UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
TAK INGIN GAGAL LAGI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Ternyata hari itu Joko tidak berangkat kerja dia menunggu Bayu Nisa kembali.



"lho Ayah nggak kerja?" tanya Bayu.



"Nggak. Gampang soal kerjaan sih," jawab Joko.



"Ini berkas kami." Bayu menyerahkan satu map berisi gabungan data dirinya dan diri Nisa.



Joko menerima berkas itu, lalu dia menghubungi seseorang untuk mengambil berkas.



"Ya udah kalian makan siang dulu," Kata Bu Iis.



"Terima kasih Bu," jawab Nisa, dia berupaya menolak dengan halus.



"Eh nggak boleh gitu. Ayo makan siang dulu." Iis tentu tak menerima penolakan.



Nisa pun ikut ke belakang untuk mengatur meja. Dia tak ingin berpangku tangan. Bukan cari perhatian. Memang begitu kesehariannya. Dia rajin seperti Wiwien.



"Kalian mau ke mana lagi?" Joko bertanya pada pasangan calon pengantin dadakan itu.



"Kami belum cari mahar Yah. Tadi baru beli cincin dan bikin foto sehabis ambil berkas. Habis ini mau beli mahar," jawab Bayu.



Joko pun tidak tanya apa bentuk mahar karena tidak etis biar aja besok menunggu saat ijab kabul.



"Pakaiannya udah ada Nis?" tanya Iis. 



"Sudah Bu, sudah ada," jawab Nisa.



"Oh ya udah besok Ibu langsung ketemu di Carolus aja jam 08.00 ya. Wiwien juga baru aja pulang." Iis menerangkan anak perempuannya baru saja kembali dari rumah mereka.



"Iya, besok jam 08.00 ketemu di Carolus aja," kata Nisa.



Nisa dan Bayu pun makan siang dulu sebelum mereka mencari mahar yang mereka butuhkan.

__ADS_1



Bayu membeli mukena, sajadah serta  Al quran paling bagus untuk mahar.



Bayu meminta semua dikemas berbentuk parcel indah.


\*\*\*



'*Hari ini aku akan melepas masa lajangku. Aku tak ingin gagal seperti dalam pernikahan pertama. Aku tak akan mengulang kesalahan lagi*,' batin Bayu saat berdoa selesai salat subuh.



 '*Semoga ini yang terakhir Aku tak ingin gagal lagi dan aku tak mau mengulangi kesalahan yang sama*,' janji Bayu. Dia pun mengenakan kemeja putih yang kembaran dengan kebayanya Nisa.



Jam 06.00 Bayu mulai berangkat ke rumah sakit Carolus.



Bayu meletakkan jasnya, juga parcel maharnya di meja. Saat ini sudah jam tujuh pagi. Nisa belum dandan. Masih pakai setelan baju tidur dengan celana panjang dan hijab instan.



Saat itu pintu diketuk. Datang dua orang suruhan Joko yang akan membantu mengatur ruangan untuk acara akad nikah.



"Kenapa belum dandan?"  tanya Bayu bingung melihat Nisa masih santai. Dia sendiri walau ini pernikahan kedua dan bukan pernikahan yang dia inginkan sudah nervous sejak semalam.



"Dandan apa sih? Emang aku pernah dandan?" kata Nisa.




"Ya nanti lah saya dandan." Nisa masih aja tenang.



"Sekarang udah jam tujuh Nis. Sebentar lagi udah ada yang datang," protes Bayu.



"Ya sebentar lagi. Bapak eh Mas makan dulu. Sarapannya udah disiapin. Jangan pas akad nanti kita pingsan karena perut kosong," Nisa menyiapkan sarapan yang memang dari tadi pagi sudah dia beli untuk mereka.



"Kita makan dulu, habis ini saya dandan," kata Nisa.



Mereka pun makan. Sarapan berdua untuk pertama kali.



"Sehabis nikah nanti kita tinggal di mana?" tanya Bayu.



"Iya Bagaimana maunya Bapak. Saya manut," Nisa tahu, istri itu harus mentaati suaminya.



"Mau di kamar kos saya oke , tapi kecil. Mau di kamarmu ya silakan," kata Bayu.


__ADS_1


"Tadi malam saya minta ibumu untuk mengajak pak RT dan beberapa orang warga sebagai saksi pernikahan kita," ucap Bayu.



"Oh iya Pak saya malah tak terpikirkan masalah orang sekitar panti," kata Nisa.



"Saya pikir nanti kalau saya ke rumahmu, bisa bahaya kalau tidak ada sanksi Pak RT dan bawa warga di sana. Nanti ada saja pandangan jelek warga," Batu menyudahi sarapannya.



"Terima kasih sudah ingetin." Nisa membereskan bekas makan mereka.



"Kalau kamu mau kita tinggal di tempat saya boleh. Nanti kita sambil cari kontrakan. Karena selama ini saya sendirian, saya cuma di kamar kos kecil. Step by step kita cari kontrakan," jelas Bayu. Sungguh dia malas kalau pindah ke rumah Nisa. 



"Begitu juga nggak apa-apa Pak. Saya manut," Nisa bersiap untuk ganti baju.



"Dari tadi kamu nyebut saya Bapak aja," protes Bayu.



"Eh iya. Maaf Pak eh Mas belum biasa," jawab Nisa malu.



"Udah hampir jam 08.00 Kamu bersiap sana nanti nggak enak kalau orang datang. Mereka kan janji datang  jam 08.00. Kamu kelihatan masih seperti ini," saat itu Nisa memang masih pakai baju tidurnya tapi tetap dengan hijab instan.



"Ini mau dandan Pak," Nisa masih aja menyebut Bayu dengan sebutan PAK seperti di kantor. Nisa lalu bergerak ke toilet di kamar itu.



Nisa berganti baju di sana dan mulai dandan dan simpel dia kan nggak pernah neko-neko cuma sekedar pakai lipstik, tapi kali ini dia memakai sapuan tipis di mata dan pipinya biar beda dengan penampilan sehari-hari.



Tonny dan Wiwien datang lebih dulu. Tak lama menyusul Seroja. Kemudian Joko dan Iis bersama rombongan penghulu dan seorang fotografer. Ibu Nisa datang belakangan bersama pak RT bu RT dan dua pasang tamu mereka tetangga disekitar rumah Nisa. 



Nisa keluar toilet sudah terlihat sangat cantik dengan kebaya putihnya, kain yang dibikin rok membuat Nisa sangat cantik.



Semua memandang kagum. Saat itulah Herman dan teman-temannya datang.  Herman, Steven, bu Kusrini, Arnold.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1677038497132.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR itu ya.

__ADS_1


__ADS_2