
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Kita mau bikin konsumsi besok seperti apa Bu?" Tanya Wiwien.
"Enaknya?" Iis yang tak bisa masak menyerahkan ada anak perempuannya.
"Wien bukan enggak mau masakin Bu. Ibu tahu Wien suka masak dan berkreasi. Tapi sejak hamil ini Wien enggak pernah ke dapur kalau Wien paksain buat besok. Selain enggak niat, nanti mas Tonny malah marah karena Wien yang lagi malas masak ngebela-belain masak buat acara Bayu. Bisa runyam Bu," sahut Wiwien.
"Ya enggak usah masak. Kita bisa pesan cattering. Yang penting mau masak atau pesan apa?"
"Bikin tumpeng kecil aja Bu. Biar ada doa saat potong tumpengnya." Usul Wiwien.
"Jangan lupa kita undang Mama lo Bu. Mama kan kemarin minta dikenalin calonnya Bayu," Wiwien mengingatkan Iis atas permintaan Seroja.
"Oh ya bilang mama dulu," Wiwien langsung mengambil ponselnya.
"Ada apa Wien?" Seroja bertanya lembut pada menantunya.
"Ma, besok Bayu mau nikah," Wiwien to the poin saja.
"Bukannya dia belum punya calon?" Seroja tentu kaget mendengar mantan suami Wiwien akan menikah.
"Mama langsung bicara ama ibu. Wien di rumah ibu," Wiwien menyerahkan ponselnya pada Iis.
Iis pun menceritakan kronologis pernikahan Bayu yang akan diadakan besok.
"Aku setuju dengan Wiwien. Bikin tumpeng kecil aja. Pesan untuk dua puluh orang. Biar gampang bawanya ke ruang rawat, bikin jadi dua tumpeng kecil."
"Nanti satu tumpeng dipotong pengantin laki-laki kasih ke pengantin perempuan, tumpeng satunya potong ama pengantin perempuan kasih ke pengantin lelaki."
Iis setuju, karena Wiwien sekarang lagi nggak minat masak mereka pun pesan catering.
"Nggak usah pakai snack kan Wien?" Iis memastikan agar tak salah pesan.
"Enggak usah lah Bu di rumah sakit kondisi enggak memungkinkan lama-lama. Yang penting nasi tumpeng aja itu cukup. Jangan lupa suruh bawain piring sama sendok semuanya lengkap Bu."
"Iya pastilah."
"Tetap kan buat 20 orang?"
"Iya Bu kayak gitu aja udah ya."
"Aku pulang dulu ya Bu kata Wiwin aku mau tidur ngantuk," pamit Wiwien.
"Ya hati-hati," Iis langsung memanggil sopirnya Untuk mengantarkan Wiwien
'*Mas aku pulang*,' Wiwin mengirim pesan pada Tonny seperti permintaan suaminya tadi.
Pesannya lama tak dibaca, sampai tiba di rumah baru ada balasan dari Tonny. '*Hati-hati*.' kata Tony
__ADS_1
'*Udah sampai rumah baru dibilang ati-ati*,' kata Wiwien.
'*Oh udah sampai rumah? ya udah selamat bobo. Mas tahu kamu pengen bobo kan*,' Wiwien tersenyum membaca pesan suaminya.
\*\*\*
Habis beli baju Bayu mengajak Nisa mengambil fotonya dulu baru ke toko perhiasan.
Bayu lupa selama ini dia belum pernah mencopot cincin pernikahan yang ada di jari manis kanannya.
Cincin pernikahan dengan Wiwien dulu. Pelan-pelan secara sembunyi dia membuka dan memasukkannya ke kantong. Bayu tak ingin Nisa terluka.
Walau ini bukan pernikahan yang mereka rencanakan, tapi Bayu tak ingin membuat Nisa terluka sejak awal.
"Kamu pilih aja," kata Bayu.
"Jangan gitu lah Mas. Kita pilih berdua," jawab Nisa.
"Kira-kira budgetnya berapa?" tanya Nisa, dia nggak mau membebankan calon suaminya.
"Ambil aja yang kamu suka uangnya ada koq. Tenang aja," jawab Bayu.
'*Gadis ini bahkan memikirkan soal keuangan. Hampir dua tahun aku hidup sendiri. Uang gajiku utuh. Aku tak pernah foya-foya. Masa buat beli cincin aja enggak cukup*?' Bayu tersenyum.
"Ini nikah dadakan loh berarti kan Bapak persiapannya juga nggak ada" kata Nisa.
"Ada kok. Dananya ada tenang aja. Ayo kita pilih," Bayu meyakinkan Nisa.
"Nikah atau tunangan?"
"Nikah," kata Bayu cepat.
"Ini yang buat nikah," pegawai toko perhiasan menunjuk jenis cincin yang biasa untuk cincin pernikahan.
mereka pun sibuk memilih dan menimbang mana yang cocok.
'*Ternyata selera mereka sama*,' Bayu membatin saja melihat pilihan calon istrinya.
Wiwien dan Nisa sama-sama memilih yang simple, jenis sederhana walau harganya nggak murah. Tapi memang sederhana sih.
"Bagus. Kamu mau jenis itu?" Bayu tak ingin Nisa menyesal setelah meninggalkan toko perhiasan.
"Ya. Yang ini aja," jawab Nisa pasti.
Pegawai mencarikan ukuran yang pas.
Bayu dan Nisa mencoba ukuran yang sesuai dengan jari mereka.
Bayu pun membayar harga cincin yang fantastis itu. Nisa nggak percaya kalau yang mereka pilih adalah yang cukup mahal.
__ADS_1
'*Untuk sebuah pernikahan dadakan Pak Bayu, uangnya kok ada ya? Tadi harga sepasang baju pernikahan kami aja super mahal. Sekarang cincin ini super fantastic. Aku jadi nggak enak*,' kata Nisa dalam hatinya.
Sehabis membeli cincin mereka pun segera kembali ke rumah Pak Joko untuk memberikan berkas.
"Maharnya apa? Kita belum cari mahar loh," ucap Bayu.
"Yah, tadi enggak sekalian. Kita mau cari apa?" kata Nisa.
"Sekarang yang penting taruh berkas dulu. Agar ayah bisa kasih data ke yang urus pernikahan. Habis itu baru kita cari mahar." kata Bayu.
"Iya gitu juga baik," Nisa tak membantah ucapan calon suaminya.
"Kamu mau apa?" tanya Bayu. Walau mahar itu hak calon mempelai. Tapi sekarang mahar itu didiskusikan apa yang perempuan inginkan.
"Saya bingung Pak. Enaknya apa. Saya nggak tahu." jawab Nisa.
"Terserah Bapak deh," lanjut Nisa lagi.
"Saya enggak tahu. Enggak ada gambaran," sahut Bayu.
"Kalau kita ke toko buku aja gimana Pak?" Nisa akhirnya punya gagasan.
"Kenapa?" Bayu bingung. Mahar koq dibeli di toko buku?
"Saya minta Alquran aja boleh?" Pinta Nisa.
"Boleh," jawab Bayu.
"Itu kan berat," kata Bayu lagi.
"Kenapa berat?" tanya Nisa.
"Al quran sebagai mahar bukan hanya untuk pajangan. Harus diamalkan dan dibaca tentunya."
"Iya. Insya Allah saya baca kok nggak cuma buat pajangan." Sahut Nisa.
"Oke kalau gitu nanti kita beli alat salat dan Alquran aja gimana?" Bayu senang mereka bisa diskusi.
"Iya Pak nggak apa-apa," jawab Nisa.
"Oke nanti kita ke toko buku sehabis nganterin berkas ke ayah." Bayu plong urusan mahar sudah tak jadi masalah. Tinggal mereka beli aja.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNREQUITED LOVE itu ya.