
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Iya Pak ada apa?" tanya Khairunnisa begitu operator kantor menghubungkan telepon meja dia dengan telepon meja Herman.
"Kamu ke sini sebentar," ucap suara diujung sana.
"Baik Pak," jawab Nisa pelan.
"Masuk!" teriak Herman yang sedang marah ketika mendengar pintu ruangannya diketuk.
"Khairunnisa lihat ini. Saya pesanannya apa yang dikirim apa!" Herman memperlihatkan tulisan di kertas dan isinya bungkusan. Tanpa diperlihatkan tulisan tentu saja Nisa ingat yang dia beli nasi dengan lauk daging rendang dan daging empal sedang yang terlihat di meja itu sekarang lauk ayam bakar dan tongkol bumbu balado.
"Bagaimana?" tanya Herman.
Khairunnisa diam. Dia juga tak mengerti mengapa bisa terjadi seperti itu.
"Mungkin ada yang salah bawa tapi tadi saya terima itu Pak dan tulisannya benar sesuai dengan pesanan saya." Dengan terbata dan lirih Nisa menjawab pertanyaan Herman.
"Kali ini kamu saya maafkan. Tetapi saya minta kamu tegur penjualnya. Jangan seenaknya seperti ini," kata Herman pada Khairunnisa.
"Baik Pak, akan saya lakukan. Atau Bapak mau saya belikan penggantinya saja?" usul Khairunnisa.
__ADS_1
"Tidak perlu. Cukup kamu tegur penjualnya," jawab Herman dengan mengibas telapak tangannya memberi kode agar Nisa keluar dari ruangannya.
"Udah kamu makan ini aja," Kata Bayu.
"Tuker aja daripada kamu nggak makan," kata Bayu. Herman memang tak suka pedas. Menu yang dia dapat barusan adalah ikan tongkol balado.
"Kamu makan punya aku ini ayam bakar kecap ini kan nggak pedas" kata Bayu lagi.
"Ya mau nggak mau lah. Daripada gua kelaparan," jawab Herman.
Mereka pun bertukar nasi bungkus Padang yang dibeli lewat Khairunnisa itu.
Khairunnisa langsung ke warung seberang kantornya.
"Iya Mbak barusan juga ada yang marah-marah ke saya. Kalau Mbak mending cuma ngomong, dia banting nasinya Mbak. Dibalikin dibanting di depan konsumen saya. Saya minta maaf Mbak. Saya buatkan yang baru ya," jawab penjual nasi yang tadi melayani Nisa.
"Sudah saya sih yang penting Uda jangan ulangi lagi. Dan kalau saya dimarahin lagi dan kalau saya sampai kenapa-napa di kerjaan karena hal ini Uda tanggung jawab," jawab Khairunnisa.
"Saya kan bukan main-main bekerja Uda. Banyak perut yang harus saya nafkahi," kata Khairunnisa.
"Iya Mbak saya minta maaf. Dan terima kasih Mbak nggak ngamuk-ngamuk seperti orang yang tadi." Si penjual mengucapkan terima kasih pada Nisa.
"Wajarlah dia ngamuk, lu juga kerja nggak bener," kata temannya.
__ADS_1
Memang tadi sebelum Khairunnisa datang ada seorang pembeli yang melempar nasi bungkus pesanan akhirnya itu menjadi viral. Memang kesalahannya. Entah bagaimana dia bisa salah menulis di kertas bungkus nasi.
"Ini saya bungkus ulang lagi aja Mbak," kata si Uda.
"Enggak usah. Terima kasih. Bos saya nggak minta ganti kok. Dia cuma suruh bilang aja bahwa Uda udah salah," kata Khairunnisa.
"Iya Mbak terima kasih nanti untuk order selanjutnya akan saya beri diskon aja deh jawab si penjualnya.
"Bukan soal itu Uda yang penting kesalahan saya ini bagaimana di kantor," jawab Khairunnisa.
"Ya nanti saya akan minta maaf." Uda mau bertanggung jawab karena memang dia yang salah.
Khairunnisa pun pergi meninggalkan rumah makan itu.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR itu ya.
__ADS_1