
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Oke, satu minggu sebelum berangkat ingatkan lagi Mbok,” sahut Wiwien. Selama ini bahkan lebaran pun mbok Ranti jarang pulang. Dia memang terlampau sedih bila mengingat suami dan anaknya.
“Baik Mbak,” jawab mbok Ranti yang sedang bersiap memanaskan kuah bakso. Nasi gurih dan ayam masih ada. Hari ini mereka libur masak.
Awan rupanya terlalu lelah kemarin seharian dia bermain dengan banyak orang yang hadir di acara ulang tahunnya. Sehabis sarapan lelaki kecil itu langsung tidur. Wiwien membawa Awan ke lantai atas. Dia tidurkan Awan di kasur lantai. Dia tutup semua pintu dan dinyalakan AC ruang tengah lantai atas.
Wiwien ikut berbaring disebelah Awan dan tak lama dia juga ikut terlelap.
***
“Segini?” tanya Wiwien. Dia memperlihatkan mie kuning yang akan dia racik menjadi soto mie Bogor, menu sarapan mereka pagi ini.
“Iya cukup. Kuah sedikit aja. Aku suka potongan risolnya,” jawab Tonny. Tadi dia sudah menolak ketika ditawari pakai nasi.
Wiwien meracik soto mie untuknya dan Tonny sekalian. Sambil dia perhatikan Awan yang mulai dia latih untuk makan sendiri. Awan duduk di high chairnya, memakan soto mie tanpa nasi dan tentunya tanpa sambal.
__ADS_1
“Hebat ya anak Ayah,” Tonny mengusap-usap punggung Awan dengan lembut. Awan membalas perlakuan ayahnya dengan senyum manis dan mulut penuh makanan. Ekspresi yang sangat lucu.
“Nanti sore sepulang kerja bapak mau kesini. Dia bilang sih mau kasih kado pribadinya yang dia lupa berikan hari Sabtu kemarin. Kalau hanya mau kasih kado itu, kenapa dia enggak antar hari Minggu. Kenapa harus hari ini? Artinya dia mau bicara tanpa ada ibu kan?” Wiwien menyampaikan kecurigaannya tentang niat Teguh.
“Bisa jadi dia sekalian jalan. Kalau kemarin harus keluar rumah dia malas,” Tonny berupaya mendinginkan pikiran Wiwien.
“Bisa juga begitu,” sahut Wiwien.
“Mbok Ipah makan dulu,” Wiwien melihat mbok Ipah sudah akan memegang baju kotor.
“Iya Mbak, ini mau masukan baju ke mesin cuci. Lalu ditinggal sarapan. Habis sarapan kan pas baju selesai di cuci,” sahut mbok Ipah. Dia rupanya sudah bisa mengatur waktu kerjanya.
“Dia trauma sama pegawai perempuan muda. Dia benci dibohongi. Jadi kalau emang mau kerja, jangan pernah bohongi dia,” demikian yang Ranti katakan ketika Ipah minta dicarikan pekerjaan.
Ipah setuju dan dia memang bukan orang yang suka neko-neko apalagi berbohong. Sebelum menikah Ipah pernah bekerja menjadi asisten rumah tangga. Majikannya seorang perempuan melayu yang menikah dengan pria Belanda. Sehingga walau tak mahir Ipah banyak menguasai memasak menu western dan masakan Melayu.
Hari ini Ranti memintanya memasak gulai pakis. Karena tadi di tukang sayur ada yang jual daun pakis. Sementara Wiwien ingin gulai kepala kakap atau gulai ikan mas. Sama-sama gulai hanya ada sedikit perbedaan di komposisi bumbu.
Gulai ikan tentu harus lengkap pembuang bau amis yaitu kunyit, daun kunyit dan jahenya. Sedang kalau gulai nangka, daun singkong atau pakis, jumlah bumbu pembuang bau amis dikurangi sangat banyak.
Wiwien dan Tonny berangkat dalam waktu bersamaan, tapi dengan mobil berbeda. Wiwien akan mengunjungi tempat usahanya serta mencari dan belanja bahan untuk semua usahanya. Nanti sebelum waktu makan siang dia sudah akan tiba di rumah. Jam kerjanya memang sengaja dia atur tidak terlalu lama di luar rumah.
__ADS_1
Sejak dulu dia tak mau cari kerja karena ingin punya kebebasan waktu untuk bersama dengan putranya. Dia ingin membimbing putranya dengan penuh cinta.
Wiwien hanya mengunjungi kios roti dan ayamnya saja. Laundry yang dipegang mbak Ira tidak dia datangi karena baru mulai operasi hari ini.
Sekarang semua usahanya di handle dengan satu nomor khusus. Bukan nomor telepon yang biasa untuk umum. Wiwien tak mau soal usaha dicampur aduk. Dan dia sudah mewanti-wanti, tak boleh memberitahu siapa pun nomor khususnya. Bila bocor maka pelaku bisa dia lacak karena yang tahu nomor baru itu hanya Ira, Sulis, Wildan, Ipah. Bahkan mbok Ranti pun tidak tahu karena mbok Ranti bukan pegawai usahanya.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL THE BLESSING OF PICKPOCKETING YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL THE BLESSING OF PICKPOCKETING ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
__ADS_1