
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Sejak tadi Wiwien mau komplain masalah ini tapi tak enak hati. Sekarang mumpunga da kesempatan, hal itu dia ungkapkan.
“Kalau aku papa, ya kamu mama lah. Dan kalau kamu tetap maunya pakai bunda ya aku ayah,” gampang kan?” sahut Tonny. Dia tak membahas soal Wiwien belum membalas perasaannya.
“Bodo ah,” Wiwien jadi kesal dan dia memandang keluar jendela.
***
“Mbok, tadi aku dapat sirsak matang, buang bijinya dong. Kayaknya siang-siang gini enak minum juice sirsak,” Wiwien menurunkan semua belanjaannya barusan.
Simbok mencari sarung tangan plastik untuk mulai membersihkan biji sirsak seperti yang Wiwien mau.
“Anak Ayah baru bangun? Aduh bau iler ih,” Tonny menggendong Awan karena dia melihat Awan bangun. Awan memang tidur di box di lantai bawah karena simbok sedang membersihkan udang untuk membuat bubur saring Awan.
“Tadi masak apa Mbok?” tanya Wiwien tadi tidak sempat masak karena simbok bilang mau ngeluarin rendang aja untuk mengganti makanan beku di freezer dengan makanan baru.
“Tadi nambah capcay sedikit,” sahut simbok.
“Mbak Ira, sudah makan? Jangan telat makan lho,” Wiwien beratnya pada Ira yaang baru saja selesai melayani konsumen yang ambil pakaian.
‘Udah Bu, baru aja saya habiskan bubur ayam saya,” sahut Ira. Lauk rendang dan capcay nanti akan dia bawa pulang untuk kedua anaknya.
“Apa masih enak buburnya?” tanya Wiwien.
“Enak lah Bu. Kuahnya saya bikin mendidih lagi, jadi deh saya makan bubur panas," sahut Ira.
“Wah pinter,” sahut Wiwien. Dia menyiapkan makan siang untuknya dan Tonny.
“Makan dulu sebelum pulang Kak,” Wiwien mengajak Tonny makan. Tapi kata-katanya ditangkap Tonny sebagai pengusiran secara halus.
“Jadi kamu ngusir aku?” tanya Tonny.
“Ya enggak lah. Kalau ngusir tu seperti kata-katamu tadi pagi ke pak Kusumo. Yang jelas ngusir karena bilang aku harus segera makan karena mau pergi,” jawab Wiwien sambil dia mengambilkan nasi untuk Tonny.
__ADS_1
“Kurang enggak?” tanya Wiwien.
“Cukup,” sahut Tonny menerima sepiring nasi dan sayur capcay belum pakai lauk. Tonny tahu yang dipentingkan Wiwien sayuran harus dia makan.
Tonny mengambil dua potong tempe bacem, juga sambal karena capcay kan enggak pedas.
“Kakak enggak perlu nungguin aku buat bareng lagi ke rumah sakit. Aku hari ini libur karena belum main sama Awan,” Wiwien memberitahu Tonny hari ini dia tak akan ke rumah sakit.
Memang sejak kuliah, hari biasa Wiwien juga sudah tak datang ke rumah sakit saat sore. Waktunya dia fokuskan untuk Awan.
“Iya enggak apa-apa. Asal beneran buat main ama Awan. Bukan buat janjian ama yang lain,” sahut Tonny pelan. Dia tak ingin mbak Ira dan mbok Ranti mendengar perkataannya.
“Kalau pun janjian dengan orang lain juga enggak salah koq. Wong aku orang bebas,” jawab Wiwien juga pelan.
***
Tonny memberikan juice sirsak titipan Wiwien pada bu Waode. Perempuan itu membawakan lima gelas. Dan pastinya satu untuk mamanya.
“Minum juice sirsak yok Bu. Titipan mbak Wiwien,” bu Waode menyodorkan juice pada bu Seroja.
‘Andai saja …,’ Seroja sangat ingin Wiwien menjadi menantunya.
***
“Ada apa Tante?” tanya Wiwien hati-hati. Masalah yang jadi pokok bahasan ini sedikit sensitive.
“Aku melihat tatapan cinta dari Onny untukmu,” sahut bu Seroja.
“Wien masih takut Tante. Bukan enggak percaya sama kak Tonny. Tapi dulu mantan suami Wien orang sholeh dan lurus yang tak pernah satu kali pun pacaran. Buktinya dia malah main sama pembantu. Bukan sama teman kerjanya yang lebih cantik atau lebih sukses dari Wien,” sahut Wiwien.
Mungkin Wiwien bisa menerima bila memang dia diselingkuhi oleh perempuan karier yang lebih hebat darinya. Bukan seperti sosok Ririn. Bukan Wiwien mendiskredit pekerjaan atau status Ririn. Tapi siapa pun kalau bicara jujur bisa membandingkan dirinya dan Ririn. Baik dari segi wajah, karakter atau kemampuan intelektual.
“Kak Tonny memang sudah lama menyatakan cintanya. Tapi Wien belum bisa menerima. Karena Wien belum tahu mengapa dia putus dengan Pricilla dan juga dengan Vita. Itu juga harus Wien pertimbangkan,” jwab Wiwien lagi.
“Dan Wien juga enggak ingin hubungan Wien ngegantung karena kita hanya bicara berdua. Wien akan mulai menerima kak Tonny bila rasa marah dan kecewa Tante sudah pupus. Wien akan mulai membuka hati, bila Tante sudah bisa memaafkan diri Tante sendiri. Karena soal tante salah menilai Vita kan bukan 100% kesalahan Tante,” sahut Wiwien.
“Tante dulu …,” lalu keluar semua rahasia yang Seroja simpan selama ini tentang Vita dan Pricilla. Hanya pada Wiwien dia buka rahasia itu.
__ADS_1
“Baik. Pelan-pelan Tante bisa berubah enggak? Paling tidak untuk langkah awal, Tante menggeleng atau mengangguk bila kak Tonny dan mbak Sashi ajak bicara. Kalau Tante bisa berubah, Wien juga akan belajar membuka hati sedikit demi sedikit untuk kak Tonny. Wien juga tak bisa frontal berubah drastis karena luka ini masih basah didalam walau diluar terlihat kering,” Wiwien mengajak Seroja membuat kesepakatan.
“Baik, Tante akan berubah untuk kebahagiaan Onny yang selama ini tertunda,” sahut Seroja senang.
‘Tante sudah janji mau merespon semua perkataan mbak Sashi dan kak Tonny. Silakan kalian terus berinteraksi dengan beliau,’ Wiwien mengirim pesan untuk Sashi dan Tonny.
Sekarang Wiwien sudah menjual motornya dan mengganti dengan mobil walau kredit. Dia bersiap berangkat kuliah karena akan ada test mid semester.
‘Ilmu apa sih yang dimiliki Wiwien sehingga mama sangat menurut kalau Wiwien yang minta,’ Sashi mengirim pesan untuk Tonny saat membaca pesan Wiwien.
“Wien berangkat dulu ya Tan. Sampai ketemu besok pagi. Semoga lusa beneran bisa pulang ke rumah,” Wiwien pamit pada bu Seroja.
“Hati-hati ya,” Tonny menasihati Wiwien. Pagi ini Wiwien tak sarapan bersama dengan Tonny dan bu Waode.
“Iya, sama-sama. Jangan lupa sarapan ya. Asslamu’alaykum,” Wiwien segera berlalu. Sejak menggunakan mobil, bila kuliah pagi sekali memang dia tak bisa sarapan bareng Tonny. Pakai mobil waktu tempuh ke kampusnya lebih lama dari pada pakai motor. Tak bisa selap selip lagi.
‘Bersyukur aja dan berterima kasih jadi mama bisa ketolong. Kalau enggak ada dia gimana?’ Tonny baru bisa membalas chat Sashi saat dia sarapan mie goreng yang Wiwien bawakan.
‘Iya sih,’ sahut Sashi.
“Ma, Onny berangkat dulu ya. Mama jangan banyak pikiran biar sehat terus. Onny sayang mama,” Tonny pamit pada Seroja.
Dan BOOM!
Tonny dengan jelas melihat Seroja mengangguk!
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL TELL LAURA I LOVE HER YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta