UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
NDAK OYEH DEMES


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Jangan ada yang kelewat ya mas Suli. Kalau bisa tanya jumlah orangnya lebih enak agar tak mubazir," Wiwien menugaskan mas Suli yang keliling dengan motornya. 



Sore mas Suli baru menjemput mbok Ipah pulang dari ruko langsung dapat tugas mengedarkan kotak perkenalan yang Wiwien siaakan.



Besok orang baru untuk laundry 1 mulai belajar di rumah mbak Ira. Hari Sabtu dia akan ikut dengan mbak Ira berkenalan dengan Wiwien dan semuanya. Semoga hari Senin  dia sudah bisa pindah ke ruko



Hari ini Wiwien tak jadi mimta Tonny mengantar membeli peralatan untuk membuat bebakaran. Wiwien telah membelinya sendiri tadi siang sekalian survey sesuatu. Malam ini Wiwien ingin mengajak Tonny diskusi.



Wiwien mencoba alat bakar yang bisa digunakan di kompor. Dia bakar sosis dsn udang.



Hanya tungku panjang berdiri yang belum ia coba. Besok dia akan beli arang dulu. Tadi sudah titip ke mas Suli.



"Wah semua ada di belakang. Pantas Ayah pulang kerja enggak ada yang sambut," Tonny yang baru pulang kerja tak mendapati anak dan istrinya di ruang tengah atau di depan."



"Hai Yah, sini cobain. Bunda lagi bakar sate sosis," 



"Lho, koq udah beli duluan? Kan Ayah janji antar?" Tonny sedikit kecewa karena tak jadi mengantar Wiwien beli alat-alat bebakaran yang dia butuhkan.



"Enggak apa-apa. Besok kita pergi beli yang lain," Wiwien tersenyum agar tak dikira marah dan tak mau diantar oleh Tonny.



"Kenapa enggak malam ini? Tonny mengambil sate sosis tanpa saos sambal dan menawari Awan makan.



"Malam ini Bunda mau konsultasi," jawab Wiwien.

__ADS_1



"Nak," Awan menunjukkan dua jempolnya. Dia sedang sibuk memainkan sterofoam membuat jadi buliran kecil-kecil yang bisa dia tiup.



"Wah enak ya mas Awan?" Goda mbok Ipah.



"Nak Mbok," jawab Awan sambil mengangguk- anggukan kepalanya. Dia bilang Enak, hanya yang keluar dari mulut mungilnya hanya kata NAK.



Tonny gemas melihat kelakuan anaknya dia habis mandi maka berani menghampiri lelaki kecil itu.



"Kamu tu ada aja polahnya. Bikin Ayah gemes." Tonny menggusel perut Awan dengan dagunya karena dia mengakat tubuh anak itu.



"Yayah deyi. Ndak oyeh demes. Ndak mau," sambil terkekeh Awan menjawab tak mau di gusel dan ayahnya tidak boleh gemes padanya. 



Wiwien mencoel sosis bakarnya dengan saos sambal lalu dia suapi Tonny.




"Ini peluang bikin tempat nongkrong yang cozy bergaya anak muda  lengkap dengan wifi Yah. Minuman dari teh, coffee aneka varian. Musik lembut. Gimana?" Tanya Wiwien.



"Tumben tanya dulu. Biasanya tiba-tiba dapat undangan ulang tahun tahunya buka usaha baru," sindir Tonny.



"Ya wajar lah. Dulu aku masih single, semua diurus dan dibikin sendiri. Sekarang kan punya suami buat teman diskusi. Kalau perlu teman berbagi modal," goda Wiwien.



"Eh, kamu serius mau buka usaha itu *sweetheart*? Mau buka dimana? Butuh dana berapa? Kirain tadi cuma becanda," Tonny tak mengira kalau Wiwien serius.



"Serius lah. Modal enggak usah dipikir. Uangku masih cukup. Hanya sharing aja. Kalau enggak inget punya pendamping udah mau eksekusi 5 usaha lagi.



"Udah satu tahun enggak tambah bidang usaha. Bukan Wiwien banget kan? Kemaren gara-gara ke Magelang langsung vacuum nih otak usaha," jawab Wiwien yang tak mau dibantu modal oleh suaminya. 

__ADS_1



"Lima usaha? Apa aja?" Tonny makin bingung terbuat dari apa otak istrinya. Liat sesuatu langsung aja melihat peluang.



"Disini belum ada laundry dan ayam geprek serta roti. Itu tiga yang hanya perlu buka cabang kan. Nah yang dua ini baru. Satu cafe tempat nongkrong anak muda karena ini jalur mau ke arah kampus."



"Dan yang satu agak ribet karena harus urus izin dan biaya agak gede. Mau bikin pompa bensin mini satu tangki aja," sahut Wiwien santai.



'*Bagaimana mungkin dia kepikiran bakal buka usaha pompa bensin mini*?' pikir Tonny sambil memandang istrinya.



Lihat jalan ke arah kampus ya lihat peluang.



'*Aku yakin kalau dia punya lahan kosong agak luas dia akan bikin usaha kost untuk mahasiswa*,' batin Tonny.



"Kalau ada tanah murah dan luas enaknya bikin kamar kost atau rumah petak Yah. Pasti laris deh," baru saja Tonny membatin Wiwien sudah mengatakan ide nya. 



Tonny sangat bersyukur mendapat durian runtuh. Mendapat berlian yang Bayu buang. Mendapat istri bekas orang tapi sebenarnya dia tak ada cacatnya. 



'*Beruntung mama bisa melihat  sifat asli Wiwien sehingga tak menolak ketika aku memilih dia sebagai istriku*.' 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1675022252773.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.


__ADS_2