
" Kalian kumpulkan inti kehidupan monster-monster serigala yang kalian bunuh, dan jika kalian mau bisa menguliti kulit nya untuk di jadikan mantel atau dagingnya bisa di makan. Juga jika salah satu dari kalian menemukan potongan puzzle kumpulkan lebih dulu, nanti setelah perburuan selesai baru memutuskan siapa yang berhak memiliki nya."
Arsya pun tidak tinggal diam, dia juga mengambil beberapa serigala dan menguliti bulu nya, bulu serigala ini akan bagus jika di jadikan jubah pasti rasa nya hangat jika di pakai pada musim dingin!
Setelah menguliti sepuluh ekor serigala, Arsya memilih satu daging serigala dan membersihkan tubuh nya, ia akan membuat serigala guling sekarang, jika tidak ada domba serigala pun jadi..
Saat dia sedang sibuk membuat api unggun yang lain nya baru kembali.
Mereka terkejut saat melihat sepuluh ekor serigala yang sudah tanpa bulu.
Arsya ternyata benar-benar menguliti bulu mereka, pikir nya dengan merinding.
" Sya, kau menguliti bulu serigala itu?" Tanya Valencia menunjuk ke mayat beberapa serigala tanpa bulu.
" Ya, akan sangat bagus di buat jubah untuk musim dingin." Jawab nya tanpa berniat menutupi sedikit pun.
" Benar juga, kenapa aku tidak kepikiran hal itu. Baiklah, aku juga akan mengambil beberapa buku serigala untuk di bawa pulang." Ujar Valencia dengan ceria dan segera pergi tanpa menunggu yang lain nya bicara.
" Hei.. ada apa dengan gadis itu, apa menguliti bulu hewan buas begitu menyenangkan." Seru Ezio dengan kesal.
" Bulu serigala sangat susah di dapat, bahkan oleh keluarga bangsawan tingkat tinggi sekalipun, apa lagi bulu dari monster serigala, bulu nya lebih halus dan hangat dari serigala biasa." Ujar Kyra dengan acuh, tapi setelah itu dia pun segera menyusul Valencia.
Keysa sendiri tidak tahu cara membunuh awal nya, jadi meski sekarang dia telah membunuh beberapa monster serigala, tetap saja dia tidak tahu bagaimana menguliti bulu serigala tanpa menghancurkan bulu nya, jadi lebih baik dia pergi membantu Arsya saja.
" Apa yang sedang kau buat?"
" Membuat serigala guling untuk makanan kita kali ini, tubuh monster serigala akan sangat baik untuk kita."
Sebagai seorang kutu buku sudah banyak buku yang dia baca dan Keysa tahu daging monster memang memiliki banyak sekali manfaat. Tapi bagi yang tidak mengetahui nya akan menganggap beracun atau tidak layak di makan.
" memang nya daging monster bisa di makan?" tanya Ezio yang memang tidak mengetahui ini, dia jarang membaca dan sangat tidak menyukai membaca jadi dia tidak tahu manfaat daging monster."
" tentu saja bisa, bahkan daging monster kayak akan nutrisi karena mengandung energi spiritual di dalam nya. bukankah banyak buku yang mencatat nya" ucap Keysa dengan santai.
" Memang nya ada ya?" ucap nya sambil menatap Darren dan menggaruk kepalanya dengan tidak mengerti.
Darren hanya mengangguk untuk membenarkan pernyataan Keysa.
" Oke, aku ingin sekali mencoba makanan buatan mu lagi, rasa nya pasti tidak akan mengecewakan. Jadi apa yang perlu ku bantu." seru Keysa dengan ceria, sama sekali tidak mempedulikan kedua pria itu.
Arsya mengeluarkan beberapa wadah yang isi nya adalah bumbu khusus yang sebelumnya telah dia buat untuk berjaga-jaga di situasi seperti ini.
" Gunakan ini dan balurkan ke seluruh daging serigala itu."
" Ay ay kapten!" Seru Keysa dengan sikap hormat yang membuat Arsya tertawa konyol.
__ADS_1
" Lalu kita berdua bagaimana?" Tanya Ezio dengan bingung.
" Kau pergi saja bantu mereka memasak. Aku sendiri ingin mengambil beberapa bulu serigala untuk di jadikan jubah, itu pasti akan sangat bagus." Seru Darren yang melenggang pergi begitu saja meninggalkan Ezio.
" Hey.. tunggu aku, aku juga mau!" Seru Ezio hampir berteriak.
" Kalian berdua tunggu sebentar aku mau mengambil harta Karun dulu." Kata Ezio dengan tidak jelas
Keysa dan Arsya sendiri hanya acuh tanpa mempedulikan mereka berdua.
Semua orang segera kembali setelah mencium aroma harum dari daging serigala yang sedang di bakar.
" Waah.. aroma nya sangat enak, rasa nya pasti enak juga!" Seru Ezio dengan air liur yang seakan akan menetes kapan pun juga.
" Cepat kemari lah, kita makan bersama dulu. Sambil membahas rencana kita selanjutnya!" Seru Arsya
Mereka pun segera duduk melingkar, dan Arsya membagikan potongan-potongan daging serigala ke sebuah daun dan membagikan nya pada mereka.
Saat di gigitan pertama rasa daging nya terasa sangat lembut dan tidak keras, bahkan mereka tidak mencium aroma amis dari darah, itu rasa nya penuh dengan rempah-rempah membuat mereka sangat menikmati makan malam hari ini dengan gembira, seakan mereka sedang berada di sebuah restoran bintang lima bukan hutan belantara.
" Enak, aku belum pernah memakan makanan seenak ini sebelumnya, ini bahkan lebih enak dari beberapa masakan koki bintang lima yang pernah ku coba." Seru Ezio dengan heboh.
Dia bahkan mengambil lagi daging serigala itu dan lanjut memakan nya dengan lahap. Darren juga mengangguk setuju dan ikut mengambil beberapa potong daging lagi.
" Kalo tahu daging monster bisa seenak ini aku akan membawa pulang beberapa untuk di masak."
Drrt drrt
Handphone Alvan berbunyi dengan keras, dia pun segera mengangkat panggilan saat melihat nama dari ponsel nya adalah sang ayah.
Heera sendiri hanya acuh dan memainkan ponsel nya sendiri, namun seketika dia mendengar nada khawatir dan panik dari seseorang yang menelpon Alvan, meski cukup jauh tapi Indra pendengaran nya sangat sensitif jadi dapat mendengar sedikit percakapan mereka.
" Ayah, ada apa?"
" Nak, cepatlah kemari.. ke pusat penelitian keluarga Evans, orang yang kau tangkap berhasil melarikan diri dan ada sekelompok orang yang menghalangi jalan kami untuk mengejar bajingan itu!" Seru sang ayah terdengar cemas dan panik.
" Aku akan segera ke sana, tunggu sebentar ayah."
" Kau mau pergi kemana?" Tanya Heera melihat Alvan akan beranjak pergi.
" Kau tunggu di sini, aku akan menyelesaikan sedikit masalah di luar." Jawab Alvan yang akan segera pergi.
" Tunggu, aku ikut."
" Ti-"
__ADS_1
Sebelum menolaknya Heera lebih dulu memotong ucapan dia. " Aku sudah mendengar sedikit apa yang terjadi, aku harus ikut untuk memastikan sesuatu. Jika kau tidak dapat membawa ku, aku akan pergi sendiri."
Alvan yakin ucapan gadis itu akan benar-benar dia lakukan, jadi lebih baik dia turuti saja atau nanti nya akan lebih merepotkan lagi jika dia pergi sendirian.
" Oke, kau ikut dengan ku"
" Pilihan bagus" kekeh Heera.
Heera tidak peduli dengan pakaian atau penampilan nya sekarang yang memakai baju pasien rumah sakit, waktu nya tidak akan sempat jika dia harus berganti pakaian lebih dulu.
Bruum
Citt
Alvan dan Heera telah datang menggunakan mobil Alvan, namun saat mereka datang telah banyak orang yang menggunakan pakaian tentara sedang mengepung sesuai.
" Apa yang terjadi?" Tanya Heera dengan heran
" Aku juga tidak tahu, ayah ku bilang ada seseorang yang membawa penjahat itu melarikan diri." Jawab Alvan seadanya.
" Lalu bagaimana dengan anak-anak itu."
" Tenang saja mereka aman, di tempat tersembunyi yang hanya aku, ayah ku dan orang-orang kepercayaan nya saja yang tahu."
Mereka berdua berjalan mendekati kerumunan, saat itulah mereka tahu apa yang terjadi di hadapan nya ada sekitar lima orang yang sedang di kepung oleh berbagai tentara dari berbagai arah.
" Ayah!" Seru Alvan memanggil sang ayah saat melihat keberadaan nya di antara para kerumunan.
" Alvan, Clara."
" Paman, dimana pria itu?" Tanya Heera yang tidak melihat keberadaan penjahat yang sudah mencuci otak para anak-anak.
" Dia sudah lebih dulu melarikan diri."
" Lalu mereka?"
" Hah.. mereka bukan manusia." Desah ayah Alvan dengan wajah cemas.
" Bukan manusia?"
" Bukan manusia!"
Alvan maupun Heera saling berpandangan dan tidak mengerti dengan perkataan nya.
Mereka hanya lima orang, tiga orang dewasa dan satu anak kecil, apa mungkin mereka juga orang-orang yang pernah di cuci otak nya. Tapi Heera segera dapat merasakan ada yang janggal.
__ADS_1
" Tidak ada energi kehidupan di tubuh kelima orang itu." Gumam Heera yang ternyata masih dapat di dengar oleh Alvan dan sang ayah.
" Benar. Mereka robot yang tahan dengan berbagai macam senjata kita." Ucap ayah Alvan dengan lesu.