Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
128. Nyonya Tua Evans Berulah


__ADS_3

" Ini semua karena mu, cucu ku sekarang selalu membantah ku! Lihatlah karena didikan wanita kampung seperti mu cucu ku malah memilih seorang wanita penggoda dari pada wanita baik-baik seperti Elma!"


" Nenek jangan begitu, bagaimana pun juga dia adalah ibu dari Alvan."


" Oh, cucu menantu ku yang baik. Kau masih saja membela wanita ini padahal dia ingin memisahkan mu dengan cucu ku Alvan."


Nyonya Evans yang merupakan ibu Alvan sekarang sedang sangat terpojok, suami nya yaitu kepala keluarga Evans yang juga pemimpin tertinggi keluarga bangsawan tersebut sedang sibuk sehingga dia saat ini tidak ada di rumah, sedangkan putra nya juga yaitu Alvan sendiri jarang tinggal di kediaman. Biasa nya dia akan menghadapi perlakuan tidak adil nyonya tua dengan acuh tapi kedatangan gadis bertopeng dua itu yang membuat dia harus mengalami semua ini dan nyonya tua itu berhasil memojokkan nya


Meski begitu dia semakin yakin tidak akan membiarkan gadis licik ini menjadi menantu nya dan menikah dengan putra nya Alvan. Jika tidak, hidup Alvan akan sangat menderita setelah menikahi wanita licik ini, dia tidak akan membiarkan hidup putra kebanggaan nya hancur begitu saja.


" Nenek apa yang nenek lakukan pada ibu!" Suara Alvan terdengar keras membuat nyonya tua dan Elma melihat pada nya.


Alvan buru-buru berlari dan membantu ibu nya berdiri, ia menatap sengit pada Elma yang mencoba berlindung di belakang tubuh nenek nya.


" Elma... Ini semua pasti gara-gara mu" ucap Alvan menggertakkan gigi nya dengan kesal.


" Jangan salahkan cucu menantu ku, ibu mu saja yang kurang hati-hati dan menumpahkan sup itu sendiri." Ujar nyonya tua melindungi Elma.


Perlindungan yang di berikan nyonya tua pada Elma membuat Alvan sangat kesal, nenek nya selalu tidak menyukai ibu nya dari dulu hanya karena ibu nya berasal dari keluarga biasa. Selama ini dia sudah sangat menahan diri agar tidak bersikap kasar karena berpikir bagaimana pun dia tetaplah nenek nya.

__ADS_1


" Kau juga Alvan sekarang buka mata mu lebar-lebar, di depan mu sudah ada gadis baik-baik. Tapi kau malah memilih wanita penggoda itu."


" Jaga ucapan nenek!" Seru Alvan dengan marah.


Sudah cukup dia menahan kesabaran nya selama ini...


" Clara bukan wanita seperti apa yang kalian bayangkan. Dia wanita baik-baik dan dari keluarga baik-baik aku yakin itu" ucap Alvan dengan tegas.


" Yakin? Cucu ku kau sudah di guna-guna oleh wanita itu... Lihatlah baik-baik wanita itu dengan jelas masuk ke kamar hotel hanya berdua bersama seorang pria yang lebih pants di sebut sebagai ayah nya, jika bukan untuk merayu pria itu lalu untuk apa lagi. Bukankah dia hanya seorang wanita yatim piatu yang miskin bagaimana bisa masuk ke sebuah kamar hotel yang mewah."


Nyonya tua mencoba menyadarkan cucu nya itu, ia yakin wanita itu telah menggunakan ilmu hitam sampai membuat cucu nya tergila-gila. Ia pasti akan menjauhkan wanita itu dari cucu nya.


Melihat ekspresi nenek Alvan, Elma sudah menebak nenek tua itu sedang sangat marah, dan dia yakin Clara, wanita penggoda itu tidak akan baik-baik saja mulai sekarang. Alvan pun akan tetap menjadi milik nya.


" Nenek jangan marah pada Alvan, dia hanya sedang bingung saja sekarang." Ucap Elma memegang ujung baju nyonya tua dengan takut.


" Oh.. cucu menantu ku yang baik, kau sungguh anak yang baik, aku tidak tahu kenapa Alvan malah tergoda oleh wanita itu."


" Nenek cukup!" Alvan sudah sangat marah kali ini, ibu nya memegang tangan nya untuk meminta dia tenang, tapi dia tidak bisa lagi diam saja.

__ADS_1


" Tidak ibu, kali ini nenek sudah sangat keterlaluan... Selama ini ibu sudah sangat menghormati nya dan meminta ku bersikap hormat pada orang yang lebih tua. Tapi nenek selalu saja menyalahkan ibu dan sekarang dia menuduh sembarangan pada orang lain.."


" Sembarangan apanya, Elma telah membawa bukti dimana betapa menjijikkan nya kelakuan wanita itu..."


Heera yang tidak ada di sana pun terus disalahkan oleh nyonya tua, mungkin gadis itu sekarang sedang bersin-bersin. Jika Heera ada di sana dia pasti akan dengan tegas mengatakan.


' ia tidak peduli dengan siapa pun entah itu Alvan atau seberapa besar pengaruh keluarga Evans. Pria itu yang lebih dulu menjeratnya, lalu mengapa dia yang harus disalahkan... Ayolah jika dia mau seorang Elma bahkan tidak ada seujung rambut nya yang bisa di bandingkan dengan diri nya. Nenek tua itu terlalu melebih-lebihkan orang saat memuji'


" Tuan besar!" Seruan dari para pelayan dan pengawal membuat intensi mereka teralihkan ke pintu masuk.


Di sana terlihat seorang pria yang umur nya sekitar 60 tahunan, Sedang berjalan dengan begitu berwibawa, dengan jas yang terlampir di tangan nya, ia masuk dengan berjalan tenang tapi langkah nya pasti. Sorot mata nya begitu tajam dan tegas, ia mengedarkan pandangan nya ke setiap orang yang ada di ruangan tersebut sampai tatapan nya berhenti pada nyonya tua.


" Hah... Di luar masih ada masalah yang begitu serius tapi kalian di sini malah sedang meributkan hal lain. Ibu, warga kita sedang gelisah, di pemerintahan saat ini sedang begitu sibuk bisakah sekali saja ibu tidak membuat keributan." Ucap pria itu dengan lesu, mata nya begitu sayu terlihat sangat jelas dia sudah sangat lelah di lihat dari lingkaran mata nya dia seperti nya belum tidur beberapa hari ini.


" Mengapa kau menyalahkan ibu, seharusnya kau salahkan istri mu itu!" Ucap nyonya tua melolot pada putra nya yang baru saja datang dengan tidak terima.


Dia menatap ibu nya dengan lelah, mengapa sampai sekarang orang tua ini masih belum juga menerima istri nya, padahal istri nya sudah melakukan yang terbaik.


" Alvan adalah putra ku, mulai saat ini tidak ada lagi yang akan mengurus tentang pernikahan nya, dia akan membantu ku lebih dulu di pemerintahan. Ia adalah putra mahkota keluarga Evans sudah waktu nya dia turun tangan sendiri untuk menyelesaikan beberapa masalah. Sedangkan untuk masalah pernikahan kita bahas ini nanti, Alvan sudah besar dia tahu apa yang terbaik untuk diri nya sendiri." Putus nya tegas dan tidak ingin di bantah.

__ADS_1


" Sekarang bagi yang bukan dari keluarga ini sebaiknya segera pulang." Jelas perkataan nya ini di tunjukkan pada Elma.


Setelah mendengar perkataan tegas nya itu tidak ada lagi yang berani membantah bahkan nyonya tua sekalipun.


__ADS_2