UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
I’M BACK


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


”Ayah disini sayang,” Tonny langsung menggendong Awang dengan pergelangan tangannya. Tangannya masih kotor karena dia makan tak menggunakan sendok.


“Kita keluar yok, Ayah akan cuci tangan ya,” dia bawa Awan keluar ke arah dapur. Dia cuci tangannya menggunakan sabun agar Awan tidak panas kena cabe dari tangannya. Dia ambil lap bersih dimeja lalu menggendong Awan denga telapak tanganny.


“Kita maem yok, simbok sudah bikinkan Awan bubur sumsmum manis,” Tonny kembali duduk di meja makan. Dia ambil mangkok dari angan Wiwien.


“Maem dulu lalu kita minum obat lagi ya,” ajak Tonny dengan lembut. Dan tanpa banyak bicara Awan hanya memandangi Tonny sambil membuka mulutnya malas.


“Awan maem disuapi Ayah, Ayah maem disuapi Ibu. Ayok balapan,” Wiwien menyuapi Tonny, membuat Awan tersenyum samar.


“Ibu juga maem lagi, tadi kan belum habis,” perintah Tonny.


“Enggak enak rasanya makan tumis genjer pakai sendok,” jawab Wiwien.


“Ya udah, pake tangan aja kayak tadi. Aku enggak masalah koq disuapin pakai tangan,” jawab Tonny tanpa ragu.


‘Apa masalah mereka kemarin? Sampai mbak Wiwien lari selama satu bulan. Semoga habis ini semua baik-baik saja. Aku lihat cinta pak Tonny sangat besar pada mbak Wiwien. Bahkan mas Bayu dulu tak pernah sangat perhatian pada mbak Wiwien walau dia juga mencintai istrinya sebelum datang Ririn,’ batin mbok Ranti.

__ADS_1


***


“I’M BACK! I'm back. i'm back.Welcome to freedom,” perempuan itu mengucap berulang-ulang DIA KEMBALI sambil tersenyum sinis saat keluar dari pintu yang telah membatasi kebebasannya.


Delapan belas bukan dia mendekam dalam penjara. Dari yang seharusnya 36 bulan. Dia berhasil meminta Mr X menebus kebebasannya bila tak ingin video penyatuan tubuh mereka dia berikan pada istri Mr X itu.


Bagaimana bisa? Mungkin itu yang ada dalam readers tercinta.


FLASH BACK ON ( kita agak panjang di kilas balik Ririn kali ini ya )


”Rin. Sepertinya emak sudah enggak bisa lagi nyari hutangan buat bayaran sekolahmu. Bapak semakin lemah jadi enggak bisa mburuh nderep ( jadi buruh di sawah orang lain ). uang hasil kerja ibu cuci baju cukup untuk makan kita berlima saja,” siang itu emak Ririn memberitahu anaknya yang sudah mendapat teguran karena uang pangkal masuk SMA belum dibayar, begitu pun uang SPP sudah nunggak tiga bulan.Ririn memang pintar, tapi tak dapat beasiswa sehingga untuk sekolah harus membayar. Dia punya dua adik lelaki yang masih SMP dan SD. Tentu ibunya lebih memberatkan anak lelaki karena nanti mereka harus jadi kepala keluarga.


“Injih Mak. Kalau begitu Rin ikut jadi buruh nyuci saja. Enggak usah neruske sekolah,” jawab Ririn dengan manis. Dia memang anak penurut.


“Njih enggak apa-apa. Buat ngeringanin beban Mamake. Kasihan bapak juga enggak bisa nderep sawah lagi,” sahut Ririn. Sebagai anak sulung sudah wajar dia harus ikut meringankan orang tuanya.


“Kemarin, Mbah Surip yang punya sawah bilang Juragane di kota  cari bocah buat momong anake, daripada buruh nyuci, mending kamu ikut ke kota. Kerja momong lebih ringan dan uangnya lebih besar Nduk,” si emak memberitahu putri sulungnya.


“Boleh Mak, ayok kita ke rumah mbah Surip. Kali aja masih ada lowongan itu,” Ririn yang masih lugu dan polos semangat untuk mengurangi beban orang tuanya.


Ririn dan mamake segera menuju rumah mbah Surip pemilik sawah yang sering bapaknya Ririn garap.


“Ada apa?” tanya mbah Surip. Biasanya orang tua Ririn datang pinjam uang nanti pengembaliannya dipotong upah nderep sawah. Sekarang bapaknya Ririn sakit, tak bisa kerja. Mau bayar potong upah yang mana?

__ADS_1


“Ini Mbah, saya mau tanya tentang lowongan pengasuh anak. Apa masih ada?” tanya Ririn dengan sopan.


“Siapa yang mau bekerja disana?” tanya mbah Surip.


“Saya Mbah,” jawab Ririn.


“Lha kamu kan sekolah?” mbah Surip sebenarnya tak suka bila ada anak putus sekolah.


“Leres Mbah. Tapi sejak bapake sakit, tak ada lagi biaya sekolah untuk saya. Maka lebih baik saya putus sekolah, yang penting adik-adik masih bisa lanjut,” jawab Ririn dengan penuh kesadaran.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR  ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa.


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta


__ADS_2