
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Hari ini Wiwien sengaja ngecek Laundry yang di ruko atau laundry Awan 1. Wiwien ingin melihat apakah Dwi dan Kwatno berhasil menjalankannya.
Wiwien mengecek pembukuannya, mengecek cara kerjanya.
"Mbak Dwi, kalau yang sudah di setrika itu langsung taruh seperti ini di rak jangan kumpulkan di lantai. Terlihat enggak bagus walau sudah dalam plastik."
"Njih Bu," jawab mbak Dwi.
"Terus kalau yang ini, itu langsung cuci sesuai yang di ajarkan Mbak Ira. Jangan pernah dicampur dengan warna lainnya. Harus sesuai yang telah biasa kita jalankan ya. Pertahankan mutu."
"Jangan main asal cepet aja," pinta Wiwien.
"Injih Bu saya ngerti kalau itu nggak akan ngecewain," janji Dwi.
"Oh ya udah. Terus bagaimana dengan ada keluhan? Semuanya bagus ya? Buka nya tetap seperti biasa atau bagaimana? Karena Mbaknya kan tinggal di sini."
"Buka nya seperti biasa Bu dalam artian tetap jam sembilan pagi sampai jam lima sore, tapi kan pintu sudah dibuka daru jam enam Bu. Jadi kalau ada konsumen yang suka nganterin sebelum berangkat kerja atau diambil sesudah pulang kerja nanti jam tujuh atau jam delapan malam, dia janjian dulu Bu." Jawab Dwi jujur.
"Oh iya silakan," kata Wiwien.
"Yang penting semuanya harus dijawab dengan sopan ya Mbak."
"Iya Bu," balas Dwi dengan sopan.
"Baik pertahankan semua ya Mbak. Jangan asal aja ya kerjanya. Karena semuanya itu tergantung diri kita. Kita mau dapat rezeki bagus ya kita juga harus berbuat yang baik," kata Wiwien.
"Njih Bu."
"Saya pamit ya." Pamit Wiwien.
"Iya Bu terima kasih jawab Dwi.
__ADS_1
Wiwien melihat ruangan cukup bersih sama bersih saat dia ada di sana berarti tidak menjadi lebih buruk.
Tentu saja dia tidak mau melihat ke ruang atas karena itu sudah privasinya si mbak dan keluarganya. Wiwien tak mau masuk ke area privasi orang lain walau itu pegawainya sekali pun.
Sekarang Wiwien meluncur ke laundry 2.
Semua tanpa pemberitahuan dia langsung mengecek pekerjaan Mbak Ira . Biasa tak ada keluhan pembukuannya juga bagus.
"Bu, bagaimana kalau ada beberapa konsumen yang minta antar jemput," tanya Mbak Ira.
"Hal itu silakan saja Mbak. Asal Mbak Ira tidak terganggu dengan catatan antar jemput itu bagaimana bayarannya?"
"Dalam tarif yang ada sekarang kan tidak termasuk dengan biaya antar jemput," kata Wiwien.
"Iya Bu konsumen ada yang mau seperti itu Bu. Jadi minta antar jemput seminggu dua kali nanti dia nambah pembayaran ongkos antar jemputnya itu."
"Jadi dia minta antar jemputnya itu sesudah pulang kerja karena dia kerjanya berangkatnya masih jam lima pagi lalu pulang jam delapan malam sampai rumah Bu."
\*\*\*
Di gerai roti, dari laporan Sulis, Wiwien mendapati banyak yang tak suka rasa tertentu.
"Ya kalau gitu untuk rasa yang disukai itu aja yang diperbanyak," kata Wiwien.
"Jangan beli semuanya sama jumlah untuk semua rasa. Misal rasa coklat dan keju serta durian lebih banyak penggemar, ya itu yang diperbanyak untuk stok beli."
"Selain rasa yang disukai atau agak kurang penggemar ya dikurangin. Jadi stok kita tidak terlalu menumpuk untuk barang yang tidak cepat muter seperti itu."
"Tetap ada, walau pun sedikit tetapi tidak perlu banyak-banyak karena penggemarnya kurang," kata Wiwien.
"Iya Bu, saya pikir gitu tapi kan saya harus lapor Ibu dulu," kata Sulis.
"Oh ya jadi seperti itu ya kamu cek yang mana yang laku kamu laporkan ke saya nanti saya belanja lagi yang sudah habis," kata Wiwien, karena bagian belanja memang Wiwin sendiri.
__ADS_1
"Lalu kamu kendalanya apa?" Wiwien tanya kendala. Dia tak mau hanya dapat laporan yang bagus saja tapi tak mau tahi soal kesulitan.
"Enggak ada sih Bu. Sampai saat ini kalau saya pas lagi penuh pelanggan dan ayam kosong dia bantu saya kalau saya kosong dia penuh saya bantu dia gitu Bu.
"Oh ya udah, " Wiwien langsung ke kios sebelahnya.
"Hallo," Wiwien ke gerai ayam penyet miliknya.
"Kamu mau lapor apa?" tanya Wiwien melihat si Wildan cengar-cengir aja melihat Wiwien datang.
"Biasa Bu harga cabe. Naiknya enggak kira-kira. Saya bingung kalau pada minta extra pedas.
"Coba kamu tanam cabe. Pakai plastik bekas atau apa pun. Jangan sepelekan hasil panen cabe dalam pot bekas lho!"
"Kalau kondisi seperti ini kita ke tolong walau buahnya cuma satu dua biji tapi setidaknya itu sudah solusi terbaik," kata Wiwien.
"Iya sih Bu. Saya kepikir gitu juga, tapi takut dimarahin Ibu," jawab Wildan.
"Enggak bakal disalahin lah. Coba itu cari plastik bekas. Gunakan yang ada nggak usah nanam dari awal. Besok saya belikan yang sudah satu jengkal."
"Nah selanjutnya sisa biji yang ada kamu langsung tebar!"
"Selama ini juga biji yang ada nggak saya buang sembarangan Bu. Itu sudah lada tumbuhdi belakang.
"Nah bagus itu," sahut Wiwien.
Dari ke empat tempat usahanya itu,Wiwien langsung menuju lokasi yang akan dia buat menjadi Cafe. Wiwien melihat pembangunan fisik Cafe. Karena Cafe ini memang harus dibangun dari awal, tak bisa cari yang sudah ada bangunannya karena nilai estetiknya harus sesuai dengan konsep yang dia inginkan. Wiwien mulai melihat perkembangan itu sambil mencari lokasi untuk laundry, ayam.penyet dan roti bakar di dekat perumahan tempat dia tinggal.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.