UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
LAUNDRY AWAN DUA


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Terima kasih untuk semua yang sudah hadir memberi doa dan selamat untuk Awan. Kemarin Awan genap berusia dua tahun. Dan mengapa dibuat disini karena ini adalah usaha milik Awan yang selanjutnya.” Wiwien melihat Awan anteng duduk dipangkuan Tonny.


“Alhamdulillah mulai besok Awan laundry ke dua akan beroperasi. Kami mohon doanya agar usaha ini berjalan lancar,” akhirnya Wiwien memberitahu mengapa acara di buat di rumah terdepan sebuah perumahan ini.


Untuk selanjutnya Wiwien mengatur usaha ini akan dipegang oleh mbak Ira. Suli dan Ira akan tinggal di rumah ini tanpa mengontrak. Kebetulan sekolah kedua anak mereka dekat perumahan ini.



Itu sebabnya yang akan bekerja di ruko adalah mbok Ipah, masih sepupu jauh mbok Ranti. Dan dia juga akan tinggal di ruko karena suaminya baru meninggal tiga bulan lalu dan dia tak punya anak.


‘Kamu selalu aja bisa me-manage semuanya dengan baik Sweet heart,’ batin Tonny.


“Ayok kita makan, kita mulai Awan potong tumpeng ya sayang,” Wiwien meminta Tonny mengajak Awan. Dia pegangi tangan putranya untuk memotong tumpeng yang akan dimakan oleh Awan.


Wiwien tak mau membagi puncak tumpeng pada siapa pun karena tak ingin menimbulkan kecemburuan. Mau dia kasih ke siapa? Ibu Iis? Ibu Iin? Mama Seroja?


“Awan ma’em sama Ayah ya?” bisik Wiwien pada Tonny sambil mengambilkan ayam bakar bumbu kecap.


“Oke,” sahut Tonny tak keberatan. Wiwien langsung mengajak yang lain untuk mengambil nasi dan lauknya. Dia sapa semuanya satu persatu.


“ini rumahmu Dek?” tanya Asih.

__ADS_1


“Iya Mbak, sudah nganggur enam bulan. Akhirnya kepikiran buat bikin cabang laundry disini,” sahut Wiwien.


‘Dia sangat cermat. Bahkan walau type kecil dia sudah beli rumah,’ Teguh makin bangga pada putrinya.


“Kenapa enggak minta aku buat urus balik nama rumah ini?” tanya Tonny.


“Habis ini akan minta bantuan. Kalau kemarin-kemarin minta tolong, enggak jadi kejutan,” sahut Wiwien dengan senyum manisnya.


Soal usaha baru Tonny memang tidak terkejut karena semalam sudah tahu saat dia ngintip lokasi. Tapi soal kepemilikan rumah ini baru kejutan untuknya.


‘Dia selalu saja membuat keputusan tanpa aku tahu,’ Iin tambah keqi karena tak pernah dianggap oleh Wiwien. Putrinya tak pernah minta pendapat padanya.


“Kamu hebat Wien,” Iis makin kagum pada putri angkatnya. Tak pernah habis idenya. Dan tak minta bantuan siapa pun untuk bergerak. Iswarni atau Iis makin tenang karena usaha suaminya yang akan mereka wariskan pada Awan pasti akan berkembang maju. Belum tentu akan maju bila dia serahkan pada Bayu.


Iis yakin spesies seperti Bayu, punya uang dan jabatan pasti akan mudah lupa pada keluarganya. Bisa-bisa usaha yang suaminya ristis malah akan menjadi tabungan dosa baginya karena memfasilitasi perbuatan zina bila dikelola Bayu.


“Berkat doa dan restu dari Ibu,” jawab Wiwien dengan merendah. “Sehat terus ya Bu.”


“Hanya melangkah lebih maju aja, belum lompat,” sahut Wiwien.


“Nasinya tambah Nit,” sapa Wiwien pada Hernita kekasih Arno.


“Iya Mbak, mau ganti makan bakso aja,” jawab Nita.


“Ayah makan gih, Awan turunin aja enggak apa-apa kalau maemnya sudah habis,” Wiwien menyuruh Tonny makan.


“Nanti aja makan berdua ya. Sekarang ambilkan bakso aja,” jawab Tonny. Maka Wiwien pun meracikkan semangkok bakso untuk Tonny tanpa kecap. Wiwien tahu kalau makan bakso Tonny tak suka pakai kecap.

__ADS_1


“Ini, kurang apa?” tanya Wiwien sambil menyuapi sedikit kuah bakso ke Tonny.


“Pas,” jawab Tonny. Karena sudah pas, maka Wiwien menyerahkan mangko tersebut ke Tonny.


“Dan, makan jangan malu-malu,” Wiwien menegur Wildan salah seorang pegawainya.


“Iya Bu. Ini lagi nambah. Habis ini juga mau makan bakso,” jawab Wildan tanpa malu.


“Jadi nanti yang jaga sini siapa Dek?” tanya Asih.


“Sini dipegang mbak Ira. Dia juga tinggal disini dari pada dia kontrak rumah. Yang di ruko dipegang mbok Ipah,” sahut Wiwien.


“Wah tambah enak karena mbok Ipah tinggal di dalam ya. Jadi malam bisa dikerjakan juga,” tanya Asih.


“Aku sih terapkan jam kerja laundry tetap pakai jam kerja kantor. Tapi kalau nanti mbok Ipah mau kerjakan di luar jam itu ya terserah,’ jawab Wiwien.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL TELL LAURA I LOVE HER  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL  TELL LAURA I LOVE HER  ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2