UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
TIGA BULAN LAGI


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Sabar ya. Kalau emang kamu mau, kita langsung nikah aja gimana? Biar ibumu enggak apriori seperti itu,” Tonny mendekap Wiwien dengan penuh cinta. Sejak tadi mereka telah tiba di ruko Wiwien. Awan sudah tidur di kamar atas.


“Mas siap koq ngelamarmu dan kita nikah. Resepsi maumu seperti apa akan Mas turuti,” Tonny membujuk Wiwien.


“Tunggu aku selesai wisuda S1 ya? Aku enggak mau pecah konsentrasiku. Kerjaan, kuliah, rumah tanggaku, sekarang lalu ditambah rencana nikah. Kan jadi ribet. Aku selesaikan dulu kuliahku yang sisa tiga bulan lagi baru kita bicarakan pernikahan,” jawab Wiwien.


Bukan Wiwien mengulur waktu, tapi dia tak mau asal terima padahal hal lain masih banyak yang harus dia pikirkan.


“Serius ya, tiga bulan lagi kita lamaran lalu enggak tunda. Langsung nikah aja. Jadi mulai sekarang biar Mas siapin semua masalah pernikahan sendiri. Nanti kamu kasih pendapat aja ya?” Tonny tentu senang mendengar jawaban Wiwien.


“Lalu bagaimana dengan rencana kuliah S2 mu?” lanjut Tonny. Dia ingat Wiwien ingin ambil kuliah S2.


“S2 bisa tunda karena belum dimulai kan. Lihat situasi nanti. Yang penting yang sekarang sedang berjalan jangan ditambah beban lagi,” sahut Wiwien.


“Baiklah. Untuk sekarang kita cooling down dulu. Jangan sering bersinggungan dengan ibu agar kamu enggak pusing,” bukan Tonny mengajarkan agar Wiwien menjauh dari sang ibu. Bukan itu maksudnya. Tapi dia juga tidak tega bila pikiran Wiwien makin tersiksa.


‘Kalau tak ada acara ulang tahun Henny kan Wien juga selalu menghindar bertemu ibu Mas,” Wiwien tak habis pikir dengan sikap ibunya.


“Ya sudah enggak usah dipikir. Kita akan buktikan kalau Mas beda dengan Bayu. Dan kamu harus buktikan kalau kamu bisa bahagia hidup dengan Mas,” Tonny membujuk Wiwien.


“Mas pamit ya. Kamu istirahat. Besok kuliah kan?”


“Iya, besok masuk siang jam sepuluh,” sahut Wiwien.


“Ya sudah. Mas besok sarapan disini dan Mas akan antar kamu ke kampus,” Tonny memutuskan akan menemani Wiwien saat perempuan itu sedih.


“Nanti aku pulang gimana?” tanya Wiwien. Dia tak ingin membuang waktu Tonny untuk menjemputnya lagi.


“Kita ke kampus dengan mobilmu. Mobil Mas akan diantar sopir ke kampus,” sahut Tonny santai. Dia peluk Wiwien dengan lembut dan dia cium bibir Wiwien dengan penuh cinta.


“Met bobo my future wife,” Tonny berbisik lembut.

__ADS_1


“Hati-hati ya Mas. Biar Mas bosen dengernya enggak apa-apa. Wien akan selalu pesan agar Mas jangan ngantuk dan jangan ngelamun kalau lagi nyetir.” Wiwien pun balas bebrbisik untuk kekasihnya.


***


Sesuai janjinya, Tonny datang pagi-pagi dengan diantar drivernya. Lalu sang driver langsung berangkat ke kampus dan menunggu Tonny disana.


Tonny bermain dengan Awan saat Wiwien masih sibuk dengan masakannya. Seperti biasa Wiwien tak hanya masak untuk sarapan tapi juga untuk makan siang mbok Ranti dan Ira. Tentu saja masak khusus untuk Awan yang tanpa cabai.


“Ayok kita sarapan,” Wiwien mengajak Awan dan Tonny sarapan. Dia membuat pecel lontong dengan peyek teri buatan simbok. Sarapan untuk Awan adalah lontong dengan udang goreng tepung bumbu asam manis.


“Aaa…,” Tonny menyodorkan sendok kemulut Wiwien yang sedang menyuapi Awan.


Tanpa membantah Wiwien menerima suapan Tonny. Simbok sudah mulai terbiasa melihat Wiwien diberi perlakuan manis seperti itu. ‘Dulu dengan Mas Bayu, mbak Wiwien yang selalu memberi perhatian. Sekarang kebalik. Padahal mbak Wiwien janda. Tapi jelas mas Tonny yang sangat mengejar mbak Wiwien.’


“Mbok saya berangkat yo. Inget jangan nyambi bila sedang ngawasin Awan,” setiap mau pergi selalu Wiwien berpesan agar menomor satukan Awan dari apa pun. Itu sebabnya dia yang menyiapkan makas siang bagi simbok.


***


“Wien,” suara yang tak terlalu jauh terdengar saat Wiwien sedang menerima kunci mobil dari Tonny. Mereka baru turun dan Tonny siap berangkat ke kantor dengan mobil miliknya yang sejak tadi telah standby disana.


Nanda memperhatikan lelaki yang bersama Wiwien bukan Bayu teman satu SMA yang sangat dia kenal dan Nanda juga hadir bersama alumni SMA saat Wiwien menikah dengan Bayu.


“Mas langsung berangkat ya,” tanpa malu Tonny mengecup kening Wiwien didepan Nanda.


“Hati-hati Mas,” bisik Wiwien.


“I will,” Tonny melambaikan kunci sambil berjalan kearah mobilnya. Sopirnya telah kembali ke rumah dengan ojek online.


“Siapa Wien?” tanya Nanda penasaran.


“Calon suamiku Kak,” sahut Wiwien.


‘Calon? Jadi saat ini dia janda? Sebelum janur kuning melengkung, aku masih punya harapan. Dia sekarang tidak taken,’ Nanda sekarang seperti mendapat pijar lampu saat gelap.


“Aku minta nomor whats app mu dong Wien,” pinta Nanda. Dia tak jadi bertanya tentang Bayu. Dia akan cari info sendiri sejak kapan Bayu dan Wiwien bercerai dan karena sebab apa.


Wiwien pun tak keberatan memberikan nomor ponselnya pada Nanda. Mereka berjalan beriringan hingga kelas yang akan Wiwien masuki.

__ADS_1


‘Oh dia ambil managemen,’ Nanda langsung bisa tahu jurusan Wiwien dari kelas yang dimasuki perempuan itu.


Nanda langsung kembali ke mobilnya. Hari ini dia memang hanya ingin mencari Wiwien. Dia lalu kembali ke kantornya. Nanti dia akan mencari info tentang Bayu di teman-teman dekatnya sesama alumni SMA mereka.


***


Seroja makin lancar saja berjalan. Dia semakin semangat. Teraphis bilang dia sudah bisa datang dua minggu sekali bahkan satu bulan sekali saja karena kemampuannya sudah maksimal.


Sekarang memang dia tak menggunakan alat lagi. Sesekali hanya berpegang pada bu Waode saja. Tapi tidak nempel terus. Perkembangan yang sangat bagus.  Dia juga sering bertukar khabar dengan Sashi yang rajin menghubunginya lewat telepon. Dan dengan Tonny setiap malam putra bungsunya selalu bercerita bagaimana kegiatannya satu harian itu. Semua sudah kembali normal.


Dan sebagai kebiasan setiap hari Sabtu pagi dia berkunjung ke ruko Wiwien dan memasak serta bercerita dengan santai hingga Tonny menjemputnya pulang sehabis merka makan siang bersama.


“Ma, nanti bawa lho ini. Tadi simbok bikin buat Mama,” Wiwien memberitahu tupperware berisi peyek kacang yang Seroja inginkan.


“Iya,” sahut Seroja. Simbok memotongi kacang tanah kecil kecil sehingga peyeknya enak.


“Koq telat Mas?” Wiwien bertanya pada Tonny yang tak bisa abru tiba setelah jam satu. Biasanya setengah satu sudah sampai rukonya.


“Tadi mampir ke bengkel ganti oli. Mau kirim pesan ponselku mati,” jawab Tonny dengan wajah jengkel.


‘Ponsel dia kan dua? Satu mati, kan bisa pakai nomor satunya. Ada apa?’ Wiwien tak mau ribut depan Seroja. Dia hanya memendamnya seorang diri.


\==========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  TELL LAURA I LOVE HER YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL  TELL LAURA I LOVE HER  ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2