UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
HUBUNGAN BAIK DENGAN MANTAN DAN PASANGANNYA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Hari ini hari ketiga sesudah pernikahan Bayu dan Nisa. Hubungan keduanya masih datar seperti atasan dan bawahan. Tiba-tiba teleponnya Nisa berdering.



Ada panggilan dari ponsel ibunya Nisa saat perempuan itu hendak menuju toilet.



"Iya Bu Assalamualaikum," sapa Nisa pada ibunya.



"Bisa ke rumah sakit segera? Ayah kritis," tanpa membalas salam Murni memberitahu putrinya.



"Iya Bu, aku bilang ke mas Bayu. Aku segera meluncur ke rumah sakit sekarang juga," jawab Nisa. Perempuan itu segera ke kamar mandi dulu karena dia sudah kebelet pipis. Bisa bahaya kalau dia tunda.



Habis dari kamar mandi Nisa berlari langsung masuk ruangannya.



"Mas Ayah kritis, barusan ibu telepon," Nisa memberi tahu Bayu yang sedang mencoret-coret sketsa di kertas yang dia sedang periksa.



"Kamu bersiap, aku pamit sama Herman," Bayu langsung menghubungi Herman dan Steven melalui telepon meja. Dia pamit bahwa dia dan istrinya sekarang akan langsung ke rumah sakit karena ayahnya Nisa kritis. Dan besok kemungkinan mereka tidak masuk kerja.



"Kamu telepon Ibu," kata Bayu pada Nisa saat mereka masuk ke mobil.



"Aku kan belum punya nomor telepon ibu," Bayu lupa hal itu.



"Ya udah nih pakai punya aku." Bayu memberikan ponselnya. Dia sedang nyetir, tak mau terganggu.



"Passwordnya ulang tahun Awan. 0303," kata Bayu.



Nisa pun membuka ponsel suaminya.



"Assalamualaikum, Ada apa Yu?" kata Iis lembut seperti biasa.



"Wa'alaikumsalam Ibu. Ini Nisa," balas Nisa pada mertuanya.



"Eh Iya ada apa Nis?" tanya Iis.



"Kami mau ngabarin Bu,  ayah Syamsul kritis. Ini kami sedang menuju ke rumah sakit," jawab Nisa.



"Oh ya. Nanti Ibu kabarin ayah, biar kami langsung ke rumah sakit," jelas Iis.



"Iya Bu. Terima kasih, Assalamualaikum," Nisa mengakhiri pembicaraan dengan ibu mertuanya.


\*\*\*



Di ruang rawat, Syamsul minta tangan Bayu dan Nisa untuk dia genggam. Syamsul bilang "Bismillah, yang rukun," Bayu dan Nisa mengangguk mendengar permintaan Syamsul yang menyatukan jemari mereka dalam genggaman tangannya.



Bayu membisikkan bacaan syahadat untuk Syamsul ikuti. Bayu menuntun mertuanya.



"Insya Allah Ayah, kami akan selalu rukun," janji Nisa. Syamsul yang mendengar itu lalu tersenyum. Tak lama mesin penunjuk detak jantung bergerak datar.


__ADS_1


Bayu langsung mengucap "Innalillahi wa inna ilaihi rojiun."



Murni dan Nisa menjerit memanggil Syamsul. Saat itu lah Joko dan Iis masuk. Mereka segera menghibur Murni dan Nisa.


\*\*\*



Bayu segera mengurus administrasi pembayaran rumah sakit agar jenazah bisa segera pulang. Rupanya pembiayaan rumah sakit Syamsul dicover asuransi yang dia ikuti sehingga tak ada kesulitan.



"Nis," kata Bayu disela melihat syarat membawa pulang jenazah.



"Ya Mas," Nisa sedang membereskan kamar rawat. Memasukkan semua barang milik dia, Syamsul dan Murni untuk dibawa pulang.



Murni sudah di ruang jenazah bersama Joko dan Iis. Mereka menunggui Syamsul dimandikan dan dikafani. 



"Kamu cari nomor teleponnya Tonny. Mas tulis namanya AYAHNYA AWAN.  Kasih tahu juga alamat rumah duka," pinta Bayu. Ponsel Bayu memang masih dipegang Nisa sejak tadi.



"Telepon juga Herman. Tulisan namanya Herman SMA sama Steven HRD di ponsel aku. Banyak nama Herman dan Steven yang Mas simpan. Maka lihat petunjuk kata keduanya," Bayu.



"Iya Mas," jawab Nisa cepat. Tak terbayangkan bila dia belum menikah dengan Bayu saat eyang Yuni serta ayah Syamsul pelindungnya selama ini meninggal dalam jarak waktu hanya selisih satu minggu saja. 



Nisa sudah tahu surat pernyataan yang ditandatangani Ahmad karena Tonny mengirim copy-an nya ke ayah Joko, dirinya juga ke Murni. 



Kalau pun dia menikah dengan orang lain belum tentu suaminya bisa menekan Ahmad seperti yang Tonny lakukan sesuai perintah mertuanya.



Bayu memang sosok pelindung yang tepat untuk dirinya. Dia ingat janjinya pada ayah Syamsul. Dia akan mewujudkan janjinya itu.



Nisa pun mengikuti perintah suaminya dan mengatakan bahwa ayahnya meninggal. Pada Tonny, Herman dan Steven.



\*\*\*



Nisa merasa sangat kehilangan ayahnya. Karena Syamsul dan Murni memang merawat Nisa seperti anak kandung sendiri.  Terlebih Nisa adalah keponakan kandung Syamsul sendiri, bukan anak orang lain.



"Mas tahu kamu sedih. Mas tahu kamu kehilangan ayah, tapi kamu harus makan. Kalau kamu sakit atau kamu pingsan yang akan menopang dan menjadi penguat ibu siapa?" Bayu memaksa agar Nisa makan.



Sejak siang tadi dari berangkat kantor kan memang belum waktu makan siang. Sekarang sudah jam 08.00 malam. Jadi perut mereka dua kali waktu makan belum diisi.



Wiwien baru datang sehabis Isya menunggu Tonny pulang kantor. Saat dihubungi siang tadi Tonny sedang berada di ruang sidang.



"Nis makan dulu. Mbak tahu kok kamu sedih tapi nggak gini caranya. Kamu harus makan agar kuat," Wiwien pun menasehati Nisa.



"Iya Mbak, ini aku mau makan," Jawab Nisa.



"Kami pulang dulu ya Nis." Wiwien pamit.



"Kasihan Awan kalau rewel," lanjut Wiwien.



"Iya Mbak terima kasih sudah berkenan hadir," balas Nisa.



"Dan besok mungkin aku tidak ikut ke pemakaman. Kalau mas Tonny bisa mungkin Mas Tonny ikut tapi aku nggak ikut. Aku takut terlalu cape," Wiwien juga memberitahu dia besok tak bisa datang ke pemakaman.


__ADS_1


"Iya Mbak nggak usah dipaksa. Mbak juga haris sehat agar dede lahir sehat," balas Nisa.



"Iya sorry, bukan enggak ngehormatin ayahmu. Tapi memang Mbak lagi enggak boleh kecapean, tadi pagi juga dari dokter diantar mama Seroja karena mas Tonny ada kasus berat." Wiwien meminta pengertian Nisa.



"Iya Mbak," Jawab Nisa.



"Aku udah terima kasih koq walau sedang kurang sehat Mbak tetap datang. Sekali lagi terima kasih Mbak," jawab Nisa. Wiwien pun pamit dan memeluk Nisa erat.



Banyak tetangga dan kerabat Murni dan Syamsul melihat bagaimana manisnya sikap mantan istri suami Nisa kepada Nisa.



"Hati-hati ya Mbak," pesan Nisa pada Wiwien.



"Iya terima kasih ya. Kamu di sini aja nggak usah antar aku ke depan. Lanjutin aja makannya," kata Wiwien lebih lanjut.



"Makasih ya Wien," kata Bayu. Bayu tidak mau mendekat pada Wiwien takut ada salah paham dari Nisa dan takut pandangan buruk dari orang-orang.



"Iya sama-sama," kata Wiwien. Dia pun tak salaman pada Bayu. Yang salaman adalah Tonny.



"Aku pulang dulu ya, takutnya Awan udah rewel," Tonny pamit pada Bayu dan Nisa.



"Awan kalau bundanya belum pulang nggak rewel tapi kalau Ayahnya belum pulang dia nangis," kata Wiwien melengkapi kalimat Tonny.



"Oh iya nggak apa-apa." Bayu dan Tonny pun saling dekap erat.



Tonny dan Wiwien juga pamit pada Joko dan Iis. 



"Ayah, Ibu aku duluan ya kasihan Awan," pamit Wiwien.



"Iya Nduk, hati-hati," sahut Iis. Dia peluk Wiwien dengan penuh rasa kasih.



"Iya Bu. Dan aku pamit juga, besok aku nggak ke pemakaman ya Bu."



"Iya nggak usah dipaksain," balas Iis.



"Tadi pagi aku ke dokter diantar mama karena kecapean. Jadi besok nggak mau maksain ke pemakamannya ayah Samsul."



Orang-orang pada berbisik-bisik melihat tontonan live bagaimna baik dan sopannya Tonny dan Wiwien pada Nisa dan Bayu. Bagaimana sikap mereka berdua terhadap orang lain.



Tonny pada mantan suami istrinya aja baik. Kedua suami antar mantan nggak seperti yang dicerita-cerita karena orang-orang melihat Tonny memeluk dan menepuk-nepuk punggung Bayu begitu pun Wiwien memeluk Nisa.



Suatu hubungan mantan yang terjalin baik  walau pun perpisahan mereka itu akibat perbuatan tak baik.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1677552653098.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.


__ADS_2