UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
PENGACARANYA MADE


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Kalau ada persoalan, kita hadapi bersama. Kita pecahkan bersama ya?" Tonny kembali menjalankan mobilnya yang tadi berhenti karena sedang lampu merah. 



Tonny menggenggam erat jemari Wiwien. Dia ingin memberikan rasa nyaman pada calon istrinya itu. 



"Mas, mampir tukang sate kambing. Tadi aku bilang pengen makan malam pakai itu. Sekalian beli cakwe buat bikin sarapan besok pagi. Pengen bubur ayam," Wiwien memberitahu agar Tonny mampir ketemapt mangkal tukang sate kambing.



Tonny menuruti permintaan calon permaisurinya itu. Dia memesan sate kambing yang banyak lemak dan dua buah lontong. Dia juga memesan tongseng kambing lalu dia tinggal untuk membeli cakwe.



"Yank, beli lupis yok," Karena bersama Tonny, Wiwien mengajak ke tukang kue basah di sebelah penjual cakwe.



"Mau dimakan kapan?" Tonny tentu tanya karena habis ini mereka akan makan malam.



" Besok siang atau pas brunch bisa. Asal gula dan kelapa parut enggak dicampur sekarang," jawab Wiwien santai.



\*\*\*



"Yayah, *anen*!" Pekik Awan yang terhalang pintu penjaganya. 



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1674115259338.jpg)



"Aduh anak Ayah kangen?" Tonny langsung mengangkat putranya.



"Bajumu kan kotor dari luar Yank. Harusnya ganti baju dulu baru gendong anak." Wiwien mengingatkan Tonny.



"Eh maaf *Sweet heart* Ayah salah." Tonny menyadari kesalahannya. 

__ADS_1



"Ayah ganti baju dulu ya. Ayok kita masuk," Tonny mengambil baju ganti di tasnya. Dia masuk kamar Wiwien dan dia kunci pinntu kamarnya sehingga pintu kamar mandi biasa dia buka agar Awan tahu dia disana.



"Mbok. Ini sate sama tongseng buat makan malam kita. Lalu ada juga sop kambing buat Awan besok."



"Tinggal tambah sayuran nya aja. Jadi besok Awan kaldu sopnya dari kambing.



Mbok Ipah mengurus sate dan tongseng dan mbok Ranti menyiapkan piring.


\*\*\*



"*Sweet heart*, Mas koq jadi inget cerita Bachtiar tadi langsung inget klien Mas dari Denpasar.



Wiwien dan Tonny sedsng menemati Aean yang hendak tidur malam. 



"Klien yang mana dan kenapa?" Wiwien penasaran.




"Seperti biasa Mas suruh datang hari Sabtu pagi. Karena dia telepon hari Selasa sehabis long weekend."



"Hari itu sengaja Mas atur dia jadi klien ke dua dan terakhir. Kasihan jauh-jauh datang kalau hanya sebentar ketemu Mas."



"Hari itu hanya ada dua calon klien yang Mas temui."



"Ternyata yang datang bukan klien Mas. Tapi sahabatnya. Si klien tak berani ke tempat umum karena istrinya ngejar dia."



"Mas bicara dengannya melalui telepon sahabatnya itu. Dan yang Mas tahu, cerita dia sama persis dengan cerita Bachtiar!



"Jadi klien Mas ini suami Pricilla yang kabur bawa anaknya. Dia minta Mas bantu perceraiannya dan hak asuh anak jatuh ke dia walau ada bukti nyata kalau putranya bukan anak biologisnya."


__ADS_1


"Nama dia Made dan istrinya Pricilla anaknya bernama Pras mereka tinggal fi Denpasar!"



"Koq bisa kebetulan gitu Mas?" Wiwien tak menyangka kalau Tonny malah telah menerima suami Pricilla menjadi kliennya dua minggu lalu. 



"Kalau dia sudah jadi klien Mas sejak dua minggu lalu. Artinya Mas akan sering bertemu dengan Pricilla kan?" Tentu saja Wiwien gerah memikirkan Tonny akan sering bertemu dengan Pricilla.



"Enggak sayank. Mereka domisili di Denpasar. Identitas juga disana. Begitu pun TKP nya disana. Jadi pengadilan juga harus disana"



"Mas sudah limpahkan ke teman sejawat disana tapi semua jalan yang diambil Mas arahkan."



Nanti si Made tak akan pernah datang ke pengadilan. Dia sekarang menetap di Jogja. Di rumah kakak sahabatnya yang datang menemui Mas di Jakarta."



"Setelah tahu begini, Mas akan datang pas keputusan sidang cerai mereka." 



"Mas ingin Pricilla lihat siapa pengacara suaminya yang sebenarnya. Dan kalau bisa saat itu kita sudah menikah jadi kita ke Bali sekalian honeymoon," cetus Tonny.



Wiwien jadi ingat. Dia pernah bilang akan menikah dengan Tonny bila telah lulus S1.



"Gimana mau nikah kalau belum dilamar?" Balas Wiwien dengan senyum kecil.



"Gimana mau dilamar kalau orangnya  ngambek dan kabur ke Magelang?" Balas Tonny.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1674115259320.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul itu ya.


__ADS_2