
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Sepertinya seperti itu pak Pujo. Nanti akan saya lihat lagi datanya,” Seroja dan Wiwien mendengar suara Tonny. Lelaki itu dan dua orang lelaki baru saja datang dan duduk dekat meja mereka.
“Onn,” tanpa sadar Seroja memanggil putranya. Tonny menoleh dan melihat ada mamanya dengan Wiwien di meja tak jauh dari mereka.
“Lho Ma? Koq keluar sendirian? Naik apa dari rumah?” Tonny menghampiri mamanya dan memberi salim. Lalu dia menghampiri Wiwien dan mengecup kening perempuan itu seperti yang biasa dia lakukan didepan sang mama.
“Mama kesini sama Sashi. Dia lagi belanja baju. Untung ketemu Wiwien jadi ada teman nunggu Sashi,” Seroja menceritakan mengapa ia terdampar disana.
“Onny selesaiin urusan dulu ya Ma. Enggak enak ama klien,” Tonny pamit dan menuju meja rekannya.
“Makasih ya. Nyokap percaya gue kesini emang enggak sengaja ketemu dia. Susah kalau nyokap ngembeg,” Tonny berbisik pada kedua orang yang datang bersamanya.
“Ya udah kami balik ah. Gara-gara elo jadi sandiwara depan nyokap lo. Kedua orang itu berdiri dan mereka berjabat tangan.
“Koq enggak jadi ngopi Onn?” tanya Seroja melihat Tonny mendatangi mereka dan kedua rekanannya pergi.
“Iya tiba-tiba pak Pujonya ada telepon penting harus kembali ke kantor,” sahut Tonny sambil menarik kursi dan dia duduk dekat Wiwien.
“Mau tambah pesanan enggak Sweet heart?” tanya Tonny. Saat dia memesan kopi dan cemilan untuknya.
__ADS_1
“Cukup,” sahut Wiwien datar tanpa menoleh.
‘Tadi enggak sengaja ketemu Bayu. Eh sekarang malah ketemu Tonny. Sepertinya emang aku enggak boleh kemana pun. Cukup kampus dan ruko aja,’ batin Wiwien kesal.
“Lho, koq kamu ada disini Onn?” Sashi yang baru selesai belanja kaget ada adiknya bersama mama dan Wiwien.
“Biasa, barusan ketemu klien. Malaah aku enggak tahu mama ada disini kalau mama enggak panggil,” sahut Tonny sambil menerima pesanannya.
“Mas, saya pesan es cappuccino dan dessertnya yang gurih ya,” Sashi langsung saja memesan sekalian pada waiters yang sedang mengantar pesanan Tonny.
“Cari baju apa sih Mbak? Kayaknya special banget?” tanya Wiwien pada Sashi.
“Besok malam ada pesta di Kedutaan. Acara serah sambut dengan duta besar baru yang akan bertugas di Kuala Lumpur. Mas Rahmad kan diundang. Jadi aku pengen pakai kebaya baru,” sahut Sashi.
“Sama-sama lah Wien. Apa kamu enggak mau ngobrol denganku dulu. Aku baru aja pesan minum,” tolak Sashi. Perempuan ini tahu Tonny butuh waktu mengakrabkan diri dengan Wiwien didepan dirinya dan sang mama.
“Iya Sweet heart, bahkan aku belum minum kopiku juga,” barulah Tonny ikut menjawab.
Tak enak melawan dua orang yang telah menolaknya, maka Wiwien tetap duduk disana.
“Buku apa itu Wien?” tanya Sashi.
“Bahan untuk skripsiku Mbak.
“Wah sebentar lagi kamu lulus S1. Kita siap-siap lamaran Ma. Mereka kan mau nikah begitu Wiwien selesai kuliah,” Sashi memang pernah bertanya pada Wiwien tentang pernikahan dengan adiknya. Walau dari Tonny dia juga tahu planning pasangan ini.
__ADS_1
“Tentu saja Mama udah bersiap sejak lama,” sahut Seroja dengan senyum.
“Sepertinya enggak habis wisuda ini deh. Aku mau ambil S2 langsung. Jadi rasanya pernikahan aku pending bahkan mungkin batal,” sahut Wiwien datar. Dia tak mau memberi harapan pada Seroja.
“Kalau pun batal, aku tetap anak mama koq. Enggak ada yang berubah,” lanjut Wiwien. Dia perhalus kata-katanya agar Seroja tidak terluka.
Tentu saja Seroja, Sashi dan terutama Tonny tak percaya mendengar kata-kata itu.
‘Alasan yang bagus. Mau langsung ambil kuliah S2. padahal waktu itu dia bilang S2 bisa dipending,’ Tonny tak percaya penolakan Wiwien langsung dikatakan didepan mamanya.
‘Walau aku sudah menduga rasa sakit yang kau rasa. Tapi aku kaget kamu berani terus terang menolak Tonny di depan mama. Kamu perempuan hebat Wien,’ Sashi mengacungi jempol akan sikap tegas dan tidak mencla mencle yang Wiwien lakukan.
‘Ternyata kamu sangat terluka Wien. Mama enggak nyangka kebohongan Onny sangat melukaimu. Mama enggak bisa menyalahkan sikapmu. Tapi mama akan berupaya agar kalian bisa kembali bersama,’ Seroja berpikir bijak. Dia tahu rasanya sakit hati seorang perempuan. Dan dia tak ingin Wiwien merasakan itu lebih dalam seperti Seruni adik kandungnya.
“Mama mau bilang apa kalau tokoh utamanya bilang begitu. Mama berharap yang terbaik untukmu. Dan mama memegang janjimu kalau kamu tetap akan jadi anak mama apa pun yang terjadi,” Seroja dengan berat hati mengatakan hal itu. Dia ingin Tonny bertanggung jawab atas semua perbuatannya.
\===========================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1