UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
SEKARANG AKU SANGAT MEMBENCI PRICILLA


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Saat kejadian itu kamu serius hanya ingin menyapa Pricilla? Mengapa kamu pakai berbohong pada Wiwien bila kamu memang tak ada rasa dengan Pricilla?” cecar Rahmad.


“Saat itu aku takut Wiwien cemburu pada Pricilla dan mengira aku masih menyukai Pricilla seperti dugaan mbak Sashi dan mas Rahmad saat ini,” jawab Tonny.


“Tak usah berbelit Onn. Jelas kamu berbohong ganti oli padahal oli mobilmu baru ganti satu minggu. Dan jelas kamu berbohong kalau ponselmu mati sehingga tak bisa memberitahu Wiwien, padahal Wiwien dan mama tahu kamu punya dua ponsel. Seribu kali kamu bilang tak mencintai Pricilla, tak akan ada yang percaya,” jawab Sashi ketus.


‘Aku enggak tahu apa aku memang mencintai Pricilla? Mengapa saat itu aku refleks mengejar untuk mencarinya? Dan mengapa aku juga spontan berbohong soal ponsel dan ganti oli saat Wiwien bertanya keterlambatanku?’


‘Kalau yang dokter Abadi bilang, Pricilla adalah sisi gelap papa dan mama. Kalau pun aku memang mencintai Pricilla, tak akan pernah aku bisa hidup dengannya karena aku lebih mencintai mamaku. Walau mama sudah tak ada sekali pun, aku tak akan pernah menikahi orang yang menjadi sisi gelap papa dan mama kandungku,’ Tonny terus berpikir soal Pricilla.


“Sekarang AKU SANGAT MEMBENCI PRICILLA, walau belum pernah bertemu dengannya. Alasanku adalah, dia telah membuat seorang anak rela berbohong pada ibu kandungnya demi alasan bertemu dengan Pricilla!’ kata-kata terakhir Wiwien sebelum mereka berpisah tadi sangat menusuk dada Tonny.


‘Mulai saat ini aku akan kembali mengejar cintaku. Wienarti. Apa pun yang akan terjadi aku tak mau lagi berurusan dengan Pricilla,’ Tonny membulatkan tekadnya. Kalau harus bersujud untuk mendapatkan kembali kepercayaan Wiwien, itu akan dia lakukan.


Tonny berpikir cara apa yang akan dia gunakan untuk mendekati Wiwien kembali. Dia harus segera bisa kembali dengan Wiwien sebelum Wiwien berpaling pada lelaki lain. Sekarang dia melihat ada satu lagi kandidat kompetitornya selain sang dosen dan sang pengusaha bahan laundry.


Tonny pernah berkenalan dengan Nanda. Dan Tonny melihat tatapan memuja dimata lelaki itu yang ditujukan pada Wiwien.


***


“Besok kita pulang ya Mbok,” Ayah sudah kasih izin dan sudah cukup lama laundry enggak diawasin,” Wiwien membereskan bajunya di koper. Sehabis bertemu dengan Tonny dia akan berdiri dengan mengangkat wajah. Dia tak akan sembunyi lagi. Besok dia juga akan meng-aktivekan kembali nomor ponsel utama miliknya.

__ADS_1


“Habis sarapan atau bagaimana Mbak?” tanya simbok agar tidak salah.


“Iya, habis sarapan. Kita diantar sopir ayah aja. Antar saya ke kampus dulu baru kalian pulang. Kalau pulang dulu baru antar saya ke kampus, saya bisa terlambat,” sahut Wiwien.


***


“Koq ganti mobilmu?” tanya Nanda yang sejak tadi menunggu Wiwien di kampus.


“Enggak. Aku diantar sopir ayahku,” sahut Wiwien santai. Kak Nanda ada kuliah?” tanya Wiwien.


“Hari ini aku ada satu mata kuliah. Jam sepuluh nanti,” sahut Nanda sambil menjejeri langkah Wiwien.


“Wien, aku ada beberapa buku masih terhitung baru, kebetulan aku enggak pakai. Ini kamu sudah punya belum?” Nanda memperlihatkan tiga judul buku ditangannya. Hal itu membuat posisi merek terlihat sangat dekat dan akrab.


Tonny memandang geram hal itu. Sejak tadi dia memang menunggu kehadiran Wiwien. Dia tahu hari ini kekasihnya ada kuliah pagi.


“Wah seneng bangeeeet. Ini perlu banget Kak buat ujian bulan depan,” sahut Wiwien. Ya tinggal dua bulan lagi Wiwien kuliah. Seharusnya dua bulan lagi dia akan kembali menikah. Seperti janjinya pada Tonny ketika itu.


“Atau kamu butuh referensi lain untuk skripsimu?” tanya Nanda penuh perhatian.


“Aku akan hubungi kakak bila aku butuh bantuan. Tapi janji dibantu ya. Jangan cuma ngomong doang,” pinta Wiwien.


“Seriuslah akan aku bantu. Buat kamu apa sih yang enggak?” rayu Nanda.


“Ih Kakak lebay,” Wiwien memukul bahu Nanda dengan buku ditangannya.


“Oke Kak. Makasih banget lho,” mereka berpisah di depan kelas Wiwien. Wiwien melambai dengan buku ditangannya.

__ADS_1


***


‘Ponsel Wiwien sudah aktiv. Barusan dia menjawab pesanku,’ Sashi mengirim pesan pada Tonny yang masih setia menunggu Wiwien di parkiran kampusnya.


Tonny tak tahu Wiwien sudah pulang sejak tadi. Sehabis kuliah Wiwien menuju perpustakaan di belakang kampusnya lalu pulang melalui pintu belakang.


‘Aku masih nunggu dia didepan kampusnya. Tadi aku lihat dia masuk kelas,’ jawab Tonny.


‘Dia sudah di toko rotinya. Baru sampai. Dan dia bilang akan ada meeting dengan pengacara jadi tak bisa janjian bertemu denganku,’ balas Sashi.


‘Dia sudah di toko rotinya? Bagaimana mungkin. Aku menunggu dia didepan pintu kampusnya,’ Tonny tak percaya.


Sashi mengirim screenshoot pembicaraannya dengan Wiwien.


‘Pengacara apa?’ Tonny bertanya dalam hatinya membaca capture-an yang kakaknya kirim.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL TELL LAURA I LOVE HER YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL TELL LAURA I LOVE HER   ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2