
****
Arsya saat ini sedang duduk di taman belakang kediaman Knight sambil minum teh, dan ada dua pelayan yang di tugaskan untuk menemani nya. Juga salah satu pelayan itu adalah pelayan wanita yang kemarin pernah menentang nya saat dia bersama dengan Aksa.
pelayan itu menatap tajam dan penuh hinaan pada Arsya, seharusnya bukan wanita desa dan jelek ini yang menjadi istri dari tuan muda Knight, dia yakin gadis ini telah menggunakan ilmu jahat untuk memantrai tuan muda. dia akan segera melaporkan ini pada nona sejati kediaman Knight sesungguhnya.
" nona, apa anda Ingin makan sesuatu?" tanya pelayan yang baik, dia bertanya dengan hormat dan sopan.
" mm.. minum teh tanpa makan cemilan memang terasa berbeda, kalau begitu kau bawakan makanan ringan kemari."
" baik nona muda, tolong tunggu sebentar."
" kau tetap di sini saja, biarkan aku yang membawakan cemilan itu" ucap pelayan yang tidak menyukai Arsya dengan cepat, dia seperti nya menemukan suatu ide untuk memberikan pelajaran pada gadis tak tahu malu ini.
pelayan yang bernama Ellie itu menatap nona muda baru nya dengan bingung, tuan Clovis yang meminta nya melayani nona ini sebaik mungkin. Dan dia juga sudah mengetahui bahwa pelayan bernama Brigitta pernah membuat kesalahan sampai di hukum cambuk. tapi Ellie juga tidak mengerti mengapa nona nya ini malah membiarkan pelayan ini tetap di sisi nya.
bukankah itu akan sangat berbahaya..
" biarkan saja dia pergi mengambil cemilan, kau bantu aku memetik beberapa bunga di taman, aku ingin membuat teh dari bunga-bunga itu" ujar Arsya acuh, seakan tidak peduli dengan pelayan itu yang saat ini sedang tersenyum menyeringai.
pelayan itu pergi begitu saja tanpa memberikan salam atau meminta ijin terlebih dahulu pada Arsya.
" dasar dia ini." gumam Ellie dengan kesal.
" biarkan saja. tapi apa kau mengenal pelayan itu dengan baik."
" Yang saya tahu, dia itu sangat licik. Tapi dia begitu baik pada nona pertama dari tetua Denver yaitu tetua ketiga di keluarga Knight putri nya dulu pernah di rumorkan akan menjadi istri dari tuan muda. Tapi sayang nya.. ah maafkan saya nona, bukan saya.."
" tidak apa, aku tau mungkin semua orang di kediaman ini kecewa karena Aksa malah menikah dengan gadis culun, jelek dan orang biasa seperti ku." ucap Arsya dengan nada sedih seakan dia memang benar-benar sedang sedih.
melihat nona yang harus dia layani mulai sekarang menjadi murung membuat Ellie merasa bersalah.
" nona jangan berkecil hati, nona itu cantik dan manis. Tuan muda bahkan lebih cocok jika bersama nona, hampir semua pelayan tidak menyukai nona Manda karena dia terlalu sombong dan semena-mena terhadap para pelayan karena berpikir dia telah di jodohkan dengan tuan muda. sekarang para pelayan merasa lega karena nona baru mereka bukanlah orang itu" ujar Cici sambil menggebu-gebu saat mengatakan semua itu.
__ADS_1
Arsya sampai tertawa kecil melihat tingkah gadis pelayan ini, jika tidak salah gadis ini hanya berbeda tiga tahun saja dari usia nya.
" apa wanita itu begitu menyeramkan sampai kau dan para pelayan tidak menyukai nya" Arsya sendiri tidak habis pikir dengan perkataan pelayan baru nya ini.
" hehe... nona jangan menggoda ku" ucapnya malu.
" nona apa anda bisa membuat teh dengan mawar mawar ini?" tanya Cici berbinar dengan penasaran.
" tentu, teh yang di buat dengan campuran bunga mawar akan lebih menyejukkan aroma maupun rasa nya, kau harus mencoba nya nanti." jawab Arsya dengan tenang.
" saya mana berani nona." Ellie sangat senang karena nona yang akan di layani oleh nya adalah seseorang yang begitu baik tidak seperti gadis bangsawan lain nya yang begitu sombong dan menatap rendah seorang pelayan.
" ini cemilan mu, cepatlah makan. aku masih memiliki banyak perkejaan" ucap pelayan itu dengan tidak sabar dan tidak ada hormat hormat nya sama sekali.
Arsya baru saja selesai memetik bunga mawar, tapi sudah di suguhkan ekspresi asam dari pelayan itu.
" paman Clovis seperti nya terlalu ringan menghukum mu, sampai kau tidak tahu tata krama seorang pelayan." ucap Arsya dengan tenang setelah menyesap teh nya tanpa mempedulikan tatapan menghina dari pelayan itu.
Ellie bahkan sangat kesal dengan pelayan itu.
" pelayan junior seperti mu mana mengerti, wanita jelek ini tidak akan bertahan lama di sini. sebentar lagi juga dia akan segera di tendang dari kediaman Knight. lebih baik kau lebih pintar memilih Majikan." ketus pelayan itu.
" kau.."
" Ellie, menurut mu apa hukuman bagi mereka yang menentang perintah majikan nya. mm.. ku dengar aturan dari keluarga Knight sangat ketat bagi para pelayan nya, apakah itu benar?" tanya Arsya dengan tatapan polos nya
" benar nona, aturan keluarga Knight selalu ketat. dan pelayan di kediaman ini sudah terlatih dengan ketat, mereka harus menuruti perintah majikan tanpa membantah atau bertanya." jawab Cici dengan sopan meski tidak mengerti Ellie nona nya bertanya tentang itu.
" lalu bagaimana pelayan tidak kompeten ini bisa masuk ke kediaman Knight, apakah ada seseorang yang telah membantu nya dari dalam!" Arsya menopang dagu nya sambil menatap pelayan di depan nya dengan santai.
deg
tapi entah kenapa tatapan santai itu terasa sangat mencengkam dan membuat pelayan itu gugup.
__ADS_1
" heh.. dia hanya orang biasa, mana mungkin mengetahui kalau nona Manda yang membantu ku masuk ke kediaman ini" batin pelayan itu dengan gugup.
Arsya tersenyum miring saat mendengar isi pikiran pelayan itu.
" Ja-jangan asal bicara. kau hanya seseorang yang menggunakan sihir hitam untuk menjerat tuan muda." ucap nya gugup dan takut.
" ahk.. perdebatan ini sungguh tidak berguna, selera makan ku jadi hilang. tapi makanan yang sudah di sajikan akan terbuang sia-sia jika tidak di makan..."
awal nya pelayan itu tersenyum penuh kemenangan karena berpikir gadis bodoh itu telah menyerah dan mengaku kalah, tapi ucapan berikutnya membuat jantung dia hampir copot.
" karena kau sudah susah payah membawa cemilan ini, bagaimana jika kau saja yang memakan nya." seru Arsya tersenyum sangat manis pada pelayan itu, sikap nya pun begitu tenang.
glek
pelayan itu menelan saliva nya sendiri dengan kasar, dia telah mencampur sesuatu di kue itu jadi mana mungkin dia mau memakan nya.
" kenapa wajah mu begitu pucat, aku hanya meminta mu memakan kue itu. atau kau memasukkan sesuatu di makanan nya." ucap Arsya dengan tatapan polos dan senyuman yang lugu.
" M-mana mungkin" bantah nya dengan cepat
" a-aku akan memakan nya." dengan takut pelayan itu mengambil satu potong kue, tapi malah di hentikan oleh Arsya.
" tunggu, mengapa kau mengambil potongan kecil. Ambil potongan yang besar ini." tunjuk Arsya dengan tenang.
tapi sekarang senyuman nya terlihat menyeramkan Di mata pelayan itu.
pelayan itu tidak takut kalau dia akan ketahuan memberikan sesuatu di makanan itu, racun yang di campurkan adalah racun yang akan membuat seseorang tidak bisa hamil, ia melakukan itu atas perintah nona nya agar wanita ini tidak akan bisa hamil. tapi jika dia memakannya, maka racun itu akan menyerangnya, dia masih muda dan masih belum menikah jika dia tidak bisa hamil maka tidak akan ada pria yang mau menikahinya.
pelayan itu berjalan dan pura-pura tersandung lalu ingin menepis piring kue itu agar terjatuh tapi sayangnya gerakan dia kalah cepat dengan Arsya.
Arsya dapat menahan piring itu, lalu mengambil satu potongan kue dan berjalan kearah pelayan itu.
" ja-jangan mendekat, a-aku tidak mau memakan nya" seru nya dengan ketakutan.
__ADS_1
" sayang sekali, aku selalu membalas kebaikan seseorang dengan apa yang orang itu berikan, jadi tentu aku juga tidak akan mengecewakan mu."