
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Lalu duniaku berubah sejak aku bicara dengan adik ipar seniorku di karate. Ada rasa menggelitik dihatiku mendengar suaranya. Serasa ingin memeluknya dan melindungi dia dari kesedihan. Padahal aku belum melihat wajahnya sama sekali.
Lalu esoknya, aku berkenalan dengannya. Sejak bertemu dengannya kehidupanku jadi terarah, nyaman dan bahagia. Hari-hariku yang biasanya hanya kerja, kerja dan kerja sekarang lebih berwarna. Aku menjadi punya sesuatu tujuan yang aku sendiri belum tahu tujuanku apa. Bingung kan? Tujuan tapi belum tau tujuannya.
Itu seperti kita merasa ada sesuatu yang ingin kita katakan, tapi kita enggak tau mau bilang apa.
Bahkan sesuatu yang dulu terlihat tak berguna misal memperhatikan kegiatan orang sekitar, sekarang semua aku lihat. Ternyata semua menjadi sangat berarti. Entah kemana diriku selama ini.
Awalnya aku suka akan kemandiriannya. Keteguhannya. Tapi selanjutnya aku terpesona akan prinsip hidupnya yang tak ingin tergantung pada siapa pun
Ada rasa yang tak lengkap bila tak mendengar suaranya satu hari saja.
Inikah yang disebut CINTA? Rasa yang belum pernah kurasakan pada siapa pun termasuk pada Pricilla dan Vita. Baru pada Wiwien aku memiliki rasa ini.
Dulu aku benci pada orang yang terjerembab karena cinta. Dan sekarang aku merasakannya sendiri.
‘Wiwien ada beribu kata cinta yang aku miliki untukmu. Kamu seperti menghuni semua sudut hatiku.’
CEMBURU?
Kata yang dulu sering aku tertawai dengan sinis. Aku bilang : hanya orang bodoh dan tak percaya diri yang merasakan cemburu. Dan sekarang aku kena karma ucapanku itu.
Karena aku selalu cemburu pada siapa pun yang mendekati bahkan hanya memandang Wiwien dengan tatap memuja.
Sekarang cemburu memenjarakanku. Aku takut Wiwien dicuri dariku. Aku sangat takut kehilangan dirinya, hati dan pikiranku hanya penuh dengan nama Wiwien saja.
TONNY POV END
Hari ini Seroja minta pada bu Waode untuk diantar ke rumah sakit. Dia minta didaftarkan untuk teraphy. Dan bu Waode tak boleh lapor pada Tonny. Walau hanya sepotong-sepotong ucapan Seroja, tapi bu Waode mengerti apa maksud nyonyanya. Sayang rencana sembunyi-sembunyi Seroja tak akan terwujud.
Seroja lupa kalau Rahmad sekarang sudah kembali ke Indonesia dan sudah kembali bekerja. Dari Rahmad maka Tonny tahu sang mama berlatih untuk kembali bergerak. Tentu saja Tonny senang.
***
Akhirnya kasus Pangestu Hudaya selesai. Tonny tak bisa mencegah perceraian antara pasangan itu. Dan hak asuh anak jatuh ketangan Pangestu karena selama ini memang Amalia Witri, istrinya sama sekali tak memperlihatkan cinta yang tulus pada Tari. Dan Mentari juga tak mau tinggal berpisah dari Pangestu Hudaya.
__ADS_1
Tonny keluar ruang sidang dengan lelah. Dia sering terbawa sedih bila ada yang bercerai. Tapi itu sudah pekerjaannya. Mau bagaimana lagi?
‘Cape Yank,’ sedikit kolokan Tonny mengeluh pada Wiwien.
‘Nikmati semuanya, maka lelahmu akan hilang,’ balas Wiwien. Dia sendiri baru akan meluncur pulang setelah dari kampus lalu mampir ke kios roti miliknya.
‘Malam ini aku boleh ke rumah enggak?’ tanya Tonny.
‘Selama ini apa ada yang larang?’ jawab Wiwien.
‘Pulang kantor langsung boleh?”’tanya Tonny lagi.
‘Sekarang juga boleh,’ Wiwien malah balas menantang Tonny.
‘Siap cuzzz on the way,’ sahut Tonny dengan semangat.
Ternyata Tonny beneran sampai lebih dulu dari Wiwien karena dari kios rotinya Wiwien masih iseng ke toko alat dan bahan laundry yang kebetulan dia lewati. Dia melihat dengan saksama apa yang sekiranya harus dia tambahkan. Jadi tentu saja tidak sebentar dan sambil lewat.
“Koq udah duluan Mas, kirain enggak serius mau kesini,” Wiwien membiarkan Tonny mengecup keningnya seperti biasa.
“Apa aku pernah enggak serius kekamu?” tanya Tonny.
“Ha ha ha ada yang cemburu. Panggil A-yah dulu… a …yah,” Tonny mengeja kata ayah buat Awan. Lelaki kecil itu masih saja memanggilnya iyah.
“Au …,” Awan menggeleng bila dipaksa. Dia memang selalu merajuk seperti itu.
Wiwien mengecup Awan yang sedang bermain alat musik yang dia belikan. “Anak Bunda enggak salim Bunda karena ada ayah ya?”
Wiwien menyodorkan tangannya pada Awan dan lelaki kecil itu tersenyum malu lalu mencium punggung tangan Wiwien dengan suara keras “eeemuuuaaaah” dan tentu saja ada air liur dipunggung tangan Wiwien.
“Ha ha ha, bikin tangan Bunda bau iler aja kamu ah,” Wiwien bahagia melihat kelakuan Awan.
Wiwien membawakan Tonny roti dari kiosnya juga teh sereh jahe untuk dirinya karena teh untuk Tonny sudah disiapkan oleh mbok Ranti.
“Bu, saya pamit,” sudah jam empat dan Ira akan pamit seperti biasa.
“Sudah bawa makanan?” tanya Wiwien. Dia ambilkan satu kotak roti yang memang dia bawa untuk anak-anak Ira.
“Sudah Bu. Ini malah ditambah roti. Terima kasih Bu.”
“Kenapa enggak balik kantor lagi?” tanya Wiwien.
__ADS_1
“Bete Yank,” jawab Tonny. Lelaki itu tiduran di kasur yang digelar oleh simbok untuk Awan tadi.
“Dulu apa enggak sering bete seperti ini?” pancing Wiwien.
“Dulu lebih sering bete dan aku sengaja ngebut pelajari berkas biar cape banget lalu langsung tidur,” sahut Tonny.
“Enggak pelampiasan ke yang lain?” tanya Wiwien.
“Aku enggak pernah mabuk atau main perempuan Yank. Aku masih sadar reputasiku dipertaruhkan bila ada yang lihat aku mabuk atau main perempuan,” Tonny tentu menjaga namanya agar selalu bersih.
“Aku enggak bilang kamu pelampiasan main perempuan atau mabuk kan? Bisa aja olah raga, makan, ngerokok atau nonton atau apalah,” sahut Wiwien santai.
“Ya itu, tidur,” sahut Tonny.
“Ya udah, sekarang Mas tidur. Sana atur posisi yang bener, aku usap kepalanya biar lelap,” Wiwien meminta Tonny tidur karena terlalu lelah. Dan sesuai perkataannya tadi Wiwien mengusap rambut Tonny sampai lelaki itu benar terlelap.
Simbok yang masuk menggendong Awan melihat bagaimana lembutnya perlakuan Wiwien pada Tonny.
“Ayok kita mandi diatas,” Wiwien membawa Awan keatas untuk mandi. Simbok menjaga laundry sambil dia membersihkan sayuran untuk bikin pecel. Menu makan malam kali iini.
Sehabis mandi maka Wiwien menyuapi Awan dengan ikan lele goreng. Karena menu makan malam adalah pecel dan lele goreng serta kerupuk. Ada sedikit sop untuk Awan.
“Sudah selesai maemnya Mbok, waktunya jalan-jalan naik sepeda sebelum maghrib,” biasa simbok akan mengajak Awan muter kedalam perumahan sebentar sehabis makan sore. Wiwien tidak membolehkan simbok nyuapi Awan sambil dibawa jalan-jalan. Makan selesai baru boleh jalan-jalan.
Begitu Awan keluar Wiwien langsung menggoreng ikan lele dan mengukus sayuran serta merendam bumbu pecel dengan air panas. Dia memang seperti itu. Cepat dan rapih dalam segala hal. Tadi siang simbok hanya menggoreng lele untuk makan Awan saja.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL UNREQUITED LOVE YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETIN JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL UNREQUITED LOVE ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1