Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
86. Kesalahpahaman


__ADS_3

***


langit cerah telah berganti dengan gelap nya malam, untung saja bulan dan taburan bintang menerangi langit yang gelap membuat malam ini tidak terlalu gelap.


di gelap nya langit malam terdengar percakapan dua orang yang sedang berdiri dan mengobrol dengan senang nya.


" ada apa memanggil ku kemari?" tanya gadis itu pada pemuda di depan nya dengan acuh.


" kita sudah lama tidak bersama mengobrol seperti dulu, menemui mu sekarang bahkan lebih susah dari menemui seorang aktor. namun kau sama sekali tidak merasa senang menemui ku, hati ku begitu terluka.."


" aku tidak memiliki waktu untuk meladeni omong kosong mu itu, cepat katakan ada apa?"


" ku dengar kau besok akan berangkat untuk menjalankan misi, jadi aku datang untuk menemui mu, bukankah setelah ini akan lebih sulit untuk bertemu dengan mu.." ucap pemuda itu.


" berapa lama kau akan pergi?" tanya nya pada gadis di depan nya.


" mungkin lebih dari satu minggu, aku belum mengetahui nya" jawab gadis itu dengan acuh.


" Arsya, ambillah." ternyata gadis itu adalah Arsya, gadis itu malam malam pergi keluar hanya karena di panggil oleh pemuda ini.


Arsya menaikkan sebelah alis nya seakan bertanya, 'apa itu?' tapi mulut nya juga berkata lain.


" kak, kau malam-malam begini memanggil ku ke tempat yang sepi dan sunyi ini tidak hanya ingin memberikan kartu kredit mu saja, kan" ucap Arsya tersenyum acuh sambil menatap pemuda itu yang tidak lain Arion dengan tajam.


" tentu saja tidak, kakak memanggil mu ke sini juga karena ingin memberikan dokumen ini, ayah menyuruh ku memberikan nya pada mu!" ucap Arion santai sambil mengeluarkan sebuah map pada Arsya.


" oke, makasih. aku tidak bisa menerima kartu mu itu, tidak akan berguna untuk ku, kau simpan saja" Arsya hanya mengambil map itu tanpa menyentuh kartu kredit milik Arion.


" ambil juga kartu ku, di negara N kau mungkin akan kesulitan, mungkin kartu ini akan berguna" ucap Arion dan langsung memberikan kartu tersebut ke tangan Arsya agar gadis itu tidak bisa menolak nya.


" hah... kak jika ada orang lain yang melihat kita bersama mungkin akan ada gosip panas keesokan hari nya, apakah kau tidak memikirkan ini."


" untuk apa! bukankah kita saudara" balas Arion polos.

__ADS_1


" lalu apa kau pernah memikirkan kau memberikan kartu kredit ini dan kemana tujuan ku akan pergi. aku akan pergi ke sebuah desa terpencil, kartu ini tidak akan berguna untuk ku." ucap Arsya sambil melambai-lambaikan kartu di tangan nya.


Arsya menenangkan kembali hati nya dan mencoba untuk tetap sabar, " Dan di academy ini tidak ada yang tahu hubungan kita yang sebenarnya, jadi gosip akan tetap ada."


" siapa juga yang menyuruh mu menyembunyikan hubungan kita" balas nya tak kalah acuh


" aku tidak akan mengambil kembali benda yang ku berikan, ambil saja. jika tidak kau gunakan, ya sudah simpan saja, " jawab Arion acuh, Arsya hanya dapat menggelengkan kepala nya pelan mendengar ucapan kakak nya itu.


Tanpa sepengetahuan keduanya, ada satu orang yang sedang mengawasi kedua nya, saat pertama kali Arion memberikan kartu kredit milik nya pada Arsya, orang itu telah ada tidak jauh dari tempat keduanya.


" Untuk apa mereka berdua berada di sini?" batin orang itu dengan bingung. karena posisi nya yang jauh ia tidak bisa mendengar percakapan keduanya, tapi ia dapat mengenali identitas keduanya.


Valencia baru saja kembali dari kelas seni nya, ia sengaja mengambil jalan ini karena jalan ini akan lebih cepat menuju asrama nya, jalan yang ia lalui sekarang memang sepi dan jarang di lalui orang, tapi siapa sangka ia malah melihat Arion yang sedang bersama Arsya.


ia ingin lebih dekat tapi langkah nya langsung membeku seketika saat melihat Arion memeluk dan mencium kening Arsya. pikiran-pikiran aneh memenuhi benak nya, seketika pertanyaan-pertanyaan tentang hubungan Arsya dan Arion melintas di pikiran nya.


apakah Arion dan Arsya pacaran?


tapi bukankah Arion mengatakan mereka berdua tidak memiliki hubungan apa-apa.


karena tidak tahan melihat kemesraan keduanya, Valencia pun langsung berbalik dan pergi dari tempat itu.


" ada apa de?" tanya Arion yang melihat Arsya tiba-tiba saja menoleh.


" tidak, tadi aku merasa ada orang lain disini." jawab Arsya acuh


" tempat ini jarang di lalui orang, jadi kamu tenang saja."


" hmm.."


***


Di pagi hari yang terang burung-burung telah berkicau membuat hari yang cerah bertambah indah.

__ADS_1


Pintu portal yang ada di academy telah ada lima orang yang sedari tadi menunggu di sana dengan kesal.


" Kemana dia ini!!"


" Ck, sudah hampir satu jam kita menunggu tapi orang itu belum datang juga!"


" Apa dia menganggap diri nya itu bos yang bisa melakukan sesuatu semau nya.."


" Benar, tuan Harraz saja sudah datang sedari tadi, tapi lihatlah dia belum terlihat batang hidung nya juga.."


Harraz yang mendengar pujian mereka tentunya merasa sangat senang, hati nya menjadi begitu bangga, namun juga semakin sombong. Namun ekspresi wajah nya tidak berubah sedikit pun terlihat begitu lembut dengan senyum tipis yang membuat nya begitu tampan.


" Aku tidak menyangka Aksa bisa mau bergabung dengan orang-orang yang begitu pandai menjilat!" Seru Arsya dengan acuh.


Arsya baru saja datang bersama Aksa dan satu orang lain nya, tapi siapa sangka mereka akan mendengar perkataan orang-orang itu.


" Gadis cupu kau diam saja, ini tidak ada hubungan nya nya dengan mu."


" Benar, lagi pula siapa juga yang ingin satu kelompok dengan anak haram itu!"


" Kalian begitu banyak bicara, tapi apakah kalian telah bertanya pada Harraz sebenarnya tugas ini di serahkan pada siapa dan siapa yang harus memegang kendali semua keputusan untuk misi ini.." ucap Arsya dengan santai ia juga menatap Harraz dengan sinis.


" Tentu saja untuk tuan muda Harraz..."


Sebelum orang itu melanjutkan ucapan nya, Arsya segera memotong nya. " Benarkah"


" kalian sudah datang ternyata, kalian begitu rajin padahal masih ada beberapa men-it..." Seru pak Efendi yang baru saja datang, ia melihat jam di tangan nya dan waktu nya masih cukup lama, namun ia tidak bisa menyelesaikan ucapan nya karena Arsya.


" Pak Efendi mengapa kau begitu lama, kau bahkan datang sangat terlambat, lihatlah Harraz dan teman-teman nya itu begitu lelah menunggu mu tapi setelah lama batang hidung mu baru terlihat, pak Efendi apakah sekarang kau menganggap diri mu sendiri sebagai kepala academy hingga bisa semena-mena terhadap mereka!" Ucap Arsya tanpa membiarkan pak Efendi berkata-kata. Orang-orang yang menjelekkan Aksa seketika menjadi takut dan segera memelototi Arsya untuk meminta nya diam.


" Apa yang kau bicarakan ini, kami tidak..."


" Ya, aku tahu kalian sudah sangat lelah menunggu kami, ini semua salah pak Efendi yang meminta kami keruangan nya terlebih dahulu sebelum kemari."

__ADS_1


Saat Arsya mulai berdebat tidak akan ada hal baik untuk lawan nya.


__ADS_2