UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
BAPAK PINGSAN


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Setelah makan siang meeting dimulai rupanya bukan hanya dengan Herman tapi dengan Firdaus Rangkuti papanya Herman juga sebagai pemilik perusahaan.



'*Waduh rapatnya dengan bos besar. Kalau tadi berkas yang salah langsung di tangan Bos Besar matilah aku. Allah masih melindungiku sehingga berkas itu jatuhnya ke tangan Pak Bayu dulu*,' Nisa pun bersyukur dia masih dilindungi Allah dari banyak kesalahan orang lain.



"Jadi jelas ya?" Kata Firdaus pada peserta rapat kali ini.



"Jelas Pak,"  kata Herman walau dia anaknya tapi kan di kantor dia adalah bawahannya.



Peserta rapat kali ini selain Bayu, Herman dan Nisa ada beberapa petinggi perusahaan lainnya.



Mereka memang meeting sesudah jam makan siang agar tak laar saat harus berpikir.



Sejak tadi Nisa memang mematikan ponselnya dia tak mau ada gangguan saat meeting.



"Oke kalau gitu saya tunggu realisasinya maksimal satu bulan dari sekarang," kata Big Boss.



"Siap Pak," kata Bayu tanpa banyak protes. Pasti dia yang akan mengerjakan proyek itu karena Herman akan lepas tangan seperti biasa.



"Layout siap semuanya ya satu bulan lho maksimal sudah siap proyek ini," kembali Firdaus mempertegas tenggang waktu yang dia inginkan.



"Ya Pak siap," kata Herman lagi. Memang yang berkepentingan dengan meeting kali ini adalah Herman dan Bayu sebagai orang produksi. 



Nanti mereka yang bikin tim pekerja untuk proyek itu sekarang adalah pembahasan gagasan dulu.



Steven sebagai manager HRD dan Kusrini sebagai manager keuangan dan Setyo manager marketing nanti akan dilibatkan dalam team yang dibentuk oleh Herman.



"Kalau begitu saya pamit," dengan  datarnya Big Boss keluar ruang meeting.



'*Pantas pak Herman seperti itu, papanya aja kayak gitu*,' Nisa memberi penilaian untuk Firdaus. Ini adalah kali pertama dia dilibatkan dalam meeting petinggi karena dia adalah asisten pribadinya Bayu. Kalau tidak mana mungkin dia bisa melihat dari dekat wajah big bossnya itu.



"Mari Pak saya duluan," pamit Nisa pada Bayu, Steven dan Herman yang masih di ruangan itu.



"Ya silakan," tumben  Herman yang menjawan. Bayu tak menjawab san Steven hanya mengangguk.



Di ruangannya Nisa langsung membereskan berkas dan membuat rangkuman notulen rapat tadi untuk Bayu di komputer meja kerjanya karena masih ada satu jam lagi baru waktu pulang kerja. 

__ADS_1



Sambil bekerja dia menyalakan ponselnya. saat itulah dia melihat banyak panggilan tak terjawab dari nomor panti asuhan tempatnya tinggal dan dari nomor ponsel ibunya.



'*Bapak masuk rumah sakit*.'



'*Bapak dibawa ke rumah sakit*.' 



'*Karena tiba-tiba pingsan Bapak dirawat di rumah sakit Carolus ruang Semar kamar 201 lantai II*.'



Nisa membaca semua pesan dari ponsel  ibu.



'*Maaf baru buka ponsel dari tadi meeting Nisa matikan telepon. Sebentar lagi Nisa pulang langsung ke rumah sakit*,'  Nisa membalas pesan ibunya.



'*Maaf ya Bu tadi ponselnya mati karena sedang meeting*,' masih takut disalahkan Nisa mengirim pesan sekali lagi mengapa dia tadi tak bisa dihubungi.  



Nisa sudah  memasukkan semua data rapat ke laptop komputer kantor, lalu dia mensave data itu. Dia cek ulang apa data benar telah tersimpan.



"Bapak mau langsung pulang nggak?" tanya Nisa saat Bayu masuk ke ruangan mereka.



"Ada apa?" tanya Bayu. 




"Iya, bareng saya saja. Saya melewatinya koq," sahut Bayu.



"Sebentar saya siap-siap. Saya antar kamu ke rumah sakit."



"Nggak usah diantar Pak saya ikut aja. Itu sudah sangat membantu saya." Ucap Nisa dengan tulus.



"Enggak apa apa." Bayu menyimpan berkasnya di dalam laci meja kerjanya. 


\*\*\*



"Kamu kenapa baru tahu?" tanya Bayu.



"Tadi ponsel saya matikan saat meeting sehingga baru tahu begitu selesai meeting kalau ibu berkali-kali telepon," kata Nisa.



"Oh ya udah, kamu mau beli sesuatu dulu sebelum sampai rumah sakit?" tanya Bayu lagi. Umumnya orang mengunjungi rumah sakit tentu membawa sesuatu sebagai buah tangan.



"Saya belum tahu kondisi bapak dan ibu. Jadi nanti saja saya belanja setelah tahu apa yang dibutuhkan di ruang rawat Bapak." Nisa memang tak mau asal belanja sebelum tahu apa yang dibutuhkan.


__ADS_1


"Loh loh nggak usah masuk Pak, udah saya turun sini aja," kata Nisa.



"Enggak apa apa tenang aja ," Bayu pun langsung masuk ke parkiran Rumah Sakit Carolus.



"Paviliun apa?"



"Ruang Semar Pak," Nisa jadi tak enak saat Bayu ikut turun di rumah sakit. Tak mungkin mengusir Bayu. 



Bayu pun ikut menemani Nisa ke ruang rawat bapaknya. 



Nisa langsung meluk ibunya setelah memberi salim.



"Bapak kenapa Bu? Tadi pagi berangkat kerja bareng Nis, bapak enggak ngeluh sakit koq," rupanya tiap hari Nisa berangkat bareng ayahnya.



"Enggak tahu pulang kantor bapak lemas. Lalu belum sampai masuk kamar sudah pingsan. Jadi Ibu cari tenaga bantuan buat bawa ke rumah sakit," ibunya Nisa mencoba menenangkan putrinya yang memang sangat dekat dengan sang bapak.



"Terus hasil pemeriksaan dokter barusan gimana Bu?" Desak Nisa lagi. Dia takut bapaknya sakit parah dan tak tertolong.



"Katanya bapak darah tinggi aja jadi sampai begitu kata ibunya Nisa.



"Eh maaf. Ibu ini atasan Nisa di kantor. Jadi lupa ada pak Bayu. Maaf Pak," Nisa baru ingat dia bersama Bayu.



"Saya Bayu. Maaf tadi ibu tidak bisa menghubungi Nisa karena saat itu kami sedang meeting sehingga ponselnya dia dimatikan." Niat Bayu menemui ibunya Nisa memang hanya ingin menerangkan kondisi Nisa tadi.



"Enggak apa apa nak Bayu. Saya mengerti ," jawab ibunya Nisa.



"Saya mohon pamit dulu semoga bapak cepat sembuh." Bayu pun langsung pamit karena memang tujuan pertamanya ke sini adalah untuk meminta maaf soal ponsel Nisa yang dimatikan saat bekerja.



Bayu pun meninggalkan rumah sakit itu.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1676396141334.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.

__ADS_1


__ADS_2