Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
87. Rumor Yang Beredar


__ADS_3

" ini salah kalian sendiri waktu kalian berangkat masih lama, tapi masih saja bisa menyalakan orang lain" semua orang terutama Harraz sangat terkejut saat pak Efendi lebih memilih membela gadis cupu itu di bandingkan Harraz sendiri.


" Tapi pak.."


" Tidak ada tapi-tapian kalian ini sudah salah bukan nya meminta maaf tapi malah menyalahkan orang lain. Dan Harraz kamu juga salah dalam hal ini, sebagai ketua kamu bahkan tidak bisa mengurus masalah kecil ini!"


" Apa yang anda katakan benar, ini semua salah saya.. mohon maafkan mereka, mereka terlalu khawatir akan kondisi desa itu sekarang, membuat mereka tidak sabar untuk segera berangkat." Ucap Harraz tersenyum lembut.


" Lalu apakah maksud mu pak Efendi tidak mempedulikan desa itu hingga menunda waktu keberangkatan." Aksa yang sedari tadi diam mulai membuka mulut nya dan sekalinya ia membuka mulut membuat lawan nya diam tak berkutik.


" Bukan begitu maksud ku.."


" Jadi apa maksud tuan muda Harraz." Potong Arsya.


Dia yang telah memulai perdebatan ini, bagaimana mungkin akan membiarkan nya selesai begitu saja.


" Nona bukankah kau terlalu banyak bicara!" Ucap Harraz sambil memaksakan senyuman nya.


" Aku juga adalah anggota tim ini yang di rekrut oleh Aksa secara langsung, tentu aku juga memiliki hak untuk memberikan pendapat ku bukan!"


" Cih, kau hanya orang yang di bawa anak haram itu saja tapi begitu belagu, seakan misi ini tidak akan bisa di lakukan tanpa kehadiran mu.."


" Sayangnya apa yang kau katakan itu benar, aku tahu salah satu syarat agar Aksa bisa ikut adalah diri ku.... Dan perkataan mu ini mengingatkan ku akan sesuatu, pak Efendi jika saya tidak salah dengar bukankah anda mengatakan misi ini di khususkan untuk Aksa, karena itu Aksa harus ikut dalam misi ini dan Aksa juga yang akan di berikan kebebasan untuk membuat keputusan, tapi Harraz menawarkan diri nya sendiri untuk bisa mengambil misi ini, apakah itu benar pak?"


" Ya, itu memang benar. Harraz mengambil misi ini dengan syarat Aksa juga bisa ikut bergabung dalam misi ini atau misi ini akan di serahkan pada Arion"


Pak Efendi tidak berani berkata bohong apa lagi membela Harraz meski dia tahu identitas Harraz, tapi identitas Arsya jauh lebih menakutkan. Bukan hanya karena identitas nya tapi gadis ini memang sangat licik, ia masih ingat bagaimana gadis ini mengeluarkan seorang murid juga membuat seorang guru di turunkan pangkat nya serta kehilangan kekuatan nya, ia bahkan bergidik takut saat mengingat nya. Meski ia juga tidak tahu bagaimana cara gadis itu membuat guru itu kehilangan kekuatan nya tapi ia yakin dialah pelaku nya karena pak Rezvan sendiri yang mengatakan nya.


Namun yang pasti jawaban pak Efendi sekarang sangat membuat Harraz malu, dan orang-orang menatap Harraz dengan aneh.


Sebelum nya Harraz berkata dia di berikan misi tingkat A+ ini langsung oleh pak Rezvan, pak Rezvan sendiri yang mengundang nya dan meminta nya memilih anggota tim sendiri, tapi yang di katakan Harraz dengan pak Efendi jelas jauh berbeda.


Bukankah ini penipuan nama nya!

__ADS_1


" Orang bodoh ini, mengapa dia harus berbicara." Batin Harraz dengan kesal.


" Baiklah, ini sudah waktu nya. Lebih baik kita segera berangkat!" Seru Aksa.


" Tunggu Aksa, pak Rezvan meminta ku untuk memberikan ini pada mu!" Seru pak Efendi memberikan sebuah map kecil pada nya, entah apa isi map itu karena masih tersegel dengan rapih.


***


Heera sedang berjalan-jalan dengan riang nya seperti hari-hari sebelumnya, namun ia mendengar gosip yang tidak enak di dengar tentang nya.


" Dasar gadis ******, Clara ini benar-benar keterlaluan dia bahkan merebut tunangan orang lain."


" Yang memiliki kekasih hati-hati, pria nya di rebut oleh dia."


" Ku dengar gadis itu tidak lagi suci, kesucian nya telah ia gunakan untuk memikat para pria entah pria mana yang begitu sial."


" Tapi aku yakin tuan muda Alvan bukan orang pertama, gadis seperti nya tidak akan mungkin masih suci, palingan cuma sok suci."


" Benar."


" Kau tidak tahu, Clara itu si gadis ****** yang tidak tahu diri. Kerjaan nya cuma menggoda para pria."


" Benar, apa kalian tahu gadis bernama Arsya yang merupakan teman dekat Clara sendiri, dialah yang telah menyebarkan berita ini, informasi ini pasti nya benar."


" Aku jadi takut jika pria ku bertemu dengan nya bagaimana... Yang ada cewe seperti nya tidak akan membiarkan nya dan pasti akan menggoda pria ku"


Semua Hinaan orang-orang di sana dapat terdengar oleh Heera dengan sangat jelas.


Tidak jauh dari sana Zalfa juga sedang berjalan bersama teman-teman nya.


" eh, kalian duluan aja."


" kau mau kemana Zalfa."

__ADS_1


" aku masih memiliki urusan!"


" oke, jangan lupa janji kita ya."


" tidak mungkin."


setelah teman-teman nya pergi, Zalfa melihat seseorang yang di kenali nya. ia melihat Heera sedang berdiri diam, dan orang-orang di sana sedang menggosipkan nya tanpa tahu yang digosipkan juga berada di tempat itu.


Melihat itu Zalfa malah tersenyum dengan penuh arti, ia segera mendekati Heera.


" aku tidak menyangka Arsya akan seperti itu, padahal kelihatan nya ia sangat polos dan lugu tapi siapa sangka dia bisa melakukan ini di belakang teman nya!" seru Zalfa dengan ekspresi yang seakan kasihan saat menatap Heera.


Heera yang mendengar suara seseorang di samping nya segera menoleh dan berkata, " polos dan lugu? apa kau pikir Arsya itu gadis yang polos dan lucu, kau bercanda! Arsya adalah gadis yang sangat licik." seru Heera dengan nada mencibir.


Heera langsung pergi setelah mengatakan itu tanpa melihat ekspresi puas dari wajah Zalfa, Heera benar-benar kesal hari ini.


seperti nya Zalfa menyalah artikan perkataan Heera, ekspresi wajah nya terlihat sangat puas seakan rencana nya telah berhasil.


***


Ting


Sebuah pesan masuk ke handphone Heera, ia pun melihat layar handphone nya untuk tahu siapa dan apa isi pesan tersebut.


Saat membaca isi pesan itu ia sedikit mengernyitkan kening nya, pesan itu dari salah satu guru di academy yang meminta nya untuk segera datang ke ruangan nya.


Saat ini Heera telah berada di depan ruangan pak Muneer dengan sopan Heera mengetuk pintu, ia baru masuk saat yang di dalam mempersilahkan nya masuk.


" Masuk."


Kreiit


Di dalam ruangan itu tidak hanya ada pak Muneer saja tapi ada dua orang lain nya, yang satu adalah seorang gadis yang ia kenal, dia adalah Elma dan satu lagi seorang wanita paruh baya yang usia nya sekitar 60 tahunan keatas. Elma dan wanita tua itu terlihat sangat dekat, namun saat melihat Elma ia sudah dapat menduga apapun yang membuat nya berada di sini itu ada hubungan nya dengan wanita ini, dan pasti berhubungan dengan Alvan cowok rese yang telah membuat hidup nyaman nya menjadi tidak tenang.

__ADS_1


" Ada apa anda memanggil ku?" Tanya Heera to the point, sedari awal masuk ke academy Blue Ocean ini ia tidak menyukai guru di depan nya ini. Orang di depan nya ini adalah salah satu guru yang suka nya menjilat para bangsawan karena itu lebih baik tidak berurusan dengan nya.


__ADS_2