UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
LANGSUNG "MASUK KANTOR"


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




“Mas sarapan dulu yok, habis itu baru Mas tidur lagi sama Awan.



“Sekali ini bisa enggak sarapan Mas di bawa ke atas aja. Mas takut dia njerit lagi dan bikin dia kembali demam,” sahut Tonny.



“Baik, aku ambilkan dulu ya,” Wiwien langsung kebawah.



“Mbok, bantu bawain ini buat dahar mas Tonny. Dia takut Awan nangis lagi,” Wiwien mengambilkan nasi pecel dan ayam serta tempe goreng serta satu botol air putih serta gelas kosong. Dia letakan semua di nampan dengan satu toples peyek teri untuk dibawa mbok Ipah. 



Lalu Wiwien meracik pecel dengan sisa arem-arem kemarin yang sudah dipanasi sehingga tidak basi. Dia tambahkan tempe lalu dia bawa juga ke atas.



“Ayok Mas. Makan dulu,” Wiwien pun mulai duduk di karpet dekat kasur lantai dan mereka berdua langsung makan. 



Aku kekamar mandi dulu. Titip Awan ya,” pamit Tonny. Dia ingin ke lantai bawah.

__ADS_1



Kamar mandi di kamarku aja Mas. Enggak apa-apa koq. Tapi belum aku bersihkan sejak kita pulang,” Wiwien membuka pintu kamarnya. 



Tonny mencium harum kamar Wiwien. Dia lihat kamar yang rapi walau hari ini belum diberesin oleh Wiwien. Kamar mandinya pun bersih dan harum. Tonny membersihkan mulutnya lalu dia membuang air kecil dan bersiap tidur kembali bersama Awan. Wiwien sudah turun membawa piring kotor bekas makan mereka. 


\*\*\*



“Buat siang bikin sop sama goreng tempe wae Mbok. Istirahat wae,” Wiwien meminta mbok Ranti istirahat.



“Wong sudah tidur semalam. Ya udah ilang capenya Mbak. Santai wae,” sahut mbok Ranti. Dia malah bingung kalau tak bekerja. 




Beruntungnya Wiwien, mbok Ipah juga orang yang tak bisa diam. Dia selain kerja bagian laundry tetap membantu mbok Ranti. 



Wiwien lalu mulai membuka pembukuan laundry, dia menghitung dengan cermat. Dia juga melihat bon pesanan konsumen, jumlah bahan yang datang dan semua yang berkurang. Tak ada kesalahan atau barang yang tidak tepat keluar dan masuknya bahan. Juga uang. Besok Senin dia baru akan mengecek pembukuan laundry 2 dan juga toko roti serta ayam geprek miliknya. 



“Yang biasa aja, masing-masing 1 kodi, plastik bajunya empat dan tas plastiknya dua,” pesan Wiwien untuk barang di rukonya.


__ADS_1


“Lalu yang di perumahan, sabun dan pengharumnya sama masing-masing satu kodi, plastiknya yang beda. Buat yang perumahan plastik bajunya dua, tas nya satu.”



“Tepungnya antar lagi untuk stock minggu ini ya. Jumlahnya tambah sepuluh kilo,” semua Wiwien pesan seperti biasa. 



‘*Pulang dari Magelang ya langsung kerja. Kemarin satu bulan di Magelang pasti dia enggak betah harus diam tanpa kerja*,’ batin mbok Ranti. Dia hafal majikannya karena sudah sejak Wiwien SMA dia ikut bu Iin. 



Wiwien terus sibuk menanyakan perkembangan usahanya pada karyawannya yang pastinya belum sampai ke kios kecuali mbak Ira karena tinggal di tempat usaha seperti dirinya. 



Sengaja dia telepon pagi agar tak mengganggu bila sudah pada ada konsumen. Tak lupa Wiwien bertanya selama dia pergi ada kesulitan tidak. Walau selama dia di Magelang komunikasi dengan semua karyawan tetap lancar, tapi kan tetap secara fisik dia tak ada di Jakarta. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1673931225650.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.


__ADS_2