UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
KELUARGA YANG BAIK


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Jadi besok kita langsung ke rumah sakit Carolus aja ya Bu.  Aku nggak ke rumah Ibu dulu," kata Wiwien.



"Jam 08.00 kita di sana ya Bu," kata Wiwein lagi.



"Iya, boleh ketemu disana langsung," jawab Iis.



"Berapa orang yang hadir?" tanya Wiwien.



"Kita aja enam orang mungkin ditambah rombongan penghulu empat. Terus tambah lagi siapa Yu?" Sahut pak Joko. Dia mengerti mengapa putrinya menghitung jumlah yang hadir.



"Mungkin Herman," kata Bayu.



"Herman dan beberapa orang staf kantor biar nggak jadi fitnah, nggak jadi gosip," kata Bayu.



"Mungkin sama Pak Steven," kata Nisa.



"Oh ya Steven,  bu kusRini. Ya mungkin dari kantor sekitar 5 atau 6 orang," sahut Bayu.



"Berarti sepuluh orang ditambah kita. Ada lagi?" 



"Kamu cuma ibumu aja Nis?" Tanya Wiwien.



"Iya Mbak,"



"oke jadi sekitar lima belas orang ya?"



"Ya udah kami pulang ya Yah Aku ada janji," Tonny berpikir dia harus antar istri dulu sebelum dia berangkat kerja.



"Berangkat kerja dari sini aja Mas. Aku sama ibu  mau ngobrol dulu. Nanti aku di antar sama sopirnya Ibu," kata Wiwien.



"Serius kamu enggak apa apa *sweetheart*?" Tonny kepikiran bila meninggalkan istrinya disini.



"nggak apa apa udah di tinggal aja," kata Wiwien.



"Ya udah Ayah berangkat ya. Kabarin kalau mau pulang," Tonny pun mencium istrinya tanpa malu dan berangkat kerja.



"Ayah kerja dulu. Dedek jangan rewel ya," Tonny mengusap perut Wiwien yang masih belum terlihat bila tak diperhatikan dengan saksama. 



'*Oh, mbak nya lagi hamil*,' batin Nisa melihat perlakuan Tonny pada Wiwien barusan.



"Saya berangkat duluan Bayu, Nisa," kata Tonny.



"Oh iya Pak," sahut Bayu.



"Koq Pak sih?" Protes Tonny.



"Eh iya Bang, Mas Iya," Bayu jadi serba salah sendiri melihat Tonny begitu perhatian dan sangat mencintai Wiwien.



"Lagi hamil, sudah berapa bulan Mbak?"


__ADS_1


"Sudah mulai masuk bulan ketiga," jawab Wiwien.



"Senangnya iya Ini anak kedua kami anak pertama udah gede udah tiga tahun lebih."



"Itu anak pertama Bayu," Wiwien menunjuk foto Awan yang ada di dinding.



Nisa melihat foto yang Wiwien tunjuk. Foto Awan yang sangat menggemaskan.



"Tapi jangan pernah bilang dia bukan anak Tonny karena buat Tonny Awan anak pertamanya.



"Iya ngerti kok Mbak," Nisa asal jawab.



"He he he nggak, Nggak apa apa kok.  Nanti kami juga akan kasih tahu kok siapa dia cuma kalau sekarang kasihan. Cuma kalau di depan mas Tonny Jangan pernah bilang bukan anaknya Tonny."



"Nanti kamu akan lihat bagaimana Tonny dan Awan.  Buat Awan pun gitu sama saja dia ngasih makanan pun cuma buat Tonny, kalau buat orang lain dia pelit. Bahkan buat bundanya aja enggak dikasih," kata Wiwien menceritakan kedekatan Tonny dan Awan



"Lucu ya Mbak," Nisa banyak melihat anak panti yang diadopsi juga punya kedekatan emosional dengan ayah angkat mereka. 



"Iya lucu. Lucu banget mereka berdua nggak bisa dipisahkan dari sejak belum di terima cintanya mereka berdua udah dekat duluan."



"Iya Ibu juga bingung lihat Awan dan ayahnya," Iis pun menimpali.



Saat itu Joko dan Bayu yang baru mengantar Tonny kedepan pun kembali masuk.



"Kami pamit dulu Yah, Bu, mau cari keperluan buat besok sama  mau ambil surat dulu baru belanja kalau belanja hari gini mah masih kepagian. Jadi kami ngambil surat-surat dulu di rumah Nisa.


\*\*\*



"Mbak Wiwien baik banget ya Pak eh Mas" ucap Nisa.




"Aku mau aja datang pulang cepat dari kantor. Enggak peduli dimarahin Herman yang penting langsung pulang. Aku nggak percaya tapi itu nyata," kata Bayu.



"Banyak hal di luar nalar yang nggak bisa kita percaya. Sudah tidak usah dibahas lagi. Itu pembelajaran buat kita,"kata Nisa bijak.



"Aku belum tahu rumahmu ke mana ini. Apa kerumah  nenek kemarin?" Bayu bingung mau kemana.



"Bukan," balas Nisa.



"Ya kamu kasih tahulah arahnya," akhirnya Nisa pun memberitahu sebuah rumah cukup besar dengan beberapa kamar untuk panti asuhan.



"Mbak Nisa," sapa banyak anak-anak tetangga.



"Kok tumben pulang pagi?" Tanya pekerja panti yang sedang menggendong bayi.



"Iya ada surat yang ketinggalan nih Mbak. Mau ambil aja," sahut Nisa.



 Bayu di luar dia tak mau ada pandangan buruk walau banyak orang dipanti.



"Enggak masuk Mas?" tanya tetangga Nisa.



"Tidak Bu. Nisanya sedang ambil surat aja, saya nunggu di luar saja," sahut Bayu sopan.


\*\*\*



"Saya belum lapor HRD hari ini enggak masuk," Nisa sudah mengambil surat yang diperlukan.

__ADS_1



"Kamu sudah saya pamit kan ke Herman.  Sudah aku  bilang besok dia datang dengan orang yang aku undang." Jawab Bayu.



"Oh. Terima kasih." Nisa masih kaku ada atasannya itu.



Bayu mendatangi sebuah gerai foto. Dia minta dibuatkan pas foto dan minta dibuat semua ukuran agar tak salah.



"Yang kilat ya," pinta Bayu.



"Satu jam selesai Pak."



"Baik." Saya pesan yang itu," sahut Bayu. Maka dia dan Nisa pun membuat foto.



Sambil menunggu foto selesai, mereka menuju ke butik untuk membeli baju akad nikah.



"Ini bagus nggak?" Nisa minta pendapat Bayu.



"Aku nggak ngerti sih kalau kebaya panjang gitu," kata Bayu.



"Bawahannya apa?" Bayu mencoba memberi respon.



"Rok lah. Seperti pakai kain gitu," sahut Nisa.



"Ya udah itu aja," kata Bayu.



"Selopnya?" Bayu melihat ada selop di stelan kebaya itu.



"Kayaknya nggak perlu deh," Nisa tak suka dengan model selop yang tersedia. 



"Mas baju pengantin lakinya yang sekalian kembaran dengan yang ini  atau mau cari yang lain?" pegawai  butik bertanya pada Bayu.



"Iya Mbak di sekalian aja semuanya biar sama aja," kata Bayu. 



"Ini ukurannya Mas," pegawai butik memberikan baju pasangan kebaya milik Nisa.



"Nggak coba dulu aja Mas? takutnya nggak pas," kata Nisa.



Bayu pun mengepas dulu bajunya. Baju putih tangan panjang dengan bordir di bagian kancing depan.



"Jasnya nggak usah Nis kata Bayu.



"Janganlah Mas masa nikah pakai jas yang lama," kata Nisa.



"Oh ya udah kalau begitu sekalian celananya aja Mbak," kata Bayu lagi. Bayu  tahu buat Nisa ini adalah pernikahan sakral. Bayu tak mau merusak momen bahagia mereka walau mereka belum saling sayang. Kenal aja belum.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1676917919073.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR itu ya.

__ADS_1


__ADS_2