UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
SEPERTI KERUPUK KECELUP AIR


__ADS_3

DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


 Dengan Pricilla karena masih kelas sepuluh, berpegangan tangan saja sudah panas dingin. Dengan Pricilla memang paling jauh mereka hanya bergandengan tangan saja. Tidak lebih.


“Night too Mas, hati-hati ya,” sahut Wiwien dan dia langsung menutup pintu rolling door ruko.


Tonny tiba dirumah ketika suster baru saja menutup pintu kamar Seroja.


“Apa mama sudah mau bicara dengan suster?” tanya Tonny.


“Belum Tuan. Tapi sudah menggeleng dan mengangguk. Dia juga sering menolak atau menunjuk yang dia mau,” jawab bu Waode.


“Setidaknya dia memenuhi kesepakatan dengan mbak Wiwien,” lanjut bu Waode.


“Apa kesepakatan dengan Wiwien?” tanya Tonny penasaran.


“Maaf, saat itu saya sedang menyiapkan baju ganti nyonya. Saya hanya mendengar kata terakhir mbak Wiwien saja Tuan. Tidak tahu keseluruhannya,” sahut bu Waode.


“Apa itu?’ desak Tonny.


“Mbak Wiwien bilang : Kalau Tante bisa berubah, Wien juga akan belajar membuka hati sedikit demi sedikit untuk kak Tonny. Wien juga tak bisa frontal berubah drastis karena luka ini masih basah didalam walau diluar terlihat kering,”


“Lalu nyonya menjawab : “Baik, Tante akan berubah untuk kebahagiaan Onny yang selama ini tertunda. Begitu Tuan,” bu Waode mengakhiri ceritanya.


‘Aku tahu, lukamu masih basah. Dan aku akan membantumu membuat luka itu cepat kering. Aku berjanji. Karena baru kamu yang bisa membuatku merasa butuh pendamping. Dan kamu juga yang bisa membuat mamaku kembali. Kamu teristimewa untukku dan mama. Aku akan berjuang untukmu,’ Tonny bergegas masuk kamar mandi untuk mandi lalu tidur. Dua bulan dia tak tidur di rumah.


***


BAYU POV 


‘Wiwien memposting ulang tahun Awan dan pembukaan usaha barunya. Kamu sangat hebat sayang. Selamat ulang tahun anak Ayah,’ Aku melihat postingan Wiwien. Aku tak percaya Wiwien makin bersinar setelah bercerai denganku. Bukan malah terpuruk.

__ADS_1


Sedang aku? Aku malah sudah dapat SP II karena kembali lalai. Hanya memikirkan bagaimana bisa kembali pada Wiwien yang jelas-jelas tak mau lagi denganku.


Untuk move on aku sudah tak bisa. Beberapa gadis manis yang mendekatiku pun aku tak tertarik. Bahkan aku coba nakal dengan mencoba menanggapi mereka sekedar mencari pelepasan saja, senjataku tak mau dikokang. Dia seperti kerupuk kecelup air.


Beberapa kali aku coba make out dengan model yang mendekatiku agar bisa dipakai agency, tapi senjataku melempen. Jadi aku tak mau lagi mencoba. Aku trauma dengan apa yang aku lakukan dengan Ririn. Aku ingat sudah menyakiti istri dan ibuku. Aku tak bisa lagi melakukan hal itu diluar pernikahan.


“Kau nikahi aja pembantumu. Kali aja ama dia senjatamu mau berdiri tegak. Bukankah kau sangat tergila-gila padanya sampai kamu berbuat gila selingkuh dari berlian seperti Wiwien,” Herman sahabat sekaligus atasanku dikantor malah memberi saran yang absurd.


“Entah apa yang saat itu terjadi. Tapi memang aku seperti berada dialam bawah sadar. Aku selalu menurut apa yang diminta oleh Ririn. Seakan aku seperti dibawah kendalinya. Dia tidak lebih cantik dari Wiwien. Tidak lebih rapet dari Wiwien dan pastinya dia tidak lebih memuaskan dari Wiwien. Tapi aku selalu seperti kerbau dicocok hidung bila mendengar perintahnya,” sahutku pada Herman.


‘Apa aku diguna-guna? Apa jaman sekarang ilmu seperti itu masih ada? Tapi memang aku tak pernah bisa membantah kemauan Ririn,’ baru sekarang aku menduga pengaruh Ririn yang aneh.


Dengan Ririn aku juga sampai lupa salat dan juga tak ingat dosa berzina. Padahal sejak kecil ayah dan ibuku mendidik nilai agama yang kuat. Aku bahkan tak pernah takut ketahuan Wiwien. Aku yakin semua yang aku lakukan dengan Ririn akan selalu aman dan terkendali.


BAYU END POV


***


 Wiwien hari ini tidak masak sarapan. Masih nasi gurih sisa ulang tahun Awan. Dia memanaskannya dan menggoreng kembali ayam serta dadar telur. Cukup sudah dua piring dia siapkan untuk sarapan dirinya dan simbok. Nanti Ira akan dia suruh goreng ayam sendiri saja.


“Siang masak apa?” tanya simbok.


“Enggak masak ah. Keluarin yang mateng aja di freezer. Sepertinya ada semur ayam. Ada balado udang, ada balado tongkol. Keluarin salah satu aja,” jawab Wiwien. Dia ingin berleha-leha dengan Awan. Setelah dua bulan lebih setiap habis subuh sudah meluncur ke rumah sakit.


***


‘Sweet heart, kamu ada rencana keluar hari ini?’ Tonny mengirim pesan pada Wiwien. Sudah dua jam belum juga dibaca.


‘Apa dia belum bangun?’ pikir Tonny.


‘Maaf mas, dari tadi ponsel di kamar, aku sejak tadi di bawah dengan Awan. Hari ini aku enggak ingin kemana pun. Aku cuma ingin main dengan Awan aja dikamar atas,’ balas Wiwien yang baru naik setelah Awan selesai sarapan.


Hari ini Wiwien ingin gulang guling dikasur saja berdua Awan. Dia juga tak ingin Tonny datang.

__ADS_1


‘Baiklah kalau itu maumu,’ sahut Tonny. Padahal tadinya dia berniat main ke ruko. Sayang pemilik hatinya sudah memberi lampu merah dengan mengatakan hanya ingin berdua dengan Awan saja.


‘Untung aku enggak pergi,’ Tonny membatin saja. Karena Sashi dan anak-anak serta Rahmad datang untuk menghabiskan hari minggu dengan Seroja.


“Kita jalan-jalan ke mall yok Ma, window shopping,” Sashi mengajak Seroja. Dan Seroja mengangguk pelan.


Jadilah sekarang semua ke mall tanpa bu Waode. Sashi mendorong kursi roda Seroja, Rahmad dan Tonny masing-masing menggandeng gadis kecil anak Sashi. Mereka tak belanja. Hanya melihat-lihat karena Seroja menolak semua yang ditawarkan Sashi dengan menggeleng.


“Ma, gimana kalau kapan-kapan kita belanja bareng Wiwien?” usul Sashi.


“Iya,” jawab Seroja dengan mengangguk dan mata berbinar. Sashi hanya melempar pandangan pada Tonny dan suaminya.


“Sekarang kita temani anak-anak bermain ya Ma. Kita lihat mereka main sambil kita ngemil,” Sashi mendorong kursi roda ke arena bermain anak-anak.


“Pak Tonny,” sapa seorang bapak yang sedang mengawasi putrinya bermain.


“Hai pak Pangestu Hudaya, sedang bermain dengan Tari?” tanya Tonny melihat kliennya.


“Iya Pak,” sahut Pangestu.


“Kenalkan, ini kakak dan kakak ipar saya dan ini mama saya. Ma, ini pak Pangestu yang waktu itu anaknya dirawat saat mama juga sedang sakit,” Tonny memperkenalkan keluarganya.


‘Aku kira waktu itu dia memang berniat mengantar Wiwien dengan menggunakan alasan bertemu dengan klien. Ternyata memang ada klien di rumah sakit yang sama denganku,’ Seroja ingat saat dia sakit dan berkenalan dengan Wiwien dulu.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL UNREQUITED LOVE  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2