
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Kami langsung meluncur ke rumah sakit Ma. Ketemu disana aja ya," Tonny menjawab telepon Seroja yang mengabarkan Bachtiar kritis.
"Mama jangan lupa bekal makan malam. Makan di jalan takutnya sampai sana Mama lupa makan," Tonny berpesan agar Seroja tak terlambat makan malam
"Kamu bikinkan saya dua paket nasi ayam geprek sambal matah dan satu kotak isi dua ayam bumbu lada hitam tanpa nasi. Minumnya teh tanpa gula aja."
"Kamu bikinkan saya isi coklat dan isi durian size kecil aja," Wiwien segera minta dua karyawannya untuk menyiapkan yang dia minta.
"Mbok. Saya ada keperluan mendadak ke rumah sakit. Makan duluan aja. Takutnya saya pulang malam," Wiwien yang baru keluar sehabis salat Dzuhur memberitahu dua asisten rumah tangganya.
Wiwien dan Tonny melakukan salat Maghrib di ruang belakang kios rotinya. Sesudah itu mereka langsung meluncur ke rumah sakit.
"Mas aa dulu," Wiwien menyuapi Tonny. Dia tak ingin mereka telat makan. Mereka tak tahu bagaimana kondisi Bachtiar. Kalau sampai malam belum makan kan bahaya untuk kesehatan mereka.
Tanpa menolak Tonny membuka mulutnya. Dan Wiwien menyuapi dengan tangannya tanpa sendok.
Dua porsi nasi dan tambahan lauk ayam mereka habiskan berdua.
Wiwien menyodorkan minum dalam gelas plastik saat lampu merah. Bisa tumpah bila tak sedang berhenti.
\*\*\*
__ADS_1
"Bagaimana kondisi terkini Ma?" Tonny langsung bertanya ketika sampai di ruang rawat Bachtiar.
"Masa kritis sudah lewat. Tapi belum sadar. Yang Mama bingung sampai saat ini Mama belum tahu keluarga yang bisa dihubungi." Seroja menjawab pelan.
Tonny masuk ruang rawat, dia ambil ponsel Bachtiar di laci lalu dia bawa ke teras ruang rawat. Dia kutak kutik untuk membuka kunci layar ponsel tapi tak bisa.
Tonny kembali masuk ruang rawat. Dia gunakan sidik jari Bachtiar untuk membuka ponsel. Tetap tidak bisa. Rupanya Bachtiar menggunakan wajahnya sebagai pembuka ponsel.
Setelah bisa terbuka, Tonny langsung mengganti kunci ponsel agar dia mudah mengakses ponsel itu.
"Ini Ma. Coba Mama cari nama yang Mama kenal dan Mama perkirakan dia bisa dipercaya. Kondisi om Bachtiar sedang seperti ini. Jangan sampai ada pihak yang mau ambil keuntungan bila tahu keadaannya." Biar bagaimana pun Tonny harus waspada.
\*\*\*
"Maa, sambil ngemil ya. Ini Wien baru beli teh hangat buat Mama," Wiwien membawa teh, kopi dan susuu coklat apnas untuk mereka bertiga. Dia keluarkan roti yang tadi dia bawa dari gerai roti miliknya.
"Terima kasih ya sayank," Tonny menerima gelas plastik kopi yang Wiwien berikan. Dia tak tahu kekasihnya pergi kekantin karena dia sibuk membuka kunci ponsel Bachtiar.
"Onn, coba ini deh. Ini sepupu Bachtiar yang selalu membela tante Seruni," Wiwien menunjuk dua nama yang dia tahu eprnah memukuli Bachtiar ketika Seruni meninggal.
Tonny mengirim dua kontak itu ke nomornya lalu dia coba hubungi salah satu dengan nomor pribadinya.
"Assalamu'alaykum. Benar dengan nomor bapak Yusuf?" Tanya Tonny setelah panggilan ketiga diterima pemilik nomor.
__ADS_1
Tonny bertanya apa pernah berhubungan dengan Bachtiar akhir-akhir ini?
"Tiga bulan lalu dia menghubungi saya dan mengatakan akan ke Jakarta," jawab orang bernama Yusuf itu.
"Saya mohon Bapak jangan bicara apa pun pada siapa pun. Bisa Bapak dan pak Daus datang sekarang ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi?
"Ada apa?" Kamu mau menipu saya?" Tentu saja Yusuf tak percaya begitu saja.
"Sebentar Pak. Baapk bicara dengan ibu saya dulu agar Bapak tak merasa saya tipu," Tonny memberikan ponselnya apda Seroja.
"Assalamu'alaykum Sup. Ini kak Ozza. Masih ingat dengan kak Ozza kakaknya Runi?" Sapa bu Seroja.
Setelah tanya jawab sekilas baru Yusuf berjanji akan melumcur. Kebetulan Daus rumahnya di pondok kopi jadi dia sebentar lagi akan sampai.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR itu ya.
__ADS_1