Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
153. Ini Adalah Aku Apa Adanya


__ADS_3

" Elma tolong maafkan papa nya Alvan, dia hanya sedang tidak enak badan jadi emosi nya tidak stabil"


" Tidak masalah nenek, ini juga memang salah ku. Harus nya aku mengabari Alvan lebih dulu saat mau ke sini."


" Tidak kau tidak salah nak, wanita penggoda itu yang salah."


" Putra ku, apa kau tidak melihat wanita yang Alvan bawa dia adalah wanita penggoda yang tidur dengan seorang pria tua waktu itu. Apa kau akan mengotori kediaman Evans dengan membiarkan Alvan membawa seorang pelacur ke kediaman ini."


" Cukup Bu, kepala ku sedang pusing saat ini. Dan juga dia bukan seseorang yang ibu sebutkan, aku sendiri yang mengijinkan Alvan untuk membawanya kemari." Ujar nya dengan tegas


" Alvan bawa Clara ke taman belakang, kalian mengobrol saja di sana dengan tenang."


" Baik ayah."


" Clara ayo."


Heera tidak langsung pergi saat di tarik oleh Alvan, dia berjalan dan berhenti di hadapan nyonya tua Evans beberapa langkah dari nya, dengan santai Heera menyilang kan tangan nya di dada.


" Nyonya tua, kau seperti nya sudah semakin tua, hingga pandangan mu juga semakin buruk" ucap nya dengan nada sarkas, bahkan menatap Elma yang bersembunyi di punggung wanita itu dengan pandangan meremehkan.


Setelah itu tanpa menunggu tanggapan wanita tua itu Heera pergi dari sana di ikuti Alvan.


Dan Alvan sudah menduga apa lagi yang terjadi nanti nya, tentu saja nenek nya itu sedang sangat marah besar akan perkataan yang Clara ucapkan.


" Clara, aku tidak pernah melihat wanita yang berani membuat nenek ku semarah itu, kau sungguh hebat."


" Kenapa? Apa kau marah atas ucapan ku pada nenek mu itu." ucap Heera acuh tak acuh


" Tidak" jawab Alvan cepat.


" Nenek ku memang harus perlu di begitukan sekali-kali" lanjut nya


" Hah... Aku juga heran mengapa tuan tua Evans bisa menikahi nenek mu yang cerewet dan galak itu. Ku lihat seperti nya ayah mu cukup baik dan bisa berpikiran logis." Ucap Heera dengan pose yang begitu menggemaskan di mana tangan nya menyanggah dagu.


Heera terus berbicara apa ada nya tanpa takut berada dimana dia sekarang atau apakah ucapan akan menyingung seseorang atau tidak.


" Kau seperti nya sangat suka berbicara ceplas-ceplos." Alvan sendiri tidak habis pikir dengan gadis di depan nya, gadis ini begitu mudah berbicara apapun tanpa berpikir Di mana saat ini dia sedang berada.


seperti nya dia sama sekali tidak merasa takut sedikitpun.


" Tentu saja ini adalah aku apa adanya" ucap Heera dengan bangga.


" Kau seperti nya tidak tersinggung."

__ADS_1


" Kenapa, kau ingin aku merasa tersinggung atas ucapan mu itu."


" Ya sepertinya."


" Kau ini." Alvan tidak tahu lagi harus menanggapi seperti apa tentang sikap ajaib yang Clara miliki.


" Sebenarnya perkataan mu itu benar juga, aku juga tidak tahu mengapa Kakek ku menikahi nenek ku."


" Kalian ini sepertinya mengobrol dengan seru." Seseorang datang membuat pembicaraan mereka berhenti.


Yang datang adalah ibu Alvan yang membawa beberapa cemilan, buah dan minuman.


" Terima kasih nyonya, kau seharusnya tidak perlu repot-repot seperti ini" ucap Heera sambil berdiri dan memberikan penghormatan sopan selayaknya bangsawan pada umum nya.


" tidak repot kok, baru pertama kali Alvan membawa seorang gadis kemari tentu saja Tante sangat senang. Dan kau tidak perlu memanggil dengan formal, cukup panggil Tante saja tidak perlu memanggil ku nyonya."


" Sesuai keinginan Tante cantik."


" Mulut mu ini sangat manis, cicipi lah beberapa kue yang Tante buat sendiri, semoga kau menyukainya." ibu Alvan tersenyum tulus menanggapi ucapan Heera.


" Ahk.. semua kue ini Tante yang menyiapkan, Rasa nya pasti akan sangat enak, aku sungguh terhormat bisa makan kue buatan nyonya Evans."


" Kau ini. Oh ya, tolong jangan tersinggung akan ucapan nenek nya Alvan ya nak."


" Kalian berdua seperti ibu dan putri saja, ibu bahkan tidak melihat ku yang merupakan putra mu sendiri."


" Dasar kau ini, sekarang dia putri ku jadi jangan ganggu dia." Ucap nyonya Evans sambil menjewer telinga putra nya itu.


" Ibu ini sekarang aku merasa di anak tirikan." Ucap nya sambil melepaskan jeweran dari sang ibu dan sekarang telinga nya sudah terasa panas.


" Sudahlah, kalian lanjut mengobrol saja Mama akan menemani papa mu dulu."


" ibu mu sangat baik dan seorang ibu yang begitu hangat"


" Ibu mu juga pasti begitu."


" Entahlah, aku tidak lagi merasakan kehangatan nya setelah kematian ibu ku" kata Heera acuh tak acuh.


" Ah.. maaf aku tidak tau kalo ibu mu..."


" Tidak masalah, hal itu bukan masalah yang harus di sembunyikan juga. Kita lanjutkan saja perkejaan yang harus kita bahas."


Mereka pun sibuk berdiskusi mengenai bagaimana cara menemukan markas para penculik itu dan membahas orang-orang yeng telah di culik dari mereka.

__ADS_1


Di kamar orang tua Alvan sendiri, saat ini ibu Alvan kembali ke kamar nya dengan raut wajah bahagia yang hampir jarang dia tunjukkan saat berada di kediaman Evans yang malah sering adu cekcok dengan ibu mertua nya.


" Apa yang membuat mu Sangat bahagia sayang." seru ayah Alvan yang merangkul sang istri.


" Mas, kau janji kan siapapun wanita pilihan putra kita, jika mereka saling mencintai dengan tulus kamu akan merestui mereka." Ucap ibu Alvan menatap suami nya dengan serius.


" Tentu saja, asal wanita itu tidak memiliki maksud buruk untuk putra kita dan keluarga Evans."


" Aku yakin Clara wanita yang baik, aku dapat merasakan dia adalah wanita yang tulus dan setia."


" Jadi yang membuat mu sangat bahagia karena gadis bernama Clara itu."


" Iya, aku menyukai nya. Dia gadis yang sangat baik, dan yang lebih penting dia lebih tangguh dari diriku. jika dia menjadi pendamping hidup Alvan.. putra kita, aku yakin putra kita akan sangat beruntung." Ucap nya dengan mata yang berbinar saat membicarakan tentang gadis yang telah mencuri perhatian nya sejak pertama melihat nya.


" Dia memang gadis yang pemberani, namun kita kembalikan semua pada mereka berdua. Jika mereka berjodoh aku tentu akan mendukung nya, karena dia juga adalah pilihan istri ku" dia yakin pilihan istri nya tidak salah.


Istri nya memang dari kalangan bawah, tapi karakter nya jelas sangat baik dan bisa membedakan seseorang dari tingkah laku nya saja, inilah keunikan dari istri nya yang dapat membaca karakter seseorang tapi bukan memiliki kemampuan istimewa yang dapat membaca pikiran seseorang. Dan karena ini juga akan sangat sulit seseorang untuk dapat berteman dengan nya, tapi gadis itu hanya sekali pertemuan dengan istri nya dan dia sudah begitu dekat.


" Tapi ibu mu.."


" Tidak usah pikirkan dia, kehidupan Alvan hanya akan ada kita yang mengatur sebagai orang tua nya bukan ibu ku yang hanya nenek nya saja." Potong ayah Alvan dengan tegas yang diangguki istri nya.


****


Saat sampai di ruang medis yang berada di academy Blue Ocean, dia dapat melihat terdapat kakak nya Arion yang keadaan nya terlihat kacau juga ada Elvira yang menangis tersedu-sedu dan beberapa orang yang tidak ia kenali.


" Ada apa ini?" Tanya Arsya mendekati Arion.


" Arsya.." Arion yang melihat adik nya langsung bangkit dan memeluk adik nya dengan erat menumpahkan segala kekhawatiran nya pada Valencia di pelukan sang adik, tanpa mempedulikan tatapan heran dan bingung semua orang saat melihat mereka berpelukan.


" Ini semua salah ku, aku bodoh.. andai aku menjaga nya dengan baik."


" Seharusnya aku yang terkena serangan itu bukan dia."


" Apa yang harus ku lakukan"


Arion terus bergumam tidak jelas yang juga tidak Arsya mengerti di pelukan nya.


" Arsya. Ah.. Arion" seorang guru yang mengenal Arsya langsung menyapa nya tapi ia di kejutkan saat tahu siapa yang saat itu sedang di peluk wanita itu.


" Ya pak, hiraukan dia. Ada apa anda memanggil ku?" Tanya nya dengan masih membiarkan Arion memeluk nya dengan erat. memang saat datang di academy ada seorang yang memanggil nya ke ruang medis, tapi karena dia sangat lelah jadi dia memilih pergi ke asrama nya, namun siapa sangka dia mendengar kabar lain dari Keysa.


" Ah baiklah" dia juga tidak berani menegur apa yang tuan muda Lawrence itu lakukan.

__ADS_1


" Begini tadi nya saya akan mencari kamu, tapi kebetulan kamu kesini. Di dalam terdapat beberapa murid yang mengalami keracunan parah, mungkin kau bisa membuatkan ramuan penawar racun tingkat menengah untuk menyembuhkan mereka." Ujar nya menjelaskan.


__ADS_2