UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
BERAWAL DARI TELEPON


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Keluar dari ruang periksa Tommy memeluk pinggang istrinya. Mereka langsung menuju apotek. Tonny menyerahkan resep untuk vitamin ibu hamil. 



"*Sweetheart*,  itu ada banyak merk suusu hamil kamu mau beli lagi?" tanya Tonny dengan penuh perhatian.



"Kemarin udah beli Mas," Wiwien tak merespon. Dia sedang melihat iklan ditelevisi apotek itu.



"Mungkin ingin rasa lain," desak Tonny.



"Ya wis, belikan aja yang satu merk dengan yang di rumah.  Tapi jangan yang di kaleng beli yang di kardus aja itu pun kemasan kecil. Aku takut aku ingin ganti rasa lain atau merk lain nanti kan mubazir," jawab Wiwien. 



"Yang di rumah rasa apa?" tanya Tonny.



"Sudah ada rasa vanila," kata Wiwien.



"Oke Ayah beli rasa yang lainnya," katanya Tonny



Wiwien duduk sambil menunggu Tonny yang sedang membeli beberapa vitamin tambahan umtuk dirinya sendiri juga membeli kompres instan persiapan buat Awan.



"Anak ke berapa?" Tanya seorang ibu paruh baya dengan ibu muda di sebelahnya.



"Anak kedua Bu," sahut Wiwien. Dia tak mau lagi Tonny marah padanya bila dia mengatakan ini anak pertama lelaki itu.



"Suaminya perhatian sekali ya. Mau libur kantor dan telaten membeli semua susuu juga," sang ibu mengomentari perlakuan Tonny.



"Menantu ibu malah tak pernah mengantar satu kali pun istrinya periksa hamil. Jadi ibu yang selalu antar," keluh sang ibu. 



 '*Andai ibu ini tahu bagaimana ngomelnya Tonny ketika disebut ini anak pertama mereka. Aku harus banyak bersyukur*,' batin Wiwien.



"Beli apa aja?" Wiwien melihat banyak belanjaan Tonny.



"Ini minyak telon mas Awan tadi pagi Ayah lihat hampir habis. Ini *prepare* buat mas Awan," Tonny lalu menerangkan apa saja yang dia beli untuk Awan.



Sehabis menerima vitamin yang dia pesan, Tonny  pun membawa Wiwien kembali.



"Mau ke mana?" Tanya Tonny.



"Bingung Mas," kata Wiwien.

__ADS_1



"Aku kepengen bakso eh nggak deh siomay aja." Jawab Wiwien cepat.



"Mau makan dimana? Dimana siomay yang enak daerah sini? Tonny bertanya takut salah. Dia tahu mood ibu hamil sering berubah arah.



Wiwien mencari di  Google siomay yang dekat dengan area mereka. Laku dia perhatikan satu persatu yang mana yang sekiranya sesuai dengan seleranya.



"Ini Mas, enggak jauh dari sini," Wiwien memperlihatkan kedai makan siomay yang terlihat di ponselnya.



"Adek mau makan siomay ya," kata Tonny sambil mengelus perut istrinya. Wiwien tersenyum. Wiwien bersyukur bisa kembali menikmati hidup rumah tangga yang harmonis.



"Mau bawa pulang enggak?" tanya Tonny saat pesanan mereka datang.



"Mau pakai bingits," jawab Wiwien cepat. 



"Minta  lima porsi seperti ini di bungkus," kata Wiwien.  Maka Tonny pun memesan lima bungkus untuk yang dibawa pulang. 



Saat baru keluar dari tempat tukang siomay ada tukang asinan sayur yang di gerobak dorong .



"Mas bentar ya, aku pengen beli itu dulu ya," kata Wiwien saat mereka berjalan ke arah mobil.



Wiwien minta tiga bungkus untuk dibawa pulang. Setelah dapat tiga bungkus asinan mereka kembali ke rumah. Wiwien  tidak ingin jalan-jalan. Dia hanya ingin p tidur-tidur dan tidur hobinya sekarang adalah tiduran saja.




"Eh iya gimana kasusnya? Gimana," tanya Wiwien antusias.



"Mas lagi pantau. Ternyata video itu memang terlihat seperti Nindy." 



"Jadi Itu bukan Nindy?" Tanya Wiwien memotong. Dia mendengar kata-kata Tonny dengan kata kunci atau chloe TERLIHAT SEPERTI.



Setiap hari bicara dengan pengacara memang harus jeli mendengar setiap kata yang diucap suaminya.



"Itu sedang Mas selidiki. Apa itu Nindy tapi tidak sadar karena dia diberi obat atau itu orang lain. Jadi hanya editan," Tonny sadar setiap hari istrinya makin cepat merespon kalimatnya.



"Tapi yang Mas curiga dan lebih mengarah adalah Nindy diberi obat sehingga tidak sadar saat melakukannya dengan Brian dan sengaja di rekam agar bisa jadi senjata untuk pemerasan," jelas Tonny.



"Kalau terbukti saat itu Cindy di bawah pengaruh obat berarti kan tambah itu hukumannya," kata Wiwien geram pada penjahat seperti Brian.



"Pastilah! Berarti kan dia memberikan obat pada orang lain." Tonny tak menyangka bisa diskusi seperti ini dengan belahan jiwanya. Selama ini dia hanya sendirian tenggelam dengan berkas pekerjaannya.



"Dia udah bandar sih ya kelasnya," cetus Wiwien.

__ADS_1



"Dia memang sudah bandar. Sebenarnya bukan dia sih Bandar utamanya," kata Tonny  lagi.



"Siapa?" Wiwien penasaran.



"Tunggu pembuktian polisi dulu. Nanti ada kejutan," Tonny masih penasaran mengapa polisi sulit sekali nangkap tangan belut ini. Kalau tak tangkap tangan belut ini selalu saja bisa lolos dengan banyak alibi.



"Mas terus nanganin kan kasus Cindy dan Alice ini?" Wiwien mendesak kepastian  kalau Tonny tidak melepas kasus itu.



"Yang berkasus kan hanya Cindy. Alice enggak," Tonny meralat pernyataan istrinya.



"Mas tangani. Sudah terikat kerjasama enggak mungkin enggak ditangani. Tapi bukan Mas yang pegang. Paling laporannya aja ke Mas. Cukup stafbMas aja."



"Biasanya kalau klien perempuan seperti itu tak pernah Mas pegang."



"Kenapa?" Wiwien penasran.



"Mas paling males kalau kliennya adalah perempuan terlebih perempuan muda. Satu-satunya kasus perempuan yang Mas mau pegang itu kasus kamu."



"Dari pertama dengar suaramu Mas udah klepek-klepek," kata Tonny.



"Gombal," Wiwien mencubi perut suaminya.



"Serius itu yang terjadi. Sana kamu  lihat di file kantor siapa yang menangani kasus kalau kliennya itu perempuan," kata Tonny. 



"Kamu adalah pengecualian bukan karena kamu adiknya Slamet. Tidak. Tapi sejak mendengar suaramu itu yang Mas bikin nggak ngerti kenapa harus Mas yang tanganin sendiri."



"Pas terima telepon mama sakit rasanya Mas butuh kamu banget," jelas Tonny. 



Wiwien ingat saat itu dia habis nangis. Malah Tonny juga terpuruk lalu mereka ke rumah sakit bersama.



Wiwien tak menyangka saat itu Tonny sudah menyukai bahkan "membutuhkan" dirinya. Saat itu dia baru saja terluka. Mana lah terpikir mau menerima cinta baru secepat itu.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1675966381585.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.


__ADS_2