
" Jangan" cegah Heera saat ia tahu Arion akan kembali berdiri dari duduk nya untuk melabrak cewek cewek itu.
" Tapi Clar mulut mereka itu harus di jahit agar tidak asal ceplos aja, berani sekali dia menjelekkan Arsya di hadapan ku" kesal Arion
" Kak kau ingin penyamaran Ara terbongkar karena tindakan mu ini, lihatlah teman teman mu sudah menatap aneh diri mu" bisik Heera, Arsya juga menatap Arion tajam karena tahu apa yang akan kakak nya itu lakukan.
" maaf Clar, tapi mereka telah berani membicarakan adik ku" Arion ikut berbisik karena takut ada yang orang lain yang mendengar perbincangan nya dengan Heera.
" Aduh... kak, tenang saja jika soal menjahili itu adalah tugas ku dan Ara, selama mereka belum menyentuh batas kesabaran Ara mereka masih selamat" bisik Heera menyeringai
" Baiklah"
" Hei apa yang sedang kalian bicarakan, kenapa harus bisik bisik" seru Kenan penasaran
" Bukan urusan mu" semprot Heera dan Arion bersamaan, Kenan hanya menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal karena bingung dengan reaksi kedua orang ini
Heera berdiri dari duduk nya entah apa yang sedang ia lakukan dia kembali dengan membawa semangkuk sup yang kelihatan nya masih cukup panas.
Namun aneh nya Heera tidak berjalan kembali menuju tempat duduk nya melainkan ke arah yang berlawanan.
" Hei apa yang gadis aneh itu lakukan?" tanya Alvan bingung dan penasaran.
" Sebuah pertunjukan" jawab Arion singkat
" Yang sangat menarik" lanjut Arsya tersenyum tipis
Arsya dan Arion saling pandang terdapat senyum misterius yang sekarang mereka tunjukkan.
" Pertunjukan apa?" Tanya Kenan.
Sedangkan Ivan sudah berada di dunia nya bersama buku nya, Aksa sendiri tidak menanggapi perkataan mereka hanya mata nya terus memandangi wajah Arsya tanpa Arsya ketahui.
" Apakah Clara dan Arion saling kenal, seperti nya mereka terlihat sangat akrab?" Bisik Darel pada Ezio
" Aku mana tahu, tapi mungkin saja mereka terlihat sangat dekat" jawab Ezio yang ikut berbisik
Di tempat Heera, dia berjalan dengan santai, namun di depan nya ada sekumpulan gadis yang mencoba menjegal kaki Heera agar terjatuh. Tapi tanpa mereka ketahui Heera tersenyum tipis melihat hal itu, mereka mencoba menjatuhkan nya, hanya saja dia pura pura tidak tahu.
Bruk
Byurrr
" Aahkk..."
" Ups maaf, aku tidak sengaja" ucap Heera pura pura bersalah saat sup yang di bawa nya ternyata tumpah ke tubuh seorang gadis yang tadi ingin membuat Heera jatuh.
" Kau... Kau pasti sengajakan" tuduh teman gadis itu
" Tolong panas...." Teriak gadis yang terkena sup
" Air, cepat cari Air"
__ADS_1
" Oh air, ini ini air nya"
Byurrr
Heera mengambil sambal yang ada di meja dan menumpahkan nya pada gadis itu
" Kauu... Kau pasti sengaja menumpahkan kuah sup dan sambal itu pada ku kan... Ahhkk panas"
" Kalau iya kenapa, bukankah mulut mu sama pedas nya dengan sambal itu... Harusnya kalian berterimakasih pada ku, aku berbaik hati membantu mu memberitahu bagaimana pedas nya rasa sambal dan bagaimana rasa nya di siram Air panas" seru Heera tersenyum tanpa dosa
" Kau... Sudah ku duga kau pasti sengaja!"
Gadis itu ingin menampar wajah Heera namun Heera berhasil menangkap nya.
Plak
Suara tamparan menggema di tempat itu, terlihat di sana sudah ada Arsya yang berdiri tepat di samping Heera dengan seorang gadis yang sedang meringis kesakitan. Namun bukan Arsya pelaku nya, saat itu teman gadis yang Heera tahan ingin menampar Heera tapi dengan cepat Arsya membuat gadis itu menampar diri nya sendiri.
" Eh sejak kapan dia di sana" seru Kenan terkejut
" Gerakan nya sangat cepat sampai kita tidak menyadari kepergian nya, bukan begitu Rion, Aksa?" sahut Alvan
" Sedikit" jawab Arion
" Aku tidak" jawab Aksa dingin
" Kau berani menampar ku, kau tidak tahu siapa kami?" Tunjuk nya pada Arsya
" Cih, kami tidak peduli siapapun kalian" sahut Heera
" Kalian! awas kalian... Tunggu saja pembalasan kami" ujar gadis itu sambil pergi dari tempat itu di ikuti teman teman nya.
" Waahh kalian hebat sekali!" seru Elvira heboh
" Kalian keren" ujar Valencia, Valencia mengacungkan jempol nya pada Heera dan Arsya.
" Lumayan pertunjukan yang bagus" puji Arion santai
" Ck, Ra ku kira kau tidak ingin ikut bermain" ucap Heera memicingkan mata nya pada Arsya
" Hanya Kebetulan" balas Arsya malas
" Apa kalian tidak takut, mereka bisa melakukan hal yang nekat setelah ini pada kalian" ujar Ivan segera menutup buku nya dan menatap kedua gadis itu.
" Takut, tidak ada dalam kamus ku yang nama nya takut" ucap Heera sombong.
" jika mereka ingin membalas, silahkan saja. aku dengan senang hati menantikan nya!" seru Arsya dengan tenang, seakan hal itu bukan masalah besar untuk nya. tapi memang bukan masalah yang besar juga sih, mudah saja bagi nya menyelesaikan masalah yang menurut nya sepele ini....
***
Di sebuah taman Arsya sedang duduk sambil memainkan laptop nya, entah apa yang sedang ia lakukan.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain terlihat seorang pria yang sedang memperhatikan Arsya dengan sangat lekat.
Tiba-tiba ada seseorang yang duduk di dekat Arsya.
" Boleh aku duduk di sini?" Tanya orang itu yang tidak lain adalah Ezio
" Bukankah kau sudah duduk" jawab Arsya acuh
" Hei cupu, bukankah kita sudah berteman, tapi kenapa sikap mu masih saja dingin pada ku" jawab Ezio membuka percakapan
Arsya menutup laptop nya dan akan beranjak pergi dari sana.
" Tunggu, kau mau kemana?" Tanya Ezio
Ezio ingin menyentuh tangan Arsya, namun Arsya yang begitu peka langsung menghindari nya.
" Pergi!" jawab Arsya singkat
" Aku baru saja duduk, kau sudah mau pergi saja... Apa kau marah aku masih memanggil mu cupu, oke deh aku minta maaf, kau tidak usah pergi dari sini"
" Bukan urusan mu" jawab Arsya singkat
" Kau masih marah, aku kan sudah minta maaf Arsya" kekeh Ezio
" Maaf? Tidak perlu, aku juga tidak peduli" ucap nya acuh
" Jadi bisakah sekarang kita menjadi teman" ujar Ezio penuh harap
" tidak butuh" seru Arsya sebelum benar-benar pergi dari sana
" Hah susah banget sih mendekati nya" ucap Ezio menghela nafas panjang
Sedangkan seseorang yang sedari tadi mengawasi Arsya, dari awal gadis itu duduk sendiri sampai Ezio datang hanya bisa mengepalkan tangan nya dengan sangat erat hingga urat urat tangan nya sampai dapat terlihat, entah apa yang membuat nya begitu marah.
Drrtt drrtt drrt
Arsya menghentikan langkah nya saat handphone nya berdering, ia pun segera mengangkat panggilan tersebut setelah tahu siapa yang menghubungi nya.
" Katakan?" tanya Arsya to the point
" Nona seperti nya ada yang sedang menargetkan tuan dan nyonya besar, ada seseorang yang mencoba membobol keamanan dan mencari tahu tentang keluarga Lawrence" ucap orang di seberang sana
" Terus awasi dan jaga kedua orang tua ku"
Tut
Arsya menutup telepon nya, dan akan kembali melanjutkan langkah nya, namun handphone nya kembali berbunyi.
Ting
Sebuah pesan masuk ke handphone nya, setelah melihat pesan itu ia pun melanjutkan langkah nya.
__ADS_1