
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Mengetahui Wiwien sudah tak ada di kampusnya, Tonny pun pergi. Dia akan ke kantor sebentar. Nanti malam baru akan melihat apakah Wiwien sudah kembali ke ruko. Karena bila ponsel sudah aktiv, artinya tunangannya kemungkinan sudah kembali ke ruko lagi.
“Besok hanya ada satu jadwal sidang yang harus saya tangani? Oper ke Akbar. Noldy biar urus yang kemarin. Lucia handle kasus kekerasan pada anak, sedang Wendy membantu Noldy. Yang lain kamu atur untuk menangani kasus yang tidak berat agar tetap bisa menang,” Tonny mengatur ritme kerja staffnya.
“Meeting staff lusa tiadakan. Saya sedang tidak bisa pimpin,” berikutnya Tonny menjadwal ulang semua kegiatannya.
Sebelum persoalannya dengan Wiwien usai dia tak boleh merasa aman. Karena nasibnya juga nasib mamanya tergantung persoalan itu. Belum lagi Sashi satu-satunya kakaknya juga akan menyalahkannya bila mama kembali sakit.
***
“Bu, kios di sebelah mau di oper kontrak. Kemaren pemilik bangunan datang ke sini. Dia bilang saya suruh lapor ke Ibu, mau ambil enggak?” Sulis melaporkan tentang kios sebelah.
“Yang kesini pemilik bangunan atau pengontraknya?” tanya Wiwien mencari kejelasan.
“Pemilik bangunan Bu,” sahut Sulis.
“Oke, nanti suruh hubungi saya dinomor telepon saya yang lama aja. Takutnya saya lupa,” sahut Wiwien sambil memperhatikan laporan penjualan mingguan kios roti.
‘Kalau aku ambil, mau aku bikin usaha apa?’ Wiwien malah jadi kepikiran..
‘Nanti malam deh aku gogling, usaha apa yang enak dijalanin dengan kios kecil seperti ini,’ Wiwien kembali fokus pada pembukuan yang sedang dia cek.
***
“Mbok, ini tadi saya beli cakwe yang di depan, sekalian beli gorengan buat ngopi sore ini. Tadi sengaja enggak bawa roti. Takut pada mblenger,” Wiwien memberikan plastik berisi gorengan pada simbok.
__ADS_1
Cakwe pasti untuk bikin sarapan besok pagi.
“Mbak Ira, ngeteh dulu sebelum pulang,” simbok menyuruh Ira bikin teh sendiri. Wiwien membeli gandas turi untuk sore ini.
“Iya Mbok, saya makan gorengan aja enggak usah ngeteh,” sahut Ira.
“Hallo anak Bunda, baru bangun ya. Ayok kita mandi sekalian Bunda juga mau mandi dan salat Ashar,” Wiwien mengajak Awan naik. Putranya baru bangun.
“Mbok, makannya Awan dan kopi saya antar keatas ya. Saya mau nyuapin sambil dia duduk diteras atas aja,” malas naik turun Wiwien ingin Awan makan di atas saja.
“Njih Mbak,” simbok langsung menyanggupi perintah Wiwien.
***
“Anak ganteng duduk manis disini ya. Bunda mau salat dulu,” Wiwien memerintah Awan duduk manis di sebelah sajadah yang dia gelar. Keduanya sudah selesai mandi. Wiwien sengaja mengajarkan nilai ibadah pada Awan dengan cara mengajaknya menunggu dia melakukan salat.
Simbok yang naik ke lantai atas melihat Awan duduk manis disajadah kecil yang sengaja Wiwien gelar di sebelah sajadahnya. Awan makin ganteng karena menggunakan peci kecil dikepalanya.
Ira sudah mau pamit, maka simbok harus ada di bawah karena takut ada konsumen laundry yang datang.
***
Laundry sudah tutup sejak jam lima sore. Dan Wiwien meminta simbok menutup semuanya karena dia malas menerima tamu. Sekarang mereka bertiga sedang di lantai atas.
“Mbok, besok enggak jadi bubur ayam deh. Simpan aja cakwenya. Barusan kepikiran soto mie Bogor,” Wiwien mengganti rencana sarapan esok pagi.
“Njih Mbak,” sahut simbok. Simbok berpikir bahan untuk membuat soto mie bogor mudah dia dapat kecuali lobak. Dan biasanya Wiwien memang meniadakan lobak di masakannya.
“Kalau simbok mau makan duluan, makan aja ya. Aku lagi malas. Wiwien langsung mendekati Awan di kasur yang digelar di lantai. Dia temani putranya bermain.
Lelah bermain, Awan ketiduran di kasur sambil tangannya masih memegang mainan lokomotif miliknya.
__ADS_1
Wiwen mengambil laptopnya dan dia mulai browsing tentang usaha wara laba yang sekiranya bisa dia buka di kios sebelah kios roti miliknya.
***
Tonny memperhatikan ruko dari jauh. Rolling door sudah ditutup rapat semua, tapi lantai atas masih terang. Tonny ingin mengembalikan mobil Wiwien dan tentu saja ingin bicara lagi dengan tunangannya.
‘Aku ingin mengembalikan mobilmu. Kapan kita bisa bertemu Sweet heart?’ Tonny mengirim pesan pada nomor ponsel Wiwien
Tak berapa lama dia lihat pesannya sudah dibaca. Dan terlihat Wiwien sedang membalas pesannya.
‘Taruh saja di ruko kapan pun anda sempat,’ jawab Wiwien singkat lalu dia segera mematikan ponselnya.
‘Aku ingin kita bertemu,’ Tonny langsung membalas pesan Wiwien. Tapi sudah satu jam pesan itu hanya terkirim. Belum dibaca oleh Wiwien.
Lama tak ada jawaban, Tonny meninggalkan ruko Wiwien dan kembali pulang. Dia ingin datang besok pagi untuk sarapan seperti biasa.
***
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta