
" Sudahlah, lebih baik kita lanjutkan perjalanan. Jika memang kalian memiliki cara sendiri, lakukanlah sesuka kalian, asalkan monster itu cepat pergi dari hutan desa kami!"
Nampak terlihat sebuah tubuh yang besar nya hampir 17 meter, monster itu berbentuk seekor ular hanya saja kepala nya memiliki lebih dari satu, ada sekitar lima kepala. Monster ular itu seperti nya sedang tertidur lelap, tidak ada pergerakan sedikit pun hanya saja monster itu memiliki pendengaran dan penciuman yang tajam sehingga sedikit saja ada bunyi atau bau aroma manusia dia akan langsung terbangun. Karena itu kepala desa meminta orang-orang yang ikut hari ini agar berjalan perlahan dan tidak menimbulkan suara.
Kraak
Namun seperti nya nasib baik tidak berpihak pada mereka, salah satu dari mereka tanpa sengaja menginjak ranting yang kering dan membuat suara.
Nasib mereka sungguh sial!
Sudah jatuh tertimpa tangga, kalimat itu mungkin yang cocok dalam kondisi saat ini.
Lihatlah monster itu telah menunjukkan akan terbangun dari tidur lelap nya, dan mereka pun tidak bisa melarikan diri. Meski mereka telah menyembunyikan aura nya tapi bukan berarti mereka jadi tidak terlihat.
" Ini semua karena mu!"
" Enak saja, salahkan saja tuh ranting."
" Dasar bodoh, kau yang tidak hati-hati."
" Kau yang bodoh!"
" Diam" kepala desa menatap tajam pemuda-pemuda bodoh ini, ia sangat kesal hari ini, dia bahkan berpikir apakah keputusan nya tepat dengan membuat anak-anak manja ini untuk melawan monster. Di banding melawan monster mereka malah seperti akan pergi jalan-jalan.
Apakah reputasi academy Blue Ocean sekarang sudah semakin menurun sampai mengirimkan pemuda-pemuda idiot ini, pikir nya.
" Ssttss..." Suara desisan ular itu membuat mereka menegang.
" Aaahh monster!" Seorang pemuda desa yang takut saat ular itu terbangun, segera berteriak dan bergegas melarikan diri. Namun naas sekali pemuda itu langsung di lilit oleh ekor milik monster ular itu.
" Tolong! Tolong selamatkan aku!" Teriak nya dengan ketakutan.
" Tuan muda Harraz cepat kau selamatkan dia, atau dia akan menjadi santapan ular itu!" Desak seorang pemuda desa lainnya.
Harraz yang di desak oleh orang-orang ini menjadi kebingungan, dia menelan ludah nya sendiri saat melihat betapa besar nya monster di depan nya itu.
Monster itu membuat nya takut, bagaimana tidak selama ini selalu penjaga yang berdiri di depan nya, ia selalu menjadi anak yang manja dan terlahir dengan sendok emas, tidak pernah mengalami hal semacam ini.
" Ekhem tentu saja aku pasti akan menyelamatkan nya!" Seru Harraz
" Oh tuan muda Harraz begitu berani melawan monster tingkat tinggi" ucap Arsya yang membuat Harraz seketika termundur.
__ADS_1
Monster memiliki lima tingkatan yaitu tingkat rendah, menengah, tinggi, bumi dan langit.
Semakin tinggi tingkatannya semakin berbahaya monster tersebut, bahkan ada beberapa yang memiliki kecerdasan manusia dan bisa berbicara layaknya seorang manusia, Monster inilah yang paling berbahaya.
Jika itu monster tingkat rendah dan menengah, Harraz yakin masih dapat bisa menanganinya tapi jika itu monster tingkat tinggi dengan levelnya sekarang ia ragu untuk melakukan itu.
" Tidak Kay, monster itu seperti nya setengah tingkat bumi, jika di biarkan sebentar lagi dia akan sepenuhnya berada di tingkat bumi" ujar Aksa menatap monster ular di depan nya dengan serius.
" Benarkah, tidak banyak monster yang berada di tingkat bumi"
Mendengar percakapan Aksa dan Arsya hanya membuat Harraz semakin takut dan tidak karuan.
" Aaahh tolong jangan makan aku!" Teriakan seseorang mengalihkan perhatian mereka.
" Tuan muda Harraz!" Semua orang menatap Harraz dengan tatapan penuh permohonan.
" Baiklah" Harraz menggertakan gigi nya dan maju ke depan.
" Teman-teman ayo kita habisi monster itu!" Seru Harraz pada teman-teman nya.
Meski mereka takut tapi mereka memiliki sedikit kepercayaan diri akan dapat mengalahkan monster itu dengan bantuan Harraz.
Aksa dan Arsya sendiri hanya menonton tanpa berniat membantu.
" Tanah berdiri dengan kokoh bentuk perisai!"
" Angin kecil menjadi besar, berubahlah menjadi badai topan!"
Satu persatu mereka mulai melantun mantra untuk kemampuan yang mereka miliki dan menyerang monster ular tersebut.
Mereka hanya pemuda-pemuda yang masih pada tahap pemuda jadi wajar jika masih memerlukan membaca mantra untuk mengeluarkan sihir, jika sudah di tahap lebih tinggi lagi mungkin mereka hanya perlu menggerakkan tangan nya tanpa perlu mengucapkan mantra.
" Hah..."
" Kenapa?" Aksa yang tadi sedang memperhatikan jalannya pertarungan langsung berbalik menatap Arsya saat gadis itu menghela napas nya dengan panjang.
" Aku ingin tahu apa yang dipikirkan oleh pak Rezvan saat dia mengijinkan para pemula ini datang ke desa ini dan melawan monster tingkat setengah bumi itu, apa otak nya telah konslet"
" Kau mungkin benar" sahut Aksa dengan acuh
" Cih, kalian berdua saja hanya diam saja tidak membantu mereka, untuk apa begitu membual" Sindir salah satu pemuda desa yang mendengar percakapan keduanya dengan sinis.
__ADS_1
" Kami tidak tertarik membantu orang-orang idiot!" Balas Arsya dengan santai.
Baru saja pemuda itu ingin kembali bersuara tapi sebuah suara ledakan membuat nya langsung diam membisu.
Boom
Dhuar
" Khuk...uhuk"
Dengan sekali kibasan ekor monster ular Harraz dan yang lain nya terpental ke berbagai arah dan memuntahkan darah.
Ular itu dengan marah menatap para manusia yang tersisa, dengan ekornya ia pun ingin menangkap para manusia itu untuk dijadikan santapan makan siang nya.
" Aaakkhh..."
" T-tidak monster jelek jangan mendekat!"
Para pemuda desa yang tadi tampak begitu sombong sekarang berubah menjadi pucat pasi seperti kertas kosong.
" Aksa, Arsya jika kalian hebat cepat kalahkan monster itu!" Seru kepala desa menatap keduanya dengan tajam, entah kenapa ia malah melemparkan masalah ini pada keduanya di saat terdesak.
Mungkin dia telah gila karena berharap kedua orang itu memiliki cara untuk menangani monster berbahaya di depan nya.
" Bagaimana Kay, apa kau tertarik dengan inti jiwa monster ini?" Tanya Aksa dengan santai seakan bahaya yang orang-orang katakan bukan apa-apa di mata nya.
" Entahlah, monster ini memang hebat dan memiliki tingkatan yang cukup langka. Hanya saja aku tidak tahu apakah inti jiwa nya akan cocok dengan senjata sihir yang akan ku buat" jawab Arsya yang sikap nya sama saja dengan Aksa.
" Hey sialan kalian berdua cepat lakukan sesuatu apapun itu, jangan hanya membual!" Seru seorang pemuda yang ketakutan saat melihat ekor ular itu semakin mendekati mereka.
" Ck, dasar mulut ibu-ibu. mengapa kau tidak diam saja!" Seru Arsya melambaikan tangan nya seketika mulut pemuda itu merapat seakan ada lem di bibir nya itu. Tidak ada yang menyadari apa yang telah Arsya lakukan kecuali Aksa, namun meski Aksa tahu pun ia akan pura-pura tidak mengetahui nya.
" Aahhkk..."
BAM!
Ekor ular itu terpental saat menabrak dinding tak terlihat yang tiba-tiba saja muncul melindungi mereka.
Sebelum ekor ular itu semakin Harraz telah menjentikkan jari nya dan seketika sebuah perisai tak terlihat muncul dan melindungi mereka.
" Apa kalian tidak apa-apa?" Tanya Harraz yang tiba-tiba muncul, melihat kedatangan Harraz mereka pikir Harraz lah yang telah menolong mereka.
__ADS_1
" Tuan muda Harraz terimakasih telah menolong kami, kau penyelamat kami!"
" Benar."