Adventure Of Lord Lausius

Adventure Of Lord Lausius
Episode 47


__ADS_3

Marmaida & Danau Suci


"Dewi Handita yang kami hormati. Malam makin melelahkan, sebaiknya kami pergi dari sini lebih dahulu. Para Marmaida harus mempersiapkan penyembahan, dan kami tidak ingin mengganggu penyembahan kalian." Melihat suasana malam yang sudah sedikit larut, terlebih sudah cukup lama mereka ada di dalam danau suci ini, Driyad ingin beranjak meninggalkan Osirus.


Dewi Handita mendeham seraya tersenyum. "Tentu saja kalian bisa pergi," Katanya bicara singkat.


Kembali, dengan kekuatan yang keluar dari tangannya, Dewi Handita mengeluarkan Yudhar dan Jessica dari permukaan danau.


Kedua tubuh anak itu kini melayang di udara. Dengan bantuan kekuatan saktinya, Dewi Handita melayangkan tubuh kedua anak itu ke darat dan menurunkannya perlahan.


Kedua anak itu merasa sangat bahagia bercampur takut ketika mereka melayang di udara. Tepat di sebelah Driyad, keduanya di tempatkan dengan hati-hati.


Kini Dewi Handita memandang wajah Sean sedikit serius dari sebelumnya. "Kelak, jika kau sudah bertemu dengan sahabat mu, kau harus menemui ku sebelum kembali ke dunia mu. Aku ingin menghadiahi mu sesuatu sebagai hadiah karena telah melihat tempat ini." Dia bicara sembari menepuk pundak Sean.


Sean sedikit bingung atas perkataan Dewi ini. Dia tidak memahami apa yang di maksud olehnya. "Ehm.... Yah, ku rasa begitu lebih baik dari pada membual." Gumam Sean bicara asal.


Untuk memasuki kuil douglass dan juga bergabung dengan para makhluk olympia itu tidak akan mudah. Bahkan untuk bermalam di istana heres milik Asparos pun tidak bisa sembarang orang. Apalagi Sean, walau dia di anggap spesial namun tidak menutup kemungkinan Dewi Handita membawanya ke dalam istana heres maupun kuil douglass.


Dewi Handita tidak akan membawa Sean memasuki kuil douglass maupun istana heres. Akan banyak konspirasi yang akan terbentuk jika para Marmaida melihat anak manusia masuk kedalam danau suci ini.


Sean bukanlah makhluk olympia yang bisa bernafas di dalam air. Dia tetap manusia yang tidak bisa bertahan dalam dinginnya air Osirus. Hanya saja, sungai keabadian Osirus ini harus di jaga kesuciannya. Dewi Handita bisa saja memberikan mereka sepasang sirip, ekor dan insang bahkan masuk ke kuil douglass dan istana heres. Tetapi dia tidak ingin melakukannya.


Handita hanya bisa menyambangi anak-anak itu tetapi tidak memboyongnya menuju ketempat mereka.


Dewi Handita sudah memikirkan bahwa Sean tidak akan masuk kedalam istana mereka. Hanya saja, konsekuensinya adalah para thripon, belut raksasa itu pasti bisa mengetahui keberadaan Sean. Hanya dengan mencium aroma tubuh manusia Sean, para thripon pasti tidak akan melepaskan anak ini.


"Sean. Karena kau manusia spesial, maka aku buat pengecualian untuk mu. Kau tidak perlu perjanjian apapun setelah menemui danau suci ini. Dan sebagai gantinya, maka kalian berjalanlah menuju manor nimfa." Tukas Dewi Handita sekali lagi bicara.


Sean mengangguk, dia begitu tidak sepenuhnya paham pada maksud wanita ini. Tetapi Sean akan bertanya pada Driyad, apa itu manor. Dewi Handita kembali dengan kekuatannya, menyihir Sean mengubah kembali penampilan anak itu. Kini dia jauh lebih tampan dari sebelumnya.

__ADS_1



Ilustrasi Sean ketika berubah. Gambar berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili kisah ambigu ini. Mohon bijak menanggapinya.


Dengan sihir Dewi Handita yang keluar melalui tangannya yang lembut itu, Sean di antar ke darat menuju Driyad. Dia melayang dengan menggunakan sihir Dewi Handita yang bersinar indah.


"Jika sudah sampai di manor nimfa, naikkan salah satu tangki air di mahligai itu. Aku akan senang melihatnya saat terbuka." Ujar Dewi Handita sekali lagi bicara kepada anak-anak tepat di hadapan Driyad.


Driyad paham maksudnya dan dia tidak ingin berlama-lama di kolam Osirus ini. "Kalau begitu, kami sebaiknya berangkat sekarang. Kau tahu, malam ini adalah malam purnama. Dimana malam ini jauh lebih panjang dari sebelumnya."


"Aku mengerti itu. Berhati-hatilah, jaga keselamatan anak-anak ini dengan baik." Sambar Dewi Handita membalas perkataan Driyad.


Driyad lalu memboyong anak-anak meninggalkan Osirus. Bayangan punggung para pejalan itu masih nampak di mata Handita. Untuk sesaat Dewi ini tersenyum. "Aku tidak menyangka. Ribuan tahun yang lalu Edna menemui danau ini. Dan kini, putra heydden ini juga menemui danau suci ini. Masa depan anak ini akan lebih baik jika para gort tidak lagi menyerang." Dewi Handita bergumam sendiri.


Saat melihat anak-anak menggemaskan itu menghilang di balik hutan yang semuanya nampak bercahaya ini, Dewi Handita teringat pada masa ribuan tahun yang lalu.


Masa di mana saat Edna melarikan diri dari kejaran para gort. Tepat di danau Osirus, wanita yang di kenang oleh Dewi Handita ini akhirnya melahirkan putra yang sangat tampan. Keajaiban sungai yang memberikan para keturunan yang cantik dan tampan ini terbukti saat dia melihat Sean.


"Benar. Dia putra Edna. Namun sayang, di dunia manusianya Edna menyembunyikan identitas putranya itu." Kata Dewi Handita membalas pertanyaan Bessara.


Dewi Handita menebak pasti Bessara sedang penasaran pada kelanjutan cerita Sean. Dia menduga Bessara akan kembali bertanya tanpa henti.


Dan sesuai dugaannya, Bessara kembali bertanya seputar Sean.


"Tidak kah dia tahu bahwa dia mampu melihat identitas dirinya sendiri. Bukankah ketika dia beranjak remaja, ingatan lama itu akan kembali padanya? Bagiamana putri Edna melakukan itu. Maksud ku, bagaimana bisa dia menyembunyikan identitas putranya bertahun-tahun ini. Apakah Edna tidak akan tahu bahwa anak itu akan mengetahui kebenarannya?" Bessara sungguh sudah masuk dalam pertanyaan yang benar-benar membuatnya penasaran. Bahkan ribuan tahun yang lalu hingga saat ini dia belum bertemu dengan Edna.


Dewi Handita tersenyum seolah senyum itu adalah senyum licik. Dia lalu menjelaskan kebenaran yang ingin di ketahui oleh Bessara. "Sebenarnya putra Edna itu telah tahu. Hanya saja pria itu menutupi semua identitas anak itu melalui obat yang dia rancang. Petter, manusia itu yang membuat anak ini melupakan identitasnya walau dia hampir mengetahui sisi lain dirinya."


"Lalu bagaiman dengan heydden? Apakah dia juga setuju menutupi kisah ini?" Kembali Bessara bertanya. Kali ini Bessara jauh lebih penasaran dari sebelumnya.

__ADS_1


"Dia juga melakukannya. Dengan identitas barunya sebagai manusia ribuan tahun ini, dia berharap bahwa putranya itu bisa hidup layaknya manusia biasa. Tetapi siapa sangka, karena keras kepalanya melawan hukum alam membawa putranya itu menemui tempat ini dengan sendirinya." Dewi Handita cukup handal dalam bercerita. Dia mengenal bagaimana kehidupan Sean di dunia manusia jauh meninggalkan kisah lainnya.


"Kalau begitu aku mengerti. Jadi, apakah dia benar-benar sebagai penyelamat kota ini? Tidakkah dia terlalu lemah untuk menghadapi peperangan ini." Bessara berkata mengisyaratkan dengan kisah ribuan tahun itu.


Dewi Handita menatap wajah para Marmaida. Dia bersikap sangat bijaksana saat itu. "Dia utusan terakhir shutanhamun. Dia tidak akan mati, hanya saja dia masih lugu. Tetapi dengan sendirinya nanti dia akan mendapatkan kekuatannya." Tukas Dewi Handita memberitahu rahasia besar hidup Sean.


Para duyung sangat takjub saat mendengar cerita seru dari Dewi mereka. Bahkan tidak bisa di ragukan lagi bahwa Sean sangatlah berkarakter.


Lalu Dewi Handita menutup perbincangannya dengan para Marmaida melalui mantra-nya. Para Marmaida paham bahwa ini sudah waktunya untuk kembali ke heres.


"Osirus danau abadi. Kejayaan dan kesucian hanya miliknya. Wahai para petinggi olympia, tutuplah sungai dan jangan biarkan siapa pun melihat sungai keabadian ini." Dewi Handita membacakan mantra penutup danau.


Ini adalah mantra yang di ucapkan oleh Dewi Handita. Syair ini di ucapkan untuk mengelabui mata siapa pun yang menemukan danau ilusi ini. Paruh waktu tidak akan menggerus sungai keabadian yang telah menghidupkan para makhluk olympia hingga jutaan tahun lalu.


Dan danau keabadian ini benar-benar tertutup oleh sihir Dewi Handita. Semuanya kembali ke tempat semula, dimana danau suci ini menutup diri menjadi hutan cantik.


Walau dia menutup dan menyembunyikan sungai ini dari mata manusia atau mata-mata makhluk lainnya, Dewi Handita tidak bisa melawan hukum yang berlaku bahwa Sean mampu melihat sungai ini.


Sungai ini kembali menutup diri seperti sebelumnya. Yaitu berubah menjadi hutan yang sama seperti sebelumnya. Dia akan tampak menjadi danau jika orang-orang yang memiliki ikatan dengan danau ini.


Namun berubah menjadi hutan saat orang awam yang melihatnya. Sihir para olympia sudah mengunci tempat ini dengan aman.


BERSAMBUNG


Jangan lupa tinggalkan like, komentar, share, vote dan rating kalian yah.


Jika kalian menyukai novel ini, maka tinggal jejak serta kesan dan pesan untuk petualangan Sean dan kawan-kawan.


Oh iya, novel author turun rating, plis yang belum kasih rating bintang lima, skuy bantu push rank.

__ADS_1


Sean cinta kalian semua


__ADS_2