
Penyihir buta bagian dua
Dear pembaca. Mohon maaf ya jika di dalam novel ini terdapat kesamaan nama dengan nama mitologi Yunani. Jujur semua itu tidak berkaitan dengan kisah legenda Yunani karena author nulisnya tertarik dengan nama-nama kuno.
Dan tidak tahunya ada kesamaan nama dengan mitologi Yunani. Dan karena alurnya sudah di buat seperti ini, nggak mungkin bagi author untuk merevisinya kembali.
Kelalaian ini di sadarkan oleh salah satu teman author. Jika tidak di beritahu, mungkin author tidak akan mengerti kesalahan ini.
Tetap nikmati karya fantasi ini yah. Salam manis, Sean and her journey.
_____________________________________________
Sepenggal kisah tentang lausius. Di muat dalam kitab avrida.
Seluruh keturunan shutanhamun memiliki rupa yang elok di pandang. Dari awal hingga akhir, wajah para lausius tak jauh berbeda.
Semua orang bisa mengenali rupa pangeran itu. Termasuk penyihir buta, sejak di lahirkan, dia menuruni sifat ibunya yang menggilai seluruh lausius.
Walau seluruh lausius di kutuk akan mati satu persatu, namun penyihir buta itu mengetahui salah satu peruntungan lausius. Dari seratus lausius yang terlahir, hanya akan menyisakan satu pangeran saja. Dia akan menanggung seluruh beban dari ke sembilan puluh sembilan saudaranya.
Lausius ke seratus akan menjadi penerus peperangan Troya. Seluruh Dewi di alam saranjana tidak akan berhenti menggilai semua lausius yang terlahir sempurna walau kehidupan yang mereka alami tak panjang. Namun menikahi salah satu lausius di percaya ada sisi magis di samping wajah rupawan mereka.
Sean yang sempat di bujuk rayu oleh penyihir ini menolaknya dengan tegas. Tetapi sesuai perkataan ibu muli, tak akan ada seorang pun yang bisa menghindar dari pesona kecantikan para penyihir.
Para lausius sudah menyisakan beberapa keturunan terakhirnya dalam ribuan tahun ini. Kedatangannya sudah di nantikan oleh para penduduk saranjana.
Pangeran heydden membawa istrinya kabur meninggalkan kota ini beberapa ribu tahun yang lalu. Semua berharap bahwa pria itu bisa selamat. Namun siapa sangka, banyak kabar yang mengatakan bahwa heydden juga mati dalam pertemuan besar ribuan tahun itu.
Kisah kematiannya membuat seluruh penduduk tak bisa mengharapkan kembali kedatangan seorang penyelamat. Peperangan akan terus terjadi tanpa kehadiran keturunan shutanhamun. Heydden, yang di harapkan mampu membawa keberuntungan, nyatanya menghilang setelah ribuan tahun ini.
Penyihir buta menatap wajah Sean amat serius. Seakan dia ingin menghipnotis anak itu.
"Kau akan menikah dengan ku. Dengan atau tanpa kau setujui." Dia berkata memaksa.
Sean kembali menolaknya dengan tegas. Dia tidak menyukai sifat pemaksaan makhluk mengerikan ini. "Aku katakan bahwa aku tidak akan menikah dengan kau yang berwajah buruk rupa itu. Kau amat menjijikan."
Penyihir buta merasa tertantang saat Sean mengatakan kebenaran bahwa dia buruk rupa. Hingga salah satu rahasia yang selalu di simpan oleh penyihir buta ini di balik matanya ia keluarkan.
Dia menghipnotis Sean melalui sorot matanya yang buta mengering bagai kurma tanpa kornea itu. "Kau yakin tidak akan menikahi ku." Katanya bicara penuh tipu daya.
Sean menegaskannya sekali lagi bahwa dia tidak akan menuruti permintaan makhluk itu. "Tidak akan pernah aku lakukan itu." Sean menolak tegas. "Aku bahkan tidak mau melihat wajah mu yang menjijikan itu."
Seketika kata-kata Sean yang menolak menikahinya membuat Penyihir buta merubah penampilannya yang jelek dan lusuh menjadi Dewi yang cantik. Inilah salah satu rahasia mereka, yaitu mengubah penampilan demi memikat mangsa yang mereka gilai.
Salah satu legenda pernah mengatakan bahwa kaum penyihir buta dahulu adalah wanita-wanita cantik yang mendiami sebuah desa tak jauh dari kota saranjana. Desa itu bernama desa manun, desa seribu bidadari.
Kecantikan mereka tak bisa di tandingi oleh kaum manapun. Dengan kecantikan ini mudah saja bagi para wanita desa manun memilih pasangan pria yang mereka inginkan.
__ADS_1
Namun satu hal yang paling di benci oleh wanita-wanita dari desa lainnya dari kaum desa manun, yaitu kesombongan mereka. Karena terlalu membanggakan diri pada kecantikan mereka dan menganggap rendah wanita dari kaum lain membuat wajah-wajah para wanita desa manun berubah menjadi hitam legam.
Wajah putih mulus mereka yang dulu menjadi kebanggaan mereka, kini berubah menjadi tua tanpa wujud. Mereka terkena kutukan setelah menghina Dewi kecantikan.
Kaum desa manun yang dulu menghormati Dewi kecantikan shades, dan di berkahi kecantikan oleh Dewi ini, membuat mereka keras kepala. Dan itulah penyebab mengapa mereka amat tamak pada kecantikan.
Hingga pengkhianatan atas penghormatan pada Dewi shades berakhir menjadi sebuah penghinaan yang keji. Menghina Dewi shades merupakan sesuatu yang tercela bagi kaum wanita.
Beruntungnya, karena Dewi shades masih sedikit mentolerir sikap angkuh kaum manun, Dewi kecantikan ini memberikan sebuah persyaratan pada mereka. Yaitu mereka bisa kembali pada rupa mereka yang cantik asal melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak bersikap sombong dan tidak merendahkan wanita dari kaum mana pun. Dewi shades meninggalkan para kaum manun di tengah hutan agar di pekerjakan membantu Dewi Rhodes mengurus hutan.
Namun kesempatan ini bukan di pergunakan sebagai bentuk penyesalan. Justru mereka menggunakan kebaikan yang di berikan oleh Dewi shades sebagai jalan meraih kembali apa yang mereka miliki.
Mereka pernah mendengar percakapan Dewi shades dan Dewi Rhodes bahwa di manor tua milik Dewi hutan itu terdapat lembah mata air suci pengubah penampilan buruk rupa yang mereka alami.
Mendengar semua itu, para kaum manun dengan sengaja menggunakan kelengahan para nimfa untuk mengambil sebanyak mungkin air suci itu. Perbuatan mereka terendus oleh Dewi Rhodes. Dia murka, sehingga kemurkaan itu tanpa ragu membawa petaka bagi kaum manun.
Melalui kesaktian Dewi Rhodes, dia mengutuk mata-mata para kaum manun yang semula normal kini ia bakar menggunakan kekuatannya. Hingga nampaklah hingga kini mata para kaum manun terlihat bagai sebuah kurma kering yang menggantung di pelupuk mata.
Sejak saat itu mereka di asingkan dan di buang di berbagai tempat. Hingga tahun-tahun terakhir sebagian kaum manun mati bunuh diri di lembah Kematian dekat desa manun.
Dan sebagian lagi melanjutkan hidup mereka. Salah satu kaum manun pernah mencuri sihir milik tiga Dewi, yaitu Rhodes, shades dan Handita. Mereka mencurinya lalu mengubah diri menjadi seorang penyihir. Mereka ingin membalaskan dendam pada para Dewi yang berparas cantik itu.
Walau mencuri sihir mereka, tetap saja para penyihir itu tak mampu mempelajari ilmu-ilmu itu. Inilah sebagian kisah para penyihir buta yang di anggap kaum hina.
Sean melihat penyihir buta saat itu memang jauh lebih cantik. Sean tidak menyangka bahwa dia bisa secantik itu.
Jelas saja Sean sudah dalam mantera hipnotis nya. Seketika Sean tak bisa berkata apa-apa selain menyukai kecantikannya. Dia mengangguk, mengikuti permintaan penyihir buta ini.
Driyad lupa mengatakan pada Sean bahwa muli bisa berubah menjadi cantik ketika dia di tolak oleh pria yang di gilainya.
"Sean! Jangan menatap wajahnya!" Driyad memperingatkan Sean. "Jangan mendekati wanita itu, dia terlalu berbahaya, Sean!" Driyad dengan perkataannya tak mampu menghentikan Sean.
Dengan kemampuan sebisanya, dia menyerang muli agar melepaskan mantera nya. Akan tetapi, muli memiliki sedikit sihir. Dia menghempaskan tubuh Driyad ke dinding goa.
Semua telah terlambat. Sean sudah terlanjur menyukai kecantikan wajah muli tanpa pengecualian. Wajah mengerikan muli kini tertutupi oleh cantiknya wajah lain saat itu. Siapa saja pasti akan tergoda.
"Sean? Apakah kau mendengarkan kata-kata ku. Jangan menatap wajahnya Sean." Jessica melanjutkan peringatan yang sempat terucap oleh Driyad.
Jessica menarik tubuh Sean, dia mencoba menyadarinya dari hipnotis dan tipu daya muli.
Namun Sean tak mendengar suara Jessica. Seakan telinganya tuli, Sean tetap menghampiri muli yang telah menjadi cantik.
Tatapan mata Sean kosong. Jessica menariknya agar tak mendekati wanita itu. Tetapi tenaga Sean entah sejak kapan menjadi lebih kuat. Dia mendorong Jessica hingga tersungkur.
Tidak tahu bagaimana mereka akan menyadarkan Sean, Jessica terkulai sedikit merasakan sakit atas perlakuan Sean. Yudhar membantu dan memapah dia terbangun. Simpati Yudhar pada Jessica membuatnya ingin menghajar sean.
__ADS_1
"Apa yang harus kita lakukan untuk menghentikan Sean?" Jessica bertanya pada Driyad.
Driyad memikirkan cara, walau tubuhnya sedikit sempoyongan. Dia butuh waktu untuk memikirkan rencana ini. Sementara Sean sudah masuk dalam alur makhluk hina itu. Sean mendekati penyihir buta perlahan karena sudah terbuai pada kecantikan kaum manun itu.
Dan untuk sesaat penyihir buruk rupa itu melahai tertawa lepas pada ketiga Sabahat Sean.
"Kau lihat Driyad. Makhluk sejati para lausius. Sudah ku katakan, tidak sulit mendapatkan lausius ini. Dia lausius paling lemah yang aku temui." Dia meledek Driyad dengan kesombongan yang ada. Dia memamerkan betapa hebatnya dia saat itu.
"Kau jangan senang dulu wanita buruk rupa. Aku akan memikirkan cara untuk membebaskan Sean." Timpal Jessica mengutuk perbuatan si buta.
Driyad masih memikirkan ide. Terakhir kali dia ingat salah satu kelemahan muli adalah di balik jubah lusuhnya itu. Dibalik jubah itu terdapat sihir yang bisa mematahkan mantera hipnotis si buta. Driyad kemudian membisik di telinga Jessica, memberitahukan hal ini pada gadis pemberani itu.
Mendengar bisikan itu Jessica paham.
Dengan sigap khas dirinya yang tak sabaran mengambil lampu api yang berdiri di atas batu sejenis stalagtit. Pikirannya saat itu dangkal, api yang ia pegang langsung di sambarkan ke jubah penyihir buta.
Seketika jubahnya terbakar. Dan yang terjadi, dia kembali ke semula dalam bentuk dan wujudnya yang buruk rupa. Berwajah amat hina, dia terlihat tak lagi secantik tadi saat menggoda Sean.
Akh.....
Penyihir buta ini mengerang kesakitan dan kepanasan. Dia melepaskan Sean begitu saja yang sempat ia genggam.
Tubuhnya tidak terbakar di lahap api.
Melainkan api itu hanya mengembalikan tubuhnya ke semula, mematahkan sihir yang ia pakai untuk memikat Sean.
Sean tersadar dari sihir Penyihir buta ini. Sakit kepala Sean rasakan dan samar-samar wajah Jessica terlihat sedikit buram.
Penyihir buta itu walau matanya tak mampu melihat, namun dia bisa merasakan makhluk di sekitarnya melalui tongkatnya yang sama mengerikan dengan wajahnya itu.
Dia meraung-raung mengibaskan tongkatnya menyerang Sean, Jessica dan Yudhar berserta Driyad.
"Kha....." Dia meraung dengan suara paraunya. "Kemana kalian. Kembalikan kecantikan ku."
Inilah kesempatan untuk melarikan diri. Driyad tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
"Ayo lari anak-anak." Teriak Driyad memperingati mereka. Dia menunjuk jalan keluar dengan gaya bahasa seperti berisyarat.
Jessica secepat mungkin menarik Sean yang setengah sadar keluar dari goa. Dia memapah sahabatnya itu.
Tak lupa, sebelum Jessica memboyong Sean pergi, tangan jahilnya mendorong penyihir buta itu hingga terjatuh bahkan menginjak kaki si buta tanpa perasaan.
"Rasakan itu makhluk buta." Ledek Jessica untuk yang terakhir kali.
Dia bergidik puas saat melihat manusia aneh itu tersungkur.
Muli mengerang kesakitan. "Kha..... Anak-anak tak tahu diri. Akan ku kutuk kalian tak bisa keluar dari kota ini."
__ADS_1
Dia berteriak tak ada gunanya, Sean, Jessica dan Yudhar sudah menghilang dari goa gelapnya ini. Dia di tinggalkan tak ada artinya.
BERSAMBUNG