
" Hey, mereka hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja" seru Aksa mendekati Arsya dan mengusap surai rambut nya dengan sangat lembut.
Awal nya Arsya ingin kembali menyingkirkan tangan itu, namun perkataan Aksa selanjutnya menghentikan gerakan tangan nya.
" Langit malam begitu indah, lihatlah malam ini bahkan begitu banyak bintang yang bersinar terang, bintang-bintang itu menghiasi langit yang gelap gulita. Bukankah kamu sangat menyukai bintang, apa kamu tidak ingin melihat nya..." Ujar Aksa selembut mungkin, nada bicara nya ini sangat berbeda dengan Aksa yang biasa nya.
Perkataan Aksa yang begitu lembut mengejutkan semua orang terutama para cowok yang sudah lama kenal dengan nya dan hapal betul sikap nya bagaimana, bahkan Arion pun tidak percaya cowok kaku dan dingin yang sial nya sahabat nya sendiri ini ternyata bisa bersikap sangat lembut dan hangat pada seseorang, dan orang itu adalah adik nya sendiri.
" Aroma ini, terasa familiar" gumam Arsya yang hanya dapat terdengar oleh Arion, Heera dan Aksa saja, yang memang posisi mereka bertiga lebih dekat dengan Arsya.
Dengan lembut Aksa mengangkat wajah Arsya agar menatap nya, diapun melepaskan kacamata bulat dan besar yang Arsya kenakan. Setelah kacamata terlepas semua orang sekarang dapat melihat sebelah mata Arsya yang terus mengeluarkan darah.
" Arsya apa yang terjadi dengan mata mu?" Tanya Valencia terkejut dan mencoba mendekati nya
" Jangan mendekat!" Seru Arsya dingin
" Mereka hanya ingin memastikan keadaan mu, kamu tidak perlu takut hmm.." ucap Aksa lembut
" Kak Ray" ucap Arsya menatap Aksa dalam.
" Ya, ini aku.."
" Ahhkk... Tidak jangan!!" Arsya tiba-tiba menjerit dan memeluk tubuh Aksa dengan erat.
Pelukan Arsya yang erat tiba-tiba melonggar ternyata dia tak sadarkan diri di pelukan Aksa, tidak lama setelah dia menjerit.
" Arsya" panggil Arion dengan cemas
Heera segera mengecek pergelangan tangan Arsya.
" Dia baik-baik saja, hanya pingsan" ucap Heera lega
" Syukurlah... Clara sebenarnya apa yang kau lakukan sampai membuat keadaan Arsya menjadi seperti ini" ucap Arion menatap tajam Heera
" Yon, kau mengapa menyalahkan Clara atas kondisi Arsya, Arsya tanpa sebab menjadi begitu... Clara bahkan sedari tadi tidak berbuat apapun pada nya" ucap Alvan kesal Heera disalahkan atas kejadian yang menimpa Arsya.
" Benar Yon, Clara tidak salah dalam hal ini.." tambah Darel ikut membela Heera.
" Kalian tahu apa tentang Arsya hah, ini semua tidak akan terjadi tanpa sebab, dan pasti Clara penyebab nya" ujar Arion menatap mereka dengan kesal.
" Kau tidak bisa melimpahkan semua kesalahan pada Clara, gadis itu saja yang aneh..." Ucap Alvan tanpa berpikir panjang.
Wsosh
__ADS_1
Bruk
Setelah mengatakan kalimat terakhir itu, sebuah kekuatan tiba-tiba menerbangkan Alvan cukup jauh, hingga membuat dia muntah darah.
" Uhuk-uhuk.."
" Tutup mulut mu, atau aku yang akan menutup nya untuk selama nya" ucap Aksa dingin.
Ya, yang melakukan itu pada Alvan adalah Aksa, dia sangat tidak suka gadis nya di hina.
" Diamm!!" Seru Heera yang sedari tadi diam saja mengangkat suara nya.
" Benar apa yang di katakan kak Rion akulah penyebab masalah ini" ucap Heera menatap kedua cowo itu dingin.
" Clara apa maksud mu, kau tidak melakukan apapun" ucap Alvan mencoba berdiri
" Kalian tidak akan mengerti, aku yang membuat Ara menjadi seperti itu!"
" Aksa kau akan membawa Arsya kemana?" Seru Arion terkejut melihat Aksa yang membopong Arsya dan akan membawa nya pergi.
" Ruang kesehatan" jawab Aksa singkat tanpa berbalik, dia terus berjalan tanpa mempedulikan yang lain nya.
" Sudahlah, untuk sekarang lebih baik kita lihat kondisi Arsya lebih dulu. Dan jangan membahas masalah ini lagi!" Seru Arion segera menyusul Aksa.
" Aku mengerti kak" jawab Heera sedih
Di sepanjang jalan yang di lalui Aksa, banyak orang yang melihat nya sedang menggendong Arsya yang tidak sadarkan diri.
" Bukankah itu Aksa!"
" Benar, lihatlah dia sedang menggendong seseorang..."
" Bukankah gadis itu... Arsya"
" Arsya siapa dia?"
" Dia hanya gadis biasa, penampilan nya pun sangat kuno dan cupu. Tapi teman-teman nya yang lain sangat populer di kalangan para pria"
" Lihatlah di belakang mereka bukankah Arion"
" Benar, mereka terlihat sangat menghawatirkan gadis itu..."
" Cih, dasar gadis penggoda..."
__ADS_1
" Dasar ******.."
" Menjijikkan, gadis itu hanya sedang mencari perhatian saja"
Di setiap perjalanan banyak komentar pedas yang di tunjukkan untuk Arsya, Aksa dan Arion yang mendengar nya tentu saja marah, tapi mereka tidak ada waktu untuk itu, yang mereka pikirkan sekarang kondisi Arsya.
Brak
Pintu ruang kesehatan Aksa tendang tanpa mempedulikan wajah wajah terkejut dari orang-orang di dalam sana, Aksa membawa Arsya ke salah satu tempat tidur, dan membaringkan nya di sana.
" Apakah kau tidak bisa membuka pintu baik-baik" oceh seorang dokter di sana yang terlihat masih muda sekitar 30 tahunan, dia bernama Garwita
" Cepat periksa dia!" Ucap Aksa tanpa peduli dengan ocehan dokter
" Tidak bisa, aku memiliki pasien yang lebih penting dari kalian berdua" ucap dokter itu dengan sinis
" Periksa dia, atau kau akan tahu akibat nya dokter" ucap Aksa memperingati
" Cih, hanya seorang anak haram saja kau begitu sombong, jangan harap ada yang mau menolong mu, mereka bahkan jijik melihat mu" ujar nya terus menghina Aksa.
" Nak, biarkan saya saja yang memeriksa nya, dia adalah dokter baru jadi tidak tahu peraturan di academy ini!" Seru seorang dokter yang usia nya kira-kira berkisar 50 tahunan, dia bernama Dokter Alana
" Hmmm... Cepat periksa dia!"
" Baik"
Setiap tingkatan Class memiliki satu dokter khusus untuk merawat luka-luka para murid.
Dokter itu adalah dokter yang khusus menangani murid-murid di tingkat Phoenix Class, jadi ia tahu bagaimana tempramen pemuda ini. Bukan hanya dia mungkin semua guru dan para murid Phoenix Class kecuali Harraz tahu tempramen Aksa yang begitu dingin dan acuh, namun saat ia marah tidak ada yang selamat dari kemarahan nya.
Dulu pernah ada seorang guru yang menyinggung nya, guru itu merasa sangat kesal akan sikap Aksa yang sangat dingin dan tidak pernah menghormati nya sehingga dia menantang nya, namun kesalahan guru itu dulu karena memprovokasi Aksa dengan menghina ibu nya, membuat Aksa marah besar dan hampir membunuh guru itu, jika saja pak Rezvan tidak datang dan menolong nya. Meski di tolong oleh pak Rezvan guru itu mengalami kelumpuhan permanen pada kaki dan tangan nya, saat itu semua orang mengira Aksa akan dikeluarkan dari academy tapi siapa sangka Aksa bukan hanya tidak dikeluarkan melainkan guru itu yang dikeluarkan dan juga di hukum atas tindakan nya itu.
Setelah kejadian itu tidak ada lagi yang berani menyinggung perasaan Aksa, dan dokter itu sangat tahu betul cerita itu karena ia sendiri yang memeriksa keadaan guru itu. Namun selain para guru dan murid-murid yang seangkatan dengan Aksa tidak ada yang tahu cerita ini, karena pak Rezvan sengaja menyembunyikan nya.
" Cih, ya terserah kau periksa saja dia aku mah sih ogah..." Ucap dokter Garwita
Dokter Garwita adalah dokter baru sehingga dia tidak tahu seberapa penting nya identitas Aksa di academy Blue Ocean ini. Tidak lama setelah dia di terima menjadi salah satu dokter di academy Blue Ocean dia mendengar rumor buruk tentang Aksa karena itu sikap nya begitu tidak sopan pada nya.
Tidak lama Arion dan yang lain nya tiba di ruang kesehatan, melihat siapa yang datang dokter Garwita pun segera menghampiri nya.
" Tuan muda Lawrence apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya nya dengan sopan
" Ya, dimana Aksa dan gadis yang baru saja masuk tadi?" Tanya Arion panik, di belakang nya sudah ada teman-teman yang lain.
__ADS_1
" maksud anda Aksa yang merupakan anak haram keluarga Davies, dia memang kemari dan membawa seorang gadis pingsan, tapi aku...." Sebelum dia menyelesaikan ucapan nya, Arion terlebih dahulu melihat Aksa yang sedang berbicara dengan dokter Alana, dia pun segera ke sana di susul yang lain nya.
Melihat kepergian Arion membuat dokter Garwita itu bingung, karena penasaran dia pun mengikuti mereka.