
" Lima tahun, waktu yang cukup lama juga. Hanya saja sudah lama kita tidak beradu kekuatan"
" Kau benar, dan kali ini aku tidak akan kalah."
" Aku sungguh meragukan nya."
" Tidak lama lagi orang-orang itu akan kembali dari misi mereka. Setelah kembali seperti nya dia akan kembali merekrut anggota baru"
" Apa kau menjadi takut pada mereka sekarang Rion" ucap Aksa acuh dan santai tapi juga tersenyum mengejek.
" Takut? Itu tidak mungkin. Setelah kedatangan kita, dan saat kita membuat organisasi baru, mereka sudah tidak sebaik dulu" Arion mengatakan nya dengan enteng dan sedikit menyindir tentang dia yang sedang kedua nya bahas.
" Akhir-akhir ini para pemimpin keluarga bangsawan utama selalu melakukan pertemuan, apa kau tahu! ku dengar mereka sedang membahas suatu organisasi misterius, dan kepala academy curiga organisasi White Angels menjadi bagian dari organisasi misterius itu" ujar nya
White Angels adalah salah satu organisasi yang di dirikan oleh seseorang di dalam academy, kepala academy selama ini juga tidak pernah melarang mereka untuk ini, dia selalu membebaskan murid-murid untuk membuat organisasi baru dengan usaha mereka sendiri, mungkin dengan adanya organisasi ini juga mereka dapat meningkatkan kekuatan mereka dengan lebih baik. Namun organisasi White Angels telah lama berdiri di academy Blue Ocean dan selalu dapat membuat para anggota nya menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya, perkembangan organisasi ini di dalam academy sangat pesat awal nya kepala academy tidak mencurigai sesuatu, hanya saja setelah lama organisasi sangat mendominasi di dalam academy, dan entah sumberdaya dari mana yang di dapat organisasi White Angels hingga membuat para anggota nya dengan cepat dapat meningkatkan kekuatan mereka.
Kekuatan organisasi White Angels bahkan dapat menyaingi kepala academy sendiri, lalu muncul lagi organisasi misterius yang ada di pulau terbang membuat kepala academy semakin curiga.
" Apa kau juga berpikir organisasi White Angels yang ada di academy merupakan bagian organisasi misterius itu?" Ucap Aksa menaikkan sebelah alis nya, ia jelas tahu apa yang sedang di khawatirkan para pemimpin sekarang, namun ia juga tidak mungkin mengekspos nya begitu saja.
" Mungkin aku terlalu berpikir berlebihan, namun di lihat dari bagaimana reaksi orang itu setelah kita mendirikan organisasi lain membuat ku mencurigai nya dan ada sesuatu yang aneh dengan organisasi ini."
" Benar juga sebagai keturunan bangsawan kewaspadaan itu sangat diperlukan."
Mendengar candaan Aksa membuat Arion tertawa kecil, " sekarang kau bahkan terlihat seperti seorang bangsawan yang bijaksana, entah apa yang di lihat ayah mu dari pemuda bodoh itu di bandingkan memilih mu!"
" Tidak perlu membicarakan orang-orang tidak penting itu... Masih ada waktu satu bulan sebelum orang itu kembali apa rencana mu selanjutnya?"
" Rencana? Untuk saat ini seperti nya tidak ada. Namun Valencia juga membutuhkan senjata sihir, seperti kami berdua akan menjalankan beberapa misi untuk satu bulan ke depan."
" Hubungan mu dengan gadis itu terlihat begitu baik" ucap Aksa sambil tersenyum mengejek.
__ADS_1
" Ets.... Jangan berpikir hal yang ambigu, aku adalah rekan nya tentu saja harus menemani nya dalam mencari alat-alat sihir, aku juga perlu mengajari nya beberapa keterampilan ku" bantahnya.
" ya, kau benar. Tuan muda Arion sangat benar!"
" Hehehe" Arion tertawa terpaksa mendengar lelucon Aksa.
" Ikut dengan ku!" Ucap Arion berjalan lebih dulu.
Aksa tidak menjawab dia hanya mengerutkan sebelah alis nya seakan bertanya 'kemana?'
" Ikut saja apa susah sih"
***
Arsya dan teman-teman telah duduk dengan tenang sambil mendengarkan penjelasan guru di depan nya. Meski kelompok Arsya hanya diam saja tapi tetap saja banyak yang merasa iri dengan mereka, apakah dengan kabar bahwa mereka bisa dekat dengan five prince yang kabar nya sangat sulit untuk di dekati.
Hari ini Blossom Class dan Astro Class tidak di pisah, melainkan di gabungkan menjadi satu kelas, karena itu kelas menjadi penuh dan sesak. di bagian kiri terdapat para murid perempuan sedangkan di bagian kanan terdapat murid laki-laki.
" Seperti nya akan ada badai sebelum hujan" gumam Heera acuh, kebetulan saat itu diri nya duduk di samping Arsya yang membuat Arsya dapat mendengar gumaman nya itu dengan jelas, tapi Arsya tetap saja Arsya yang hanya diam tanpa mempedulikan perkataan nya.
" Ra apa kau tidak mendengar ucapan ku" bisik nya pada Arsya
" Apa?" Hanya kata itu yang keluar dari mulut Arsya, nada nya bahkan terdengar malas.
Dengan sedikit kesal Heera pun berkata " lihatlah gadis itu, dia melihat mu seakan-akan ingin menelan mu hidup-hidup" Heera mengatakan nya sambil mata nya melirik Zalfa.
Tanpa perlu melihat nya Arsya sudah mengetahui itu, namun ia pun tidak peduli dengan masalah kecil itu.
" Lalu..."
" Lalu-lalu, seharusnya kau itu mencongkel kedua mata nya..... Ck, kenapa kau malah mengabaikan ku, yang ku katakan ini untuk kebaikan mu" awal nya Heera berbicara pelan tapi karena kesal ia pun sampai meninggikan suara nya.
__ADS_1
" Diamlah!" Seru Arsya pelan bahkan terdengar seperti gumaman dan perkataan nya itu sebagai peringatan untuk gadis itu.
Tiba-tiba ruangan itu menjadi sangat sunyi tidak ada suara guru yang sedang mengajar, mendengar ucapan Arsya ia yakin ada yang tidak beres, ia pun segera menoleh dan melihat sekeliling nya ternyata semua orang menatap nya dengan prihatin.
" CLARA!!" suara bentakan yang sangat keras sampai menggema di tempat itu
" Eh ya, kadal gurun.." ceplos Heera spontan tanpa tahu siapa yang sedang meneriaki nama nya. Dalam hitungan detik ia baru menyadari kesalahannya, ia pun menatap guru di depan nya sambil tersenyum senyum.
" Apakah bapa memanggil ku?" Ucap Heera dengan polos nya.
" Maju ke depan sekarang!!" Seru guru itu dengan tatapan garang, Heera tidak punya pilihan lain selain menuruti nya.
" Berdiri dengan satu kaki, dan kedua tangan mu memegang telinga jangan bergerak sebelum kelas ini berakhir." Lanjut nya yang langsung mendapatkan tatapan protes dari Heera.
" Yah pak, ini sih tidak adil. Ini semua salah Arsya seharusnya dia juga di hukum.."
" Aku!" Arsya menunjuk diri nya sendiri dengan polos " ada apa dengan ku, aku sudah meminta mu untuk diam tapi kau bahkan tidak mendengarkan ku"
" Sialan kau..."
Guru itu segera memotong perdebatan keduanya " Diam atau saya tambahkan hukuman mu"
" Arsya! Kau adalah anak baik, jangan sampai mengikuti sifat buruk Clara" ucap guru itu menasihati Arsya.
" Aku mengerti pak" jawab Arsya patuh dengan ekspresi polos nya seakan dia manusia yang sangat murni dan polos.
Namun di balik wajah polos nya Heera sempat melihat Arsya menarik bibir nya tersenyum mencibir padanya, tatapan nya pun terlihat sinis. Tentu saja hal itu membuat Heera kesal tapi ia tidak bisa melakukan apapun, ia tidak mau hukuman nya bertambah.
" Sialan kau Ara" batin Heera sambil menatap Arsya penuh permusuhan.
" Ck, ini juga salah si zalfa-zalfa itu, dasar gadis pembawa sial" batin Heera menggerutu.
__ADS_1