Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
140. Kedatangan Pengganggu


__ADS_3

" Dimana kakek?" Tanya Aksa pada seseorang yang baru saja menyambut mereka di depan pintu mansion.


" Tuan besar sudah menunggu anda dan nona di dalam."


" Hmm."


Sedari tadi Arsya hanya terdiam dan menunduk seakan ia sedang merasa gugup dan takut, tapi tidak ada yang tahu apa yang sedang ia pikirkan sekarang sebenarnya.


" Tuan besar."


" Katakan bagaimana gadis itu?" Tanya tuan besar Knight dengan tidak sabar.


" Gadis itu tampak baik dan lugu, tapi.." dia terlihat ragu untuk melanjutkan ucapan nya itu.


" Ck, kau seperti dengan siapa saja, katakan apa yang kau pikirkan."


" Tuan besar, gadis yang tuan muda bawa terlihat dia adalah gadis baik-baik, hanya saja dia terlalu pemalu dan lugu. Dengan lingkungan hidup yang tuan muda jalani selama ini... Aku tidak yakin gadis itu akan bertahan menerima tekanan yang ada di masa depan nanti" meski ragu ia tetap mengutarakan pendapat nya saat itu.


" Lugu dan naif? Apa gadis yang di bawa cucu ku memang gadis yang seperti kau gambarkan. Sudahlah ayo kita lihat dia, meskipun dia memang gadis seperti itu jika Aksa menyukainya lindungi saja dia diam-diam, cucu ku sangat susah dekat dengan orang apa lagi perempuan, aku tidak mungkin membiarkan gadis yang di sukai nya pergi begitu saja. Clovis, Kau tahu apa yang harus kau lakukan!"


" Baik tuan."


" Aiyo, cucu kesayangan ku akhir nya kau membawa cucu menantu untuk ku.."


" Jangan membuat nya takut" ucap Aksa dengan malas melihat kakek nya yang begitu bersemangat.


" Ck, diam saja kau, aku ingin bertemu dengan cucu menantu ku" jawab nya menatap sinis Aksa.


" Kami kemari untuk makan malam, tapi kau malah membuat nya kelaparan" ucap Aksa sambil menatap Arsya yang kebetulan saat itu Arsya juga sedang menatap nya dengan bingung.


" Aiyo, kakek tua ini sudah semakin tua sampai dia lupa. Clovis, Apakah makan malam sudah siap?."


" Sudah tuan besar."

__ADS_1


" Kau memang sudah pikun pak tua."


" Cucu durhaka.."


" Tuan besar, aku tidak tau anda suka apa.. jadi aku hanya bisa membelikan kue ini saja, semoga anda menyukai nya" ucap Arsya dengan canggung, ia pun menyerahkan kue yang sedari tadi ia bawa.



" Maaf nona, tuan besar tidak makan makanan manis." Ucap orang kepercayaan nya.


" Ahk.. maafkan aku, aku tidak tahu!"


Mendengar itu pun tangan Arsya yang tadi sudah ingin menyerahkan paper bag berisi kue ke kakek Aksa ia urungkan, namun tuan besar Knight segera menghentikan nya.


" Anak yang baik, kemari kan kue itu. Jika sesekali saja Kakek boleh memakan nya, lagi pula kakek memang sedang ingin makan makanan manis tapi kau lebih dulu membawanya. Dan juga berhenti memanggil ku tuan besar, sekarang kau istri cucu ku yang artinya kau juga cucu perempuan ku" ucap nya dengan tegas sambil mengambil kue pemberian Arsya dengan antusias.


" Ayo ikut kakek, kita makan malam bersama, kau pasti sudah lapar." Ucap nya menarik tangan Arsya seperti seorang anak kecil yang ingin segera dibelikan permen.


Semua orang yang bekerja di sana sangat tercengang melihat perubahan sikap tuan besar mereka yang selalu tegas dan disiplin tiba-tiba berubah seperti seorang anak kecil.


Di meja makan dengan antusias tuan besar Knight yang terhormat dan disegani semua orang saat ini sedang menawarkan berbagai macam hidangan pada Arsya.


" Terima kasih kakek, aku bisa sendiri" tolak nya halus saat melihat piring nya telah penuh oleh berbagai hidangan yang kakek Aksa ambilkan untuk nya.


" Makanlah yang banyak, jika kau tidak menyukai nya biarkan koki memasakkan makanan lain untuk mu."


" Tidak perlu, semua makanan di sini aku menyukai nya."


Arsya mengambil piring di depan Aksa dan mengambilkan beberapa makanan ke piring nya, ia melakukan nya untuk memenuhi kewajiban nya sebagai seorang istri, inilah yang selalu bunda nya terapkan di rumah.


Tugas istri harus melayani suami nya sendiri, bukan malah meminta pelayan untuk melayani suami nya. Karena itu Meskipun banyak pelayan di kediaman tapi bunda nya selalu melayani kebutuhan ayah nya dari menyiapkan pakaian sampai hal-hal kecil lain sendirian tanpa bantuan satu pelayan pun.


" Apa yang ingin kau makan?"

__ADS_1


" Apa saja boleh."


" Udang asam manis mau?"


Hanya hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Arsya.


Melihat cara Arsya melayani Aksa dengan begitu baik membuat hati kakek tua itu tersentuh, ia merasa cucu nya sekarang tidak salah memilih seorang istri.


Orang kepercayaan tuan besar Knight juga memiliki pemikiran yang sama, cuma beda nya ia hanya memiliki sedikit penilaian yang berubah terhadap Arsya. Tapi pemikiran nya masih sama gadis polos dan lugu tidak akan bisa cocok dengan tuan muda Knight yang dimana keluarga bangsawan Knight memiliki banyak musuh, dan dia tidak ingin gadis itu malah menjadi kelemahan terbesar untuk tuan muda nya, tapi dia juga tidak berani menyuarakan pendapat nya, apa lagi saat melihat tuan besar Knight terlihat sangat senang dengan gadis ini. Ia juga tidak ingin merusak suasana haru di depan nya, dimana cucu dan kakek itu bisa makan malam bersama yang memang sangat jarang mereka lakukan sebelumnya, dia hanya berharap gadis ini tidak meninggalkan tuan muda suatu saat nanti.


Saat suasana makan malam yang tenang tiba-tiba berubah menjadi kacau setelah kedatangan beberapa tamu tak di undang.


" Aksa, ternyata benar kau sudah pulang. Aku sangat merindukan mu!" Seru seorang gadis yang tiba-tiba saja berlari dan memeluk Aksa dari belakang.


Aksa yang mendapatkan perlakuan yang tak terduga itu pun dengan refleks berdiri dari duduk nya dan dengan kasar melepaskan tangan gadis itu, hingga gadis itu terdorong dengan kasar.


" Apa-apaan kalian, apa kalian tidak punya sopan santun hah.."


Saat ini ia sangat marah besar, berani sekali wanita itu menyentuh tubuh nya, saat ini saja rasa nya bagian tubuh yang tadi di sentuh oleh wanita itu terasa sangat menjijikkan, ia juga menatap wanita itu dengan dingin dan jijik.


" Tetua pertama, kau tahu cucu ku memiliki OCD tentang kebersihan yang sangat tinggi tapi cucu mu itu malah membuat nya sangat marah" tuan besar Knight menatap seorang pria paruh baya yang juga masuk ke dalam dengan sengit.


" Maafkan cucu ku tuan besar, dia hanya merasa sangat antusias saat mendengar tuan muda telah kembali, jadi ingin melepas rindu nya pada calon suami nya." Ucap nya dengan tenang seakan apa yang di ucapkan nya barusan tidak ada yang salah.


" Ma-maaf kakek, a-aku sangat merindukan kak Aksa karena itu memeluk nya tanpa melihat situasi" meski ia takut dengan tuan besar Knight tapi karena ayah nya selalu bilang dia lah yang akan menjadi istri dari pemimpin baru keluarga Knight membuat nya merasa besar kepala dan sangat sombong.


" Hentikan omong kosong mu, aku saja merasa jijik di sentuh oleh mu. Dan istri ku hanya ada satu, sayang kemarilah!" Panggil Aksa meminta Arsya lebih dekat pada nya.


Arsya menatap Aksa sebentar lalu beralih ke dua orang yang telah mengganggu acara makan malam nya, lalu ia pun berjalan lebih dekat pada Aksa.


" Tetua pertama kau buka lebar-lebar telinga mu, gadis di samping ku sekarang ini, dia adalah istri ku, nyonya muda Knight saat ini."


" Apa? tidak mungkin, kau bercanda bukan kak. Aku ini calon istri mu, Kakek ku dan Kakek mu telah menjodohkan kita berdua, dan hanya aku yang cocok menjadi istri mu. Bukan gadis kampung ini!"

__ADS_1


Gadis itu mendekat ingin meraih tangan Aksa tapi segera di tepis dengan kasar oleh Aksa.


" Enyahlah!"


__ADS_2