
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Silakan nyonya," Tonny memberikan satu ikat kunci rumah pada Wiwien. Sehabis sarapan Tonny mengajak anak dan istrinya ke rumah baru mereka.
Wiwien tak percaya melihat rumah yang Tonny nelikan untuknya.
"Ini bukan rumah Mas," belum turun Wiwien sudah protes. Tonny keluar mobil dan dia mengambil Awan dari pangkuan Wiwien.
"Bunda enggak mau turun. Kita turun berdua aja ya Mas," sejak Wiwien setuju menikah kemarin. Tonny memanggil Awan dengan sebutan Mas. Dia ingin Awan terbiasa menjadi seorang kakak.
Tonny tak mau mengambil kunci yang tadi sudah dia berikan pada Wiwien. Tonny ingin Wiwien yang membuka pintu rumah ini.
Tonny dan Awan bermain di rumput depan rumah yang tak berpagar itu.
Dilingkungan perumahan ini memang rumah tanpa pagar. Rupanya Tonny membawa bola plastik. Dia biarkan Awan menendang bola semaunya.
Awan tentu suka. Biasa hanya di lingkup kecil di ruko, sekarang dia bebas berlarian tentu membuat anak itu bahagia.
Wiwien akhirnya keluar mobil. Dia masukkan kunci ke lubangnya dan dia putar perlahan.
Di ruang tamu terlihat tiga bingkai besar yang masih kospng. Lalu di ruang tengab ada foto saat mereka di Magelang.
Ada foto Awan sendiri ketika bayi. Ada foto mereka bertiga ketika Awan ulang tshun pertama. Dan foto mereka bertiga saat ulang tahun Awan ke dua.
Awan belum mau masuk sehingga Wiwien menjelajah rumah sendirian.
Rumah ini tidak tingkat. Wiwien membuka sebuah kamar. Masih kosong, tapi dari background lukisan di dinding dan warnanya Wiwien yakin ini kamar Awan.
__ADS_1
Wiwien melihat dua kamar lain yang masih polos. Selanjutnya di kamar ke empat Wiwien melihat kamar ini sangat besar. Belum selesai di cat warna cream.
Dalam kamar mandinya ada *whirlpool* bukan hanya *bathtub* biasa seeprti dikamar lainnya.
Wiwien benar-benar tak menduga rumah seperti ini yang Tonny siapkan untuknya.
Wiwien keluar dari kamar itu. Dia menuju ruang tengah yang luas, bersebelahan dengan ruang yang kemungkinan untuk ruang makan karena dekat dengan dapur bersih.
Lalu ada *space* belakang yang bangunannya terpisah dari bangunan utama. Penghubung bangunan ini hanya selasar beratap dan tetap berlantai keramik. Persis seperti selasar rumah sakit yang luas dan panjang.
Di belakang ada gudang. Dua kamar pembantu. Dapur kotor, ruang cuci dan jemur serta taman belakang yang sudah ada pohon kelengkeng dan satu pohon durian yang sepertinya baru di tanam.
"Bagaimana? Ngerti kan kenapa Mas enggak bisa ajak kamu cepat pindah."
"Pernikahan kita kan dipercepat. Jadi rumah ini belum selesai di rapikan."
"Iya Mas. Wien udah ngerti," jawab Wiwien.
"Pulang yok. Kita lihat furniture. Nanti kita pesan. Begitu rumah siap barang minta dikirim," ajak Tonny.
\*\*\*
Wiwien dan Tonny serta Awan tentunya makan siang terlebih dahulu sebelum melihat furniture. Untuk furniture memang sejak dulu Tonny akan membiarkan Wiwien menentukan pilihan sesuai seleranya. Dia tak mau ikut campur hal itu.
"Pak Tonny," sapa seseorang ketika pasangan itu sedang makan siang.
"Selamat siang pak Pangestu Hudaya." Balas Tonny sopan.
"Sendiri Pak? Kenalkan ini istri dan anak kami," Tonny mengenalkan Wiwien.
__ADS_1
"Saya sendiri. Sedang menunggu seseorang yang diminta kenalan oleh orang tua. Biasa lah. Orang tua maunya saya segera menikah lagi." Sahut pria mapan itu.
"Itu ibu saya. Kenalkan Ma, ini pengacara yang bantu Estu buat menangin kasus Tari," Pangestu Hudaya memperkenalkan sang mama.
Mereka lalu tanya jawab sedikit sambil menunggu kenalan sang mama yang akan dijodohkan dengan Pengestu
"Itu mereka," mama Pangestu Hudaya menunjuk dua orang yang baru datang. Tonny tentu sangat mengenal kedua perempuan itu.
"Itu wanita yang akan di jodohkan dengan saya." Bisik Pangestu pada Tonny.
"Dunia sangat sempit ya tante Tria Aryani. Apa khabar?" Senyum mengejek Tonny perlihatkan.
Tria dan Vita tentu kaget melihat ada Tonny disana.
"Pak Tonny kenal dengan teman saya ini?" Tanya mama Pangestu Hudaya.
"Sangat kenal Bu. Tanyakan pada dia siapa saya! Dan tanyakan pada calon menantu ibu siapa saya dan apa yang ibu saya lihat tentang dia."
"Kamu jahat Tonny! Sangat jahat!" Pekik Tria.
"Memang saya berbuat apa koq dibilang jahat Tante?
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.
__ADS_1