganya memanggil dia Tonny. Saya Wiwien,” sahut Wiwien sambil menerima uluran tangan itu dengan tanpa ragu.
Tonny diam mendengar perkataan Wiwien yang sangat tajam. Dia ingat memang ketika itu Pricilla bilang dia ingin beda dari yang lain. Dia ingin Tonny menjadi orang special untuknya maka dia pun meng-ubah panggilannya dengan nama special.
“Apa nama panggilan specialmu untuk dia Mas?” tanya Wiwien dengaan tatap mata menghujam.
“Tidak ada. Dan tak akan pernah ada panggilan special untuk perempuan lain selain dirimu,” jawab Tonny sambil mengecup pelipis Wiwien tanpa ragu.
“Maaf. Kami harus segera pulang. Anak kami menunggu di rumah,” Tonny membimbing Wiwien menjauh dari Pricilla. Dia tak mau terlibat kesulitan lagi. Terlebih bila pertemuan ini sampai ketelinga Seroja.
\===========================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1