Adventure Of Lord Lausius

Adventure Of Lord Lausius
Episode 44


__ADS_3

Marmaida & Danau Suci


Perjalanan melelahkan yang di lalui ke-empat pejalan itu akhirnya tiba di tujuan. Walau langit sudah menggelap, namun suasana hutan sangat lah terang menyejukkan mata.


Seakan seperti ada di dalam wahana hiburan, Sean dan Jessica tidak bisa mempercayai apa yang mereka lihat. Hanya saja mulut mereka sudah terbungkam tak bisa bicara karena ketakjuban ini.


Tepat di danau yang mereka tuju, Driyad menurunkan anak-anak. Bahkan danau yang ada di hadapan anak-anak itu tak kalah indah.


Air pun ikut bercahaya. Bahkan setiap saat berubah saat seekor kupu-kupu menyentuh air itu. Hijau, biru, merah dan sebagainya melengkapi indahnya air tawar ini.


Melihat semua ini Jessica menarik wajahnya sekeras mungkin. Dia berharap bahwa ini adalah mimpi. Ini hanya fantasi semata, mana mungkin dia ada di dunia yang lebih mirip dengan potongan surga.


"Ini mimpi. Mimpi. Mimpi. Sadarlah wahai Jessica, kau sedang di permainkan oleh ilusi optik." Ucap Jessica meminta dirinya sadar.


Untuk kesekian kalinya Sean menghentikan tingkah Jessica. Dia menyadarkan anak itu dari perilakunya.


"Ini nyata." Ucap Sean yang tahu sifat Jessica.


"Apa aku yakin ini danau sungguhan? Aku belum mempercayai semua ini Sean. Aku sedikit merasa ini aneh."


"Tidak! Kau tidak perlu merasa aneh. Tentu saja ini semua sungguhan. Walau aku tidak yakin, tetapi inilah kenyataan yang kita lihat. Kita ada di dunia fantasi saat ini." Kata Sean menyakinkan Jessica.


Tak tahu kata apa yang harus ia katakan saat melihat tempat ini. Karena sangking takjubnya, tanpa sadar Jessica terbuai dalam hanyut-an imajinasi liarnya.


Seolah dia belum percaya penuh atas Sean yang bicara mengendalikan ucapannya, Jessica perlahan memasukan tubuhnya kedalam danau bercahaya ini. Dan ajaibnya, Jessica merasa seperti di ambang dunia lain.


"Oh Sean! Tempat ini benar-benar nyata!" Seru Jessica kegirangan.


Di dalam air yang cantik ini pakaian lusuh Jessica tiba-tiba berubah.


Jessica mulai mempercayai semua yang ia lihat dan rasakan ini.


Dan kini wajah gadis ini tampak seperti seorang peri malam dengan gaun yang tiba-tiba mengubah pakaian jeleknya tadi.

__ADS_1


"Sean! Kau lihat, aku berubah tampak menjadi seperti seorang peri." Jerit Jessica kembali. Wajahnya mengembang berekspresi sangat senang kala melihat dirinya nampak berbeda.


Sean melihatnya. Dan memang benar Jessica telah berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya bahkan lebih cantik dengan gaun besar berwarna biru muda.


Yudhar juga melihat hal ini. Danau itu memiliki daya pikat tersendiri di matanya. Sehingga anak itu tanpa pikir panjang juga tertarik ingin memasuki air itu. "Lihat! Aku juga berubah jauh lebih baik dari sebelumnya."


Ucap Yudhar seraya memperhatikan sekujur tubuhnya. Penampilan Yudhar jauh lebih tampan ketimbang sebelum masuk kedalam sungai itu.


Pakaian yang compang-camping dan rambutnya urak-urakan membuat kesan Jessica pada bocah itu sedikit jijik. Tapi kini, setelah sungai itu di celupkan oleh tubuh Yudhar, nampak wajah anak itu berubah drastis.


Seolah seperti bukan anak berkulit cokelat bak gembel yang di temui oleh Jessica sebelumnya, tetapi seorang pangeran yang ia lihat. "Apakah kau benar-benar Yudhar?" Jessica bertanya seolah dia tidak percaya apa yang di lihatnya.


Jessica menyentuh wajah Yudhar yang sudah berubah total. Kini wajahnya jauh lebih tampan dengan kulit putih yang mempesona. "Ya, ini aku si manusia hutan. Apakah aku terlihat aneh?" Tanya Yudhar memastikan seperti apa Jessica melihatnya.


Jessica tidak bisa menampik dari kisah ini. Bahkan matanya jelas melihat Yudhar tampan sebanding dengan Sean. "Tidak ada yang aneh dari mu. Hanya saja kau terlihat sedikit lebih baik dari pada Yudhar yang bertingkah seperti gembel itu." Pungkas Jessica malu-malu.


Pengakuan Jessica ini membuat anak lelaki itu mencipratkan air ke wajah Jessica. Pikir Yudhar dia sangat malu saat di puji oleh Jessica yang cantik.


Sementara Sean hanya menatap keduanya dari darat. Benar jika jarak mereka tidak jauh, hanya saja Sean belum berani memasukkan kakinya kedalam air. Sebab masih ada beberapa keraguan dalam dirinya.


"Itu adalah danau suci. Siapapun yang masuk kedalam sana, terlebih mereka yang menganggap dirinya berdosa akan menjadi suci kembali saat melakukan penebusan diri."


Driyad mulai bicara. Dia paham jika Sean pasti sedang bertanya-tanya akan danau ajaib ini.


"Selain untuk penebusan diri, apalagi yang bisa di berikan oleh danau ajaib ini?" Dengan ekspresi bingungnya Sean bertanya. Dia ingin mendapatkan jawaban yang memuaskan.


"Danau ini adalah pemberian dari Tuan Asparos. Siapa pun yang masuk kedalam air itu maka mereka sudah bersedia membuat perjanjian dengan para Marmaida. Tetapi, danau ini tidak sembarang ada yang bisa melihatnya, namun sekali lagi kau telah menunjukan bahwa kau istimewa Sean."


Pengakuan Driyad ini membuatnya Sean sedikit kaget. Lagi-lagi makhluk itu mengatakan hal-hal yang tidak dapat ia mengerti. "Marmaida? Perjanjian? Apa maksud ucapan mu wahai Tuan Driyad."


Driyad terbangun dari duduknya sesaat tadi. Dia lalu berdiri tepat di sebelah Sean seraya menatap permukaan danau yang berwarna-warni itu. "Apa kau melihat danau itu?" Driyad bertanya pada Sean sedikit serius.


"Ya. Tentu saja aku melihatnya. Ada apa? Mengapa kau bertanya seperti itu?" Balas Sean menjawab Driyad sembari kebingungan.

__ADS_1


"Inilah tujuan ku membawa mu ke danau ini. Karena aku yakin kau adalah orang yang di tunggu-tunggu kedatangannya. Kau bisa melihat danau ini, sedangkan yang bisa melihatnya hanya kami para Asgart dan beberapa orang yang terpilih saja. Suatu keajaiban saat kau bisa melihat danau ini." Seolah sedang bicara bahwa Sean spesial, Driyad sedikit memberitahu Sean sebuah rahasia.


"Lalu? Bagaiman dengan Yudhar dan Jessica? Bukankah mereka juga bisa melihat danau ini!" Seru Sean membantah. Seakan dia tidak ingin mengakui kebenaran apa yang di katakan oleh Driyad.


"Tentu saja mereka bisa melihatnya. Selama kau ada di sisi mereka, kedua anak itu bisa melihat apapun yang bisa kau lihat. Jadi, sebenarnya kau memang spesial. Kau bukanlah manusia biasa. Tetapi kau manusia pilihan. Tak tahu apa, yang pasti aku sulit mengatakan kebenaran ini."


Mendengar kata-kata ini Sean makin bertambah penasaran. Siapa dirinya. Mengapa Driyad melihatnya spesial. Sean yang berdiri di pinggir sungai, menatap kedua telapak tangannya dengan aneh. Seakan isi otaknya ingin bertanya, "Ada apa dengan ku? Apa benar aku adalah anak yang spesial."


Menurut Sean lucu baginya saat dia di anggap berbeda oleh Driyad. Namun, Sean menanggapi kata-kata serigala itu biasa saja. Tidak ada kata spesial bahkan anak itu ragu untuk mengakuinya.


Untuk membuktikan kebenaran Driyad, Sean ingin memasukkan tubuhnya kedalam danau sama halnya yang dilakukan kedua sahabatnya itu.


Dengan wajah yang di selimuti oleh keraguan, Sean mencoba memberanikan diri untuk memasuki danau yang kata Driyad adalah danau suci.


Perlahan tubuh Sean ia masukan kedalam air yang dingin itu sambil menutup matanya. Sean ingin melihat apa yang akan terjadi pada dirinya saat tubuh itu menghilang di balik air yang jernih ini.


Hingga seluruh tubuhnya menghilang bahkan sampai ubun-ubun, Sean menyelam dalam waktu yang lama.


Benar saja, Sean merasakan sesuatu yang aneh ketika tubuhnya itu sepenuhnya di serahkan pada danau suci ini.


Pakaian lusuh yang ia kenakan tadi bahkan tomat yang sudah mengering di tubuhnya kini menghilang dalam sekejap mata. Walau Sean memejamkan matanya se-erat mungkin dalam genangan air itu tetapi kilatan cahaya memancar dari tubuhnya.


Sean sudah merasakan bahwa dirinya telah berubah. Jessica dan Yudhar tidak melihat kejadian ini, hanya Sean yang merasakannya.


Sean keluar dari air. Di atas permukaan air yang hanya sebatas perut mereka, Sean mengibaskan rambutnya yang basah.


"Hei Sean!" Pekik Jessica menjadi yang pertama melihat.


"Kau sangat tampan Sean." Lanjut Jessica bicara. Jessica berkata jujur, memang saat itu Sean tidak ada ubahnya saat berubah di dalam air maupun di darat, dia tetap tampan. Sama seperti Jessica dan Yudhar, Sean nampak berkelas kala keluar dari air.


Gagah, perpeksionis dan berwibawa saat itu membuat Sean seolah seperti seorang ksatria. Bahkan Sean nampak lebih cocok seperti seorang pangeran dengan wajah tegasnya. Perubahan anak-anak saat menceburkan diri di dalam danau ini sangat drastis meninggalkan pakaian lusuh tadi.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2