UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
AWAN LAUNDRY


__ADS_3

DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


‘Dia selalu mementingkan anak kami. Pasti dia ketakutan ditengah jalan Awan kehujanan. Jadi Awan dan simbok dibiarkan naik taksi. Dari mana dia?’ Bayu langsung menyetop taksi yang baru menurunkan Awan.


“Maaf Pak, boleh tanya barusan Bapak bawa anak dan pembantu saya dari mana ya?” tanya Bayu pada driver taksi.


“Maaf Pak, itu privacy konsumen saya,” jawab sopir taksi itu. Dia tak mau kalau hal itu diketahui orang yang tak ada hubungannya dengan penumpangnya.


“Saya suami sahnya Pak,” Bayu memperlihatkan foto dia dan Wiwien serta Awan dari ponselnya. Biasa Pak namanya rumah tangga pasti ada ributnya,” kata Bayu.


Melihat itu driver berubah sikap. “Mereka naik dari ruko depan perumahan Kesuma Maju. Sepertinya istri Bapak buka laundry di ruko itu,” jawab sang driver.


“Baik terima kasih Pak,” Bayu menyelipkan satu lembar uang biru dan dia segera kembali ke mobilnya. Dia langsung menuju perumahan Kesuma Maju yang jaraknya tak terlalu jauh dari rumah mertuanya ini.


Disebuah ruko dia melihat papan nama AWAN LAUNDRY.


***


Dan hari ini sejak sore sepulang kerja Bayu melihat kesibukan di ruko yang ditinggali istri ups salah terus, MANTAN istrinya itu. Semakin malam ruko semakin ramai karena saat para pekerja pulang, Bayu melihat mertuanya serta simbok datang. Disusul dengan Arno, Asih lalu terakhir Slamet.


‘Dia sudah berhenti bekerja dan membuka usaha sendiri. Rupanya dia trauma meninggalkan Awan dengan pembantu,’ batin Bayu.


Bayu sibuk memantau tanpa ingat makan dan ibadah. Sejak pulang kerja tak dia lakukan salat Ashar, Maghrib dan Isya. Dia hanya memandangi keluarga bahagia dari jauh.


‘Aku terlalu bodoh membuang mutiara itu,’ sendu Bayu menatap semuanya itu.


***


Pagi pertama tinggal di ruko. Sehabis salat Subuh Wiwien melihat dari balkon lantai dua didepan rukonya banyak sekali motor tukang sayur yang sedang mengatur dagangannya. Membungkusi sayuran menjadi ukuran kecil lalu menggantung di rak motor mereka. Ada satu mobil pemasok sayuran juga.


“Mbok lihat deh,” Wiwien menunjuk tukang sayur yang berjejer di arena parkiran ruko.


“Sepertinya kita enggak perlu ketakutan enggak punya sayuran segar yo Mbak,” sahut simbok saat melihat apa yang ditunjuk oleh Wiwien.

__ADS_1


Mbok Ranti sudah ikut bu Iin sejak Wiwien kelas satu SMA, jadi dia terbiasa memanggil Wiwien dengan sebutan Mbak bukan Ibu.


“Hari ini kita bikin lontong sayur labu siam yang pedas dengan kerupuk wae Mbok. Besok kita bikin lontong opor karena akan ada tamu. Aku takut dia enggak makan pedes karena sudah sepuh. Tapi tetap bikin sambal goreng matang,” Wiwien meminta menu sayur labu siam untuk hari ini.


“Belikan kwetiauw dan sayurannya serta baso ikan dan udang Mbok. Kalau ada cumi sedikit deh. Buat bikin kwetiauw sea food,” pinta Wiwien sambil menyerahkan sejumlah uang.


“Buat den Awan ikannya habis. Mau dibelikan apa? Kalau sayuran nanti Mbok bisa beli apa saja yang ada,” simbok memberitahu kalau bahan untuk makanan Awan tidak lengkap.


“Kita coba beri udang aja Mbok. Jadi udangnya cari yang agak besar dan banyakin buat Awan sekalian,” jawab Wiwien.


“Kalau ada pepaya matang yang kecil beli ya, belikan jeruk nipis buat taburannya.” Wiwien ingin memberi bu Seroja buah pepaya yang ditaburi jeruk nipis saja.


Akhirnya simbok turun dan berbelanja di teras rukonya. Simbok baru tahu kalau sesudah barang dagangannya rapi, para tukang sayur menyapu area itu hingga tak pernah ada protes dari pemilik ruko.


***


Hari ini Wiwien masih berdua dengan simbok ditambah Awan. Munirah atau Ira Istri Suli, baru akan mulai bekerja hari Senin. Ira akan bekerja sejak jam sembilan pagi hingga jam empat sore. Walau laundry buka sejak jam delapan pagi hingga jam lima sore.


Pagi dan sore Wiwien atau simbok masih bisa handle karena hanya akan menangani penerimaan baju atau pengambilan saja.


“Kepikiran enggak dengan jasa antar jemput pakaian untuk konsumenmu?” tanya Asih pada Wiwien.


“Udah kepikiran sih Mbak, tapi agak ribet dengan waktu pengambilan atau pengantaran. Konsumen itu mayoritas berangkat kerja jam enam dan pulang kerumah lagi jam enam. Jam kerja laundry rumah konsumen kosong, kan ribet? Dan biasanya mereka naruh baju kotor ke laundry itu tiap weekend. Dan ambil weekend berikutnya sekalian antar baju kotor lagi,” sahut Wiwien.


“Iya juga ya. Yang ada pembantu dirumah tentu enggak butuh laundry,” sahut Asih.


***


“Pak, nanti malam saya mau izin pulang. Ada hal yang harus saya urus di rumah. Saya akan kembali hari Minggu malam,” tetiba nurse meminta izin dadakan pada Tonny.


“Koq ngedadak Bu?” tanya Tonny yang sedang sarapan bersama mamanya.


“Iya, kerabat saya baru ngabari,” sahut Nurse.


“Hari Sabtu siang hingga hari Minggu malam sih saya enggak problem karena saya free. Tapi Sabtu pagi bagaimana ya. Memang di rumah banyak orang. Ya sudah saya pikir dulu untuk mencari yang bisa menemani mama hari Sabtu pagi deh Bu,” sahut Tonny.

__ADS_1


“Ma, kalau hari Sabtu pagi nanti Mama Onny titipkan di rukonya Wiwien enggak apa-apa ya Ma. Onny drop sebelum Onny bertemu klien, lalu Onny jemput lagi sepulang Onny ketemu klien,” Tonny tetiba seperti punya solusi untuk menitipkan sang mama di rukonya Wiwien.


“Sekarang Onny berangkat kerja dulu ya Ma. Assalamu’alaykum,” Tonny memberi salim pada sang mama dan mencium pipi Seroja. Dia yakin sang Mama akan senang bertemu kembali dengan Wiwien. Dia sudah membaca pesan yang mamanya kirim untuk Wiwien. Itu sebabnya dia berpikir untuk ‘menitipkan’ mamanya.


***


Pagi ini adalah sidang pertama Bayu dan Wiwien. Tapi Wiwien tidak datang. Dia hanya diwakili Tonny aja.


‘Owh itu mantan suami Wiwien,’ batin Tonny. Dia beberapa kali melihat postur tubuh Bayu di videonya. Tapi baru jelas melihat wajahnya secara langsung.


Tak ada kesulitan buat Tonny dalam persidangan kali ini. Biasanya dia diwakilkan dengan staffnya saja. Entah mengapa untuk kasus Wiwien yang dia tidak ambil pembayaran sama sekali, dia malah ingin terjun menanganinya langsung.


Sebelum waktu salat Jumat sidang sudah selesai. Tonny bergegas meninggalkan pengadilan agama, sehabis salat dan makan siang, dia ada janji bertemu dengan klien. Tanpa sengaja dia bertabrakan bahu dengan Bayu.


“Maaf Pak, saya tidak sengaja,” Tonny minta maaf. Dia sedang menerima telepon dari staff nya di kantor.


“Wah enggak bisa, jadwal saya besok sudah penuh sampai jam sebelas. Saya tak bisa ditambah orang lagi. Atur saja untuk minggu depan,” Tonny menolak satu tambahan untuk pertemuan besok. Dia ingin lebih lama di ruko Wiwien saja.


Sementara Bayu hanya memandangi sosok muda berkharisma yang tadi dia lihat di dalam ruang sidang sebagai pengacara Wiwien mantan istrinya itu.


***


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  kesandung cinta anak bau kencur  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2