
Sebagian orang yang tidak melakukan kegiatan apapun mengalihkan perhatian nya pada Heera yang terlihat hanya acuh sedari tadi, bahkan gadis itu sedang asik dengan cemilan di tangan nya.
" Apa?" Seru Heera dengan tampang polos nya
Krieettt
Pintu ruangan di buka oleh seseorang untuk sejenak mereka mengalihkan perhatian mereka dari kegiatan mereka masing-masing ke arah pintu masuk, ternyata Aksa lah yang baru saja masuk.
Mereka kembali melakukan kegiatan mereka setelah tahu Aksa yang masuk.
Tidak berselang lama Arsya pun masuk kedalam melihat banyak orang di ruangan itu, termasuk Aksa ia merasa bingung.
" Ada apa?" Tanya nya pada siapapun yang akan menjawab pertanyaan nya.
Naura segera menjelaskan semua kejadian yang terjadi tadi pagi tanpa terlewat sedikit pun pada Arsya, Arsya hanya diam mendengarkan begitu pun Aksa yang memang tidak tahu apa yang terjadi, dan dia juga malas untuk bertanya.
" Hanya masalah kecil, tidak perlu di perbesar" ucap Heera yang memotong penjelasan Naura
" Masalah kecil kepala mu, reputasi mu yang akan hancur, sedangkan cowok itu tidak akan menerima dampak nya sedikitpun karena dia keturunan keluarga bangsawan utama" cibir Elvira kesal dan mata nya melotot pada Alvan.
" Santai saja Vira, bukan itu maksud ku tapi meski Kyra mampu memblokir berita itu yang sudah menyebar kemana mana itu, mereka mungkin akan menyebarkan berita yang lebih hot lagi di banding ini jadi percuma sajalah kita marah marah ga jelas" ujar Heera mencoba menjelaskan dengan lembut.
" Iya juga sih, tapi kita harus tetap memblokir berita itu jangan sampai reputasi mu memburuk Clara" sahut Elvira lagi
" Benar tuh kata mak mak kontrakan, si Alvan mana mungkin dapat masalah yang ada akan terus di dukung sama fans fantatik nya" Sahut Kenan setuju, dia selalu saja mengompori teman-teman nya itu.
Dasar Kenan!
" Eh buset, fanatik Ken bukan fantatik"
" Sorry nih perut belum diisi jadi jaringan nya sedikit error" jawab Kenan nyengir ga jelas
" Gile ye... Bicara itu pakai mulut apa hubungan nya dengan perut, Herman dah..."
" Heran bukan Herman Heera" potong Arsya malas, Heera hanya manggut-manggut.
" Yah pokok nya itulah, Herman a..."
" Heran" potong Arsya sekali lagi
" Ck, diem napa Ra.... gak usah di buat rebit..."
" Ribet bukan rebit Heera, ya ampun apa karena berita ini bisa sampai membuat mu lupa menaruh dimana otak mu itu" potong Arsya lagi dan lagi dia bahkan sampai menatap Heera dengan sinis.
__ADS_1
Sikap datar dan dingin nya akan mencair jika sedang bercanda dengan keluarga dan sahabat nya ini.
" Dia yang benerin ucapan ku tapi dia sendiri yang bicara nya selalu salah" cibir Kenan
" Yaelah Ken lidah ku saja yang kepeleset sedikit" ucap Heera tak ingin disalahkan
" Yesss.... Akhir nya selesai juga" seru Kyra dengan keras hingga membuat Heera dan Kenan yang sedang berdebat hal yang tidak berfaedah pun menatap nya dengan heran.
" apa nya yang selesai Ku?" tanya Arsya menaikkan sebelah alis nya.
" Apakah sudah selesai Ky?" Tanya Keysa
" Ya sudah, meski hacker itu sangat hebat tapi aku berhasil mengalahkan nya dan memblokir berita Clara dan Alvan" ucap Kyra dengan bangga membuat Ivan yang hanya fokus pada game nyapun mengalihkan perhatian nya pada Kyra.
" Apa kau sudah menghilangkan jejak mu juga Ky?" Tanya Arsya acuh setelah dia mengerti apa yang sedang mereka bicarakan itu.
" Ya sudah meski aku cukup kesulitan melawan nya" jawab Kyra lesu, namun ada rasa puas di sorot mata nya.
" Lima jam kau baru bisa memblokir berita itu..... Jika itu aku hanya akan membutuhkan waktu satu jam saja. apa lagi Arion, dia bisa menyelesaikan nya dalam waktu setengah jam saja" cibir Ivan
" Aku baru pemula jadi wajar jika membutuhkan lebih banyak waktu, sedangkan kalian sangat pandai jika soal teknologi bukan" jawab Kyra dengan ketus
" Waaah kak Rion hebat sekali hanya dalam waktu setengah jam dapat menyelesaikan semuanya" ujar Heera penuh penekanan
Sedangkan Arion langsung menelan saliva nya sendiri mendengar ucapan Heera yang penuh penekanan, menurut orang lain Heera sedang memuji Arion tapi menurut nya gadis itu sedang menyindir dan mengejek nya.
" Diam Ivan, mulut mu sekarang seperti wanita saja cerewet amat dah" hardik Arion kesal
" Iya tuh selain Rion, Aksa lah yang paling pandai dalam urusan IT, dia bahkan hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja hanya untuk menyelesaikan masalah sepele ini, aku yakin itu" ujar Alvan dengan nada sangat yakin sambil melirik Aksa dengan ekor mata nya.
Mereka pun mengalihkan tatapan nya pada Aksa yang hanya menatap Arsya seorang, yah... Aksa yang di tatap masih saja acuh tanpa peduli dengan tatapan yang seakan memuji dan mengagumi kemampuan nya itu.
" Sudahlah, Ky kemarikan laptop mu aku ingin melihat nya" ujar Heera di samping nya telah duduk Arsya yang juga melihat laptop milik Kyra.
Heera mengetik sesuatu di laptop itu, hanya butuh waktu satu menit dia telah menyelesaikan apa yang ingin dia lakukan ada seringai licik di bibir nya itu.
Tidak ada yang tahu apa yang Heera lakukan dengan laptop itu karena cara Heera mengetik sangat cepat juga tidak ada yang aneh dengan itu, meski mereka sebagian adalah seorang IT tapi tidak ada yang mengerti dengan apa yang Heera lakukan, kecuali beberapa orang saja.
" Apa yang sedang kau lakukan Clara?" Tanya Alvan penasaran dia sampai berhenti bermain game saking penasaran nya.
" Bermain!" jawab Heera dengan acuh
" Bermain?" Seru yang lain nya bingung
__ADS_1
Ting
Masing-masing handphone mereka tiba-tiba berdering, membuat mereka mengambil handphone mereka untuk melihat apa yang terjadi.
" Kyra kamu yakin sudah memblokir berita itu?" Tanya Alvan sekali lagi untuk memastikan.
" Ya, aku yakin... Tapi ini berita yang berbeda dengan yang tadi" jawab Kyra bingung
" Bagaimana bisa setelah berita pertama mereka dengan sangat cepat memuat berita baru"
"Seorang gadis dari panti asuhan bermimpi menaiki ranjang seorang tuan muda dari keluarga bangsawan.... Apa apaan ini!" Seru Valencia dengan kesal setelah membaca berita itu.
^^^Gadis tidak tahu diri!^^^
^^^Apakah dia gadis yang sama dengan gadis yang memanjat ranjang tuan muda Evans^^^
^^^Seperti nya itu dia, dasar gadis murahan^^^
^^^Gadis miskin saja berani bersaing dengan nona Elma^^^
Banyak komentar pedas yang di berikan para netizen, dan banyak nya komentar itu di tunjukkan pada Heera.
Dan hal itulah yang membuat teman-teman nya tidak terima.
" Ada apa dengan kalian, ekspresi wajah kalian seperti sedang di kejar hantu saja" ujar Heera santai dengan wajah polos tanpa dosa seakan belum tahu berita yang sedang menghebohkan.
" Mata mu hantu, kau tidak lihat website sekolah, mereka semakin menjadi jadi saja" sungut Elvira dengan kesal
" Hanya berita tidak penting, apa yang kalian takutkan" ucap Arsya acuh dan sudah malas dengan perbincangan tidak penting ini, tubuh nya pun sudah sangat lelah dan ingin segera beristirahat, dia yakin berita yang kedua di lakukan oleh Heera, dia sangat hapal sekali dengan kata 'bermain' yang gadis itu maksud.
" Benar kata Ara, berita ini tidaklah penting. apa yang kalian hebohkan!" ucap Heera tak kalah acuh
" Tapi berita ini akan membuat reputasi mu semakin jelek" seru Naura
" Seperti nya tidak ada nama ku di berita itu jadi apa yang kalian cemaskan"
" Memang benar berita yang sekarang tidak sedikitpun menyebutkan nama mu, tapi para netizen itu menganggap bahwa itu adalah kau" jelas Kyra dengan kesal
" Itu terserah mereka dan akupun tidak peduli dengan anggapan mereka, yang penting kalian mempercayai ku" jawab Heera acuh dan tersenyum manis menatap teman-teman nya.
" Mengalah demi menang, permainan yang cukup seru" seru Arsya yang tidak dapat di mengerti sedikitpun oleh mereka, hanya sebagian orang yang benar-benar mengenal nyalah yang mengerti maksud perkataan nya itu.
" Ya, dan selanjutnya akan semakin menarik lagi" ucap Heera percaya diri
__ADS_1