UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
HANYA PENASARAN


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Biar aku yang bikin lumpia isi bihunnya Mbok. Simbok bikin sambal sotonya,” Wiwien meminta simbok bikin sambal saja. Awan belum bangun. Mereka masih leluasa kerja berdua.


“Enggak usah masak buat makan siang Mbak. Nanti saya dan Ira makan pakai soto mie aja. Ini sengaja saya bikin kuah dan beli sayurannya juga banyak biar cukup buat makan siang,” simbok memberitahu Wiwien soal rencananya.


“Ya wis, makan malam nanti kita beli sate dan tongseng kambing aja ya mbok,” Wiwien pun tak keberatan dengan rencana simbok itu.


Tentu saja simbok tak protes. “Ini tinggal digoreng Mbok. Saya ke atas bersiap berangkat sekalian mandiin Awan kalau dia sudah bangun.


Tonny datang saat Awan dan Wiwien baru turun untuk sarapan.


“Ayaaaaaaah” Awan senang melihat Tonny. Dua minggu mereka tak bertemu.


“Hallo anak Ayah,” Tonny mengangkat Awan dan menciuminya. Dia juga rindu pada putranya itu.


“Mbok, bantu Awan suapi makan ya. Saya juga mau sarapan dan langsung berangkat,” Wiwien menyiapkan soto untuk Awan tanpa nasi dan tanpa sambal. Dagingnya sudah dia iris kecil sekali.


Dia pun menyiapkan dua mangkok soto untuknya tanpa nasi tentunya. Tapi dia siapkan satu piring nasi putih untuk Tonny.


“Kenapa keburu-buru. Biar aku antar,” Tonny menawarkan dirinya akan mengantarkan Wiwien ke kampus.


“Enggak usah. Aku akan dijemput temanku,” sahut Wiwien sambil makan. Tak dia tawari Tonny untuk tambah atau apa pun. Wiwien hanya makan untuk dirinya sendiri. Biasanya Wiwien akan bertanya apa yang kurang atau mau ditambahi apa. Tapi tidak kali ini.


“Assalamu’alaykum,” sapaan seorang lelaki terdengar dari ruang belakang.


Wiwien yang sudah selesai makan segera berdiri dan mengelap mulutnya dengan tissue.


“Wa’alaykum salam. Masuk Kak,” Wiwien menyambut tamunya.


“Sarapan dulu?” Wiwien menawarkan Nanda makan.

__ADS_1


“Enggak. Aku enggak nolak rejeki. Tapi aku sudah makan,” sahut Nanda dengan senyum manisnya.


“Mbok, saya berangkat ya. Awan salim Bunda dulu,” Wiwien mengulurkan tangannya pada Awan.


“Maaf, saya berangkat duluan,” tanpa salaman dan tanpa menyebut nama Wiwien pamit pada Tonny lalu langsung keruang depan.


“Ayok Kak.”


Wiwien dan Nanda bukan mau ke kampus. Mereka ingin ke perpustakaan nasional. Sengaja datang pagi agar masih sepi dan bisa mencari bahan untuk skripsi dan thesis mereka dengan santai.


“Mbok, ini kunci mobil Wiwien,” Tonny menyerahkan kunci mobil pada simbok. Simbok pun menerima kunci mobil Wiwien dan menyimpannya.


“Ayok main sebentar dengan Ayah,” Tonny tak mau Awan dia singkirkan karena ibunya sedang marah pada dia. Anak itu tak bersalah dan butuh cinta kasih seorang lelaki. Simbok membiarkan Awan main dengan Tonny sampai sopir Tonny datang untuk mengantar mobilnya.


“Ayah kerja dulu. Jagoan jangan nakal ya. Maem yang banyak biar cepet besar kayak Ayah,” Tonny menciumi Awan sebelum berangkat kerja. Simbok melihat ketulusan cinta dari Tonny untuk anak majikannya itu.


***


‘Apa aku kembali membuat luka hatimu menganga lagi? Apa aku kembali membuat lukamu berdarah padahal belum sembuh?’ Tonny terus berpikir tentang Wiwien.


Semua menganggap dia mengejar Pricilla karena mencintai gadis blasteran itu. Padahal itu sama sekali tak dia rasakan. Dia hanya PENASARAN. Dia ingin tahu apa penyebab mamanya benci gadis itu. Tak ada cinta untuk Pricilla.


Belum lagi dugaan dia masih mencintai Pricilla diberatkan dengan kebohongan yang dia ciptakan yaitu ganti oli dan ponsel mati. Lengkap sudah DOSA BESAR yang iya buat karena alibi bohong yang dia kemukakan memang terbukti kebenarannya.


Semua orang tahu dia bohong soal ganti oli dan ponsel mati. Dengan dasar itulah dugaan tentang dia masih mencintai Pricilla semakin terpatri dibenak siapa pun terutama Sashi, Wiwien dan Seroja.


‘Sekarang apa yang harus aku lakukan kalau semua memang mengarah kesana? Mengarah kalau aku masih mencintai Pricilla. Mbak Sashi dan mama pasti akan luluh bila Wiwien luluh.’


Tapi bagaimana dia bisa meluluhkan perempuan yang sudah pernah terluka parah?


Sepanjang hari Tonny hanya dikantor. Dia tak ingin keluar menemui klien atau datang ke persidangan. Di mejanya computer kerja menyala tapi tak ada satu pun berkas perkara yang dia amati.


***


“Sudah dapat Wien?” tanya Nanda.

__ADS_1


“Ini satu lagi Kak,” sahut Wiwien. Dia senang ada teman mencari data untuk skripsinya. Dua hari lalu dia ngobrol dengan Nanda yang sedang mencari data untuk thesisnya. Jadilah mereka janjian pagi ini.


“kita makan siang dulu sebelum pulang ya,” Nanda menawarkan Wiwien untuk makan.


“Iya Kak boleh,” sahut Wiwien.


Nanda membawa Wiwien makan disebuah rumah makan sunda yang cukup besar.


“Hai Man, Yu,” Nanda tak sengaja melihat dua temannya sejak mereka SMA dan kuliah yaitu Herman dan Bayu. Wiwien tadi pamit ke toilet dulu sebelum duduk jadi tak tahu kalau ada Bayu di rumah makan ini.


“Hei, sini duduk sama kita,” ajak Herman ramah. Mereka bertiga berpelukan akrab.


“Sorry gue pisah karena gue bawa teman. Dia lagi di toilet,” tentu saja Nanda tak mau Wiiwen duduk dekat Bayu.


“Ayok Kak,” Wiwien yang baru datang tak tahu kalau ada mantan suaminya juga Herman yang rajin mendekatinya juga.


“Sorry Bro, kita ke meja sana,” Nanda pamit pada Herman dan Bayu. Saat itu lah Wiwien dan Bayu saling lihat. Dan Herman juga kaget kalau Nanda makan siang dengan Wiwien . perempuan yang menjadi targetnya.


“Sudah enggak usah dipikirin, kita pesan makanan aja,” Nanda berbisik pada Wiwien untuk membuat perempuan itu merasa nyaman. Wiwien pun menjawab dengan anggukan.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL THE BLESSING OF PICKPOCKETING  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETIN JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL  THE BLESSING OF PICKPOCKETING   ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2