
Sean mulai membaca beberapa manuskrip berbahasa herenoid itu. Dari beberapa kisah yang ia baca, dia belum menemukan apa yang ia cari.
Sean dengan sabar menterjemahkan kata-kata herenoid itu. Gelap, ruangan itu hanya menyisakan satu lampu. Yaitu lampu tempat dimana Sean membaca manuskrip tua tadi.
"Bagaimana ini." Sean mengeluh, terutama yang ia cari belum ada hasil. "Sulit menemukan kisah helian ini."
Sean menerjemahkan beberapa catatan kuno, namun semuanya hanya berisi catatan kesehatan dan menyinggung kisah peperangan. Sean tidak ingin membahas kisah selain mengenai kebenaran tentang orang-orang yang terpilih.
Sepuluh orang yang bisa menerjemahkan dan membaca tulisan kaum helian.
Tetapi, dari sepuluh buku yang ia baca, hanya satu yang menarik perhatian Sean, yaitu catatan mengenai ahli penerjemah.
Sean menyipitkan matanya. Dengan seksama dia membaca buku yang tertulis sedikit sulit. Karena aksara tersebut menggunakan bahasa herenoid bagian selatan. Biasa di sebut dengan aksara heliograf.
Kaum helian di bagian itu memang terbilang sangat rumit dalam menceritakan sejarah mereka. Letak tata bahasa tidak jauh berbeda dari bahasa herenoid lainnya, tetapi sebagai pembeda adalah mereka menggunakan anak huruf di dekat pokok aksara.
Sean mendeham. Kini dia perlahan mulai mengerti walau sedikit terbata-bata dalam mendeskripsikan tulisan sulit itu.
"Jadi begini mekanismenya." Sean menerka. "Orang-orang helian hanya memilih penerjemah yang masih berusia muda dan dalam pemikiran jernih nan suci. Kaleidoskop, mereka sering menggunakan peruntungan dan sering juga menggunakan bahasa sandi yang sulit di baca agar banyak yang tidak bisa mempelajari ilmu-ilmu yang mereka catat. Dengan begini, maka orang-orang akan berlomba-lomba ingin menjadi penjaga ruangan helian agar mereka bisa mempelajari ilmu yang di tulis ini, namun hasilnya nihil." Sean bergumam takjub. "Salah satu keistimewaan seorang penjaga ruangan helian adalah, mereka bisa mengetahui sejarah masa lalu, melalui catatan kuno herenoid. Dan tubuh orang-orang yang bisa membaca catatan kuno itu akan muncul kisah masa lalu. Ku pikir sejenis proyektor." Sean berdecak kagum atas argumentasi nya.
Sama seperti tubuhnya tadi, orang-orang yang bisa membaca catatan kuno itu akan tampak gambar kisah di kulit mereka.
Dia tidak bisa membayangkan begitu hebatnya orang-orang di jaman itu. Mereka mampu membuat sebuah tulisan yang dapat membuat siapa saja ingin mempelajarinya.
Sean kembali tertarik ingin membaca salah satu catatan yang unik dari yang lainnya. "Catatan apa ini?" Dia bertanya.
Lebih ke penasaran, membuat Sean membuka catatan itu. Lebih mudah dibaca ketimbang catatan yang ia baca sebelumnya.
Sean mulai membaca bagian awal catatan yang membuatnya seakan tertarik masuk kedalam manuskrip itu.
~*Syair penciptaan gunung Janus dan awan metis~
Terjemahan:
~Gunung Janus berdiri di bagian Utara mosapus, di kelilingi bukit Ardon melalui pemukiman moria. Menyapu gelombang, membuat pasang surut. Emas melapisi pasir dan kerikil, metis menurunkan keberkahan.
~Pasir kokoh membentengi mosapus, penduduk girang teraliri sungai emas. SARANJANA yang agung, kini menunjukan kebohongan penduduknya.
~Katakan kejujuran, maka kebaikan akan terungkap.
Catatan helian yang tersembunyi. Di tulis berdasarkan tahun saka*.
Sean menyukai bagian ini. Membaca syair penciptaan hingga berulang kali.
__ADS_1
Karena tanda baca yang sulit membuat Sean sedikit terbata-bata dalam mengeja tulisan ini.
Tanpa disadari oleh Sean, Syair penciptaan yang ia ucapkan itu ternyata mantera yang bisa membuka tabir masa lalu.
Ruangan yang semula gelap berubah menjadi terang sesaat sinar kilau menyinari seisi ruangan helian.
Dan sinar itu menampakkan sebuah kisah masa lalu dari seorang yang sedang Sean curigai. Dia adalah Medika.
Tergambar kilatan cahaya terang itu menunjukan kisah yang terjadi di ruangan manuskrip helian. Cahaya pembuka masa lalu ini menunjukkan sisi lain seorang penjaga ruangan ini.
Baik dan buruk sifat yang di miliki oleh penjaga manuskrip tua ini akan tergambar jelas dalam cahaya yang berpendar ini. Medika, wanita tua itu nampak dalam cahaya kisah masa lalu.
Sean bergumam saat melihat kelakuan Medika. "Licik," kata Sean menyipitkan matanya.
Semua rahasia Medika telah di ketahui oleh Sean melalui syair penciptaan yang ia baca.
Sebenarnya manuskrip pengingat masa lalu ini lebih condong ke pembukaan aib. Sean tidak percaya bahwa apa yang ia lihat ternyata berbeda dengan apa yang di katakan oleh Medika.
Kecurigaan Sean ternyata benar. Medika selama ini adalah penjaga manuskrip helian yang diam-diam ingin menguasai seluruh sihir dalam catatan kuno itu.
Dia mengatasnamakan Volinia sebagai dalangnya dan memaksa wanita itu membaca manuskrip hingga membuat wanita itu terjebak dalam pintu waktu.
Semua tindak tanduk Medika telah terbongkar oleh mantera masa lalu.
Medika mengambing hitamkan Volinia dengan mendoktrin gadis itu agar membantunya mencapai tujuan. Tetapi Sean tak tahu apa tujuannya melakukan semua ini. Sean ingin tahu kelanjutan dari kecurigaannya.
Ruangan helian yang terang ini memancing Medika untuk masuk kedalam. Sean sampai lupa untuk keluar karena terlalu asik pada kecurigaannya.
Dia tidak tahu bahwa Medika sudah ada di depan pintu ruangan manuskrip ini.
"Apa yang kau lakukan disini!" Medika memekik dengan suara tinggi.
Sean tentu saja kaget. "Ehm... aku di sini. Sedang mengambil baju ku!" Sean beralibi. Namun akhirnya dia ketahuan oleh Medika secara langsung.
Wanita tua itu tak mempercayai apa yang Sean katakan. Dia mulai mencurigai Sean dan telah melihat Sean menyusup masuk kedalam ruangan ini diam-diam.
Medika dengan cepat memerintahkan beberapa pasukannya menangkap Sean.
"Tangkap dia. Dan masukan kedalam kandang Tripoli. Biarkan dia menjadi santapan belut ganas itu!" Medika amat marah dengan puncak yang tak bisa tertahankan.
Sean tahu dia berbuat salah dengan memasuki tempat ini diam-diam. Namun rahasia akhirnya terbongkar. Dia sudah tahu keburukan Medika.
"Kalian tidak boleh menangkap ku!" Sean memberontak saat beberapa penjaga sadon memegang tangannya paksa. "Seharusnya yang kalian tangkap itu adalah dia." Kata Sean beralibi. Dia menunjukkan penjahat yang sesungguhnya adalah Medika.
__ADS_1
"Apa maksud mu!"
"Kau adalah penjahat. Kau yang membuat dan memanipulasi semua ini," Sean bergeming. Sean buka suara mengenai rahasia ini.
Medika mengeluarkan senyum jahatnya. Dia puas saat Sean tertangkap. "Kalian jangan dengarkan dia! Bawa dia ke kolam thripon. Jadikan dia santapan thripon, agar tak ada lagi yang berani memasuki tempat ini."
"Lepaskan aku!" Kembali Sean memberontak. "Kalian seharusnya jangan mempercayai kata-katanya. Dia adalah penjahat yang ingin menguasai sadon! Kalian harus mempercayai ku!" Sean memohon kepada penjaga berbaju baja. Sean berharap orang-orang yang menarik paksa dirinya itu mempercayai ucapannya.
Dari belakang Medika, Driyad dan Jessica datang. Mereka mendengar keributan yang terjadi di ruangan manuskrip tua ini.
"Apa yang terjadi? Ada apa ini!" Driyad bertanya, terlebih dia pura-pura tidak mengetahui kejadian ini. Rencana Sean akhirnya ketahuan, sebelumnya dia berharap Sean akan baik-baik saja.
"Lihatlah Driyad!" Medika berbicara dengan nada introgasi. "Anak itu telah memasuki ruangan helian tanpa seizin ku. Kau tentu tahu bahwa tidak ada yang boleh masuk kedalam tempat ini tanpa seizin ku terlebih dahulu. Itu adalah kehendak dari orang-orang helian. Mereka tidak mau menginginkan adanya pemberontak yang mempelajari ilmu-ilmu herenoid itu," dia menyinggung Sean seakan Sean adalah penjahat nomor satu di matanya.
Sean membantah, dia tidak menyukai gaya bicara wanita tua itu yang menuduhnya sebagai pemberontak. "Kau tidak perlu mengatakan bahwa aku adalah pemberontak. Justru kau lah yang pemberontak. Dengan diam-diam memaksa Volinia membaca manuskrip itu agar kau bisa menguasai isi tulisan herenoid itu!" Sean memberitahu semua orang.
Para penjaga, pelayan, Jessica, bahkan semua orang terkejut saat Sean mengatakan keburukan Medika. Mereka mulai meragukan ketulusan wanita tua dalam menjaga ruangan helian.
"Jangan dengarkan dia!" Medika mengelak. "Dia berbohong, mana mungkin aku. Memanipulasi dan memaksa Volinia membaca naskah itu. Kalian jangan percaya pada kata-kata anak itu!" Medika membantah, dia ingin membela dirinya dari tudingan Sean.
Jessica menyambar ucapan Sean. Anak itu mendekati Sean. "Aku percaya padanya!" Kata Jessica sepihak dengan Sean. "Sean tida pernah berkata bohong. Apa yang Sean katakan adalah kebenaran, bahwa kau kemungkinan penjahat yang diam-diam ingin mempelajari ilmu di tempat ini. Bahkan kau juga ingin meracuni Volinia. Aku mendengar sendiri kau yang memerintahkan kedua pelayan mu itu memberikan racun pada makanan Volinia ketika dia sadar nanti!"
Sean ingat, dua pelayan wanita yang berdiri di belakangnya itu memanggilnya tadi. Mereka membisik dan seketika setelah membisikan kata-kata yang Sean sendiri tak mengetahuinya, Medika pergi meninggalkannya.
Sementara Jessica sendiri juga melihat diskusi antara Medika dan dua pelayannya. Jessica diam-diam mengintip dan menguping pembicaraan mereka. Percakapan yang mengarah pada perintah untuk membunuh penjaga manuskrip sesungguhnya, Volinia.
Jessica awalnya tak mengerti mengapa dia ingin melakukan itu, namun setelah mendengar cerita Sean, dia mulai paham kenapa wanita tua urakan itu ingin menghabisi Volinia. Karena ada rahasia di balik ruangan helian ini.
Medika menahan amarahnya, namun ia menutupinya melalui ekspresi tenang. "Katakan! Apakah kalian memiliki bukti!" Medika menantang. Dalam benaknya, Sean tidak akan bisa membuktikan kejahatannya pada siapa pun termasuk Driyad yang selama ini mengenalinya.
"Aku bisa membuktikannya pada mu dan juga semua orang bahwa kau adalah penjahat." Sean menerima tantangan Medika. Dia ingin membongkar kebusukan wanita tua itu.
Sean lalu membacakan ulang syair penciptaan yang ia bacakan tadi. Ruangan yang tadinya terang, kini meredup saat Sean membaca syair penciptaan itu.
"Mirip cctv," Jessica bergumam.
Seperti saat Sean melihat sebelumnya, gambaran kejahatan Medika terbongkar di depan semua orang. Kini semua rahasia Medika terbongkar. Dia amat tidak menyukai kejeniusan Sean.
Amarah Medika amat memuncak saat semua orang menatapnya dengan tatapan curiga. Dan dengan kekuatan dari tongkatnya, dia mengeluarkan sihir lalu menyerang Sean.
Seketika tubuh Sean terpental hingga punggungnya terbentur dinding.
"Itulah balasan karena kau telah menghalangi tujuan ku bocah bodoh!" Medika mengecam tindakan Sean yang merusak rencana jahatnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG