
****
Tok tok
Di sebuah kamar tidur terdapat Aksa yang sedang duduk dengan sikap lotus di tempat tidur nya, seperti nya ia sedang bermeditasi untuk mengumpulkan aura. Namun siapa sangka di pertengahan malam dimana hari sudah sangat gelap gulita ada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya.
Siapa yang malam-malam begini datang?
Sungguh mengganggu waktu nya!
Tok tok
Suara ketukan pintu itu tidak berhenti , malah terdengar lebih kencang membuat nya sangat terganggu.
Aksa segera membuka mata nya dan beranjak dari tempat tidur menuju pintu kamar.
Click
Krieet...
Aksa membuka pintu tapi tidak ada siapa pun di sana. Baru saja ia ingin menutup pintu kamar nya tapi terhenti saat tidak sengaja melihat seseorang yang terbaring tepat di bawah nya, ia tidak menyadari kapan orang itu berada di sana.
Yang lebih membuat nya terkejut saat menyadari siapa orang yang tergeletak tak sadarkan diri di depan pintu kamar nya itu...
" Kay!!"
" Kayla!"
Aksa langsung berjongkok dan mencoba membangun gadis itu, tapi tidak juga bangun. Ia sangat terkejut saat menyentuh dahi nya ternyata...
Panas! Kening nya sangat panas...
Apa yang terjadi pada nya!
Tanpa ragu Aksa menggendong Arsya dan membawa nya masuk ke dalam kamar nya.
Di tempat lain, terdapat dua orang yang sedang mengawasi apa yang sedang Aksa lakukan. Mereka menyeringai dengan senang saat melihat Aksa membawa Arsya masuk ke kedalam kamar nya.
__ADS_1
Jelas ini rencana mereka.
Sebenarnya Aksa menyadari ada hal yang aneh, dan ada dua orang yang sedang mengawasi gerak-gerik nya sedari tadi. Namun ia hanya acuh karena menurut nya Arsya lebih penting sekarang dari hal apapun.
Ia bisa mengurus mereka nanti. Pikir nya
Di dalam kamar
Aksa membaringkan tubuh Arsya dengan hati-hati. Ia kembali memeriksa kondisi Arsya lebih detail lagi.
Aksa menggunakan aura nya untuk mencoba menyadarkan gadis itu, ia tidak tahu cara pengobatan, sehingga satu-satu nya cara adalah dengan menggunakan aura nya untuk menyalurkan nya pada Arsya.
Dia berharap itu akan berhasil!
Setelah beberapa saat mata Arsya pun mulai bergerak. Dengan cepat Aksa berdiri dari duduk nya dan mengambil minuman untuk gadis itu.
Tapi reaksi Arsya sungguh tidak terduga, baru saja Aksa ingin memberikan minuman untuk Arsya tapi gadis itu malah menarik tangan nya hingga membuat ia jatuh bahkan gelas yang di pegang nya pun terjatuh ke lantai.
Posisi keduanya sekarang terlihat sangat ambigu di mana tubuh besar Aksa terlihat sedang menindih tubuh kecil Arsya.
" Kak Ray!"
Sebenarnya ia sudah sadar beberapa saat lalu, namun saat merasakan pergerakan seseorang di dekat nya ia pun tetap menutup mata nya, menunggu agar orang itu menurunkan kewaspadaan nya dan menyerangnya, tapi karena tubuh Aksa yang memiliki kekuatan besar membuat ia kesulitan, ia juga tidak menyangka orang itu adalah Aksa.
Keduanya saling menatap dengan canggung, baru saja salah satu dari mereka ingin angkat bicara telah terjadi keributan di luar kamar Aksa.
BAM!!
" Lihatlah semua nya! kedua orang ini sedang melakukan perbuatan yang tidak senonoh di desa tercinta kita ini!" Seru seseorang dengan keras, orang itu yang mendobrak pintu kamar Aksa dengan paksa.
Di belakang orang itu terdapat banyak warga yang semua nya terdiri dari laki-laki termasuk kepala desa. Di sana juga ada Harraz yang sedang memotret momen memalukan Aksa dan Arsya.
Kepala desa menatap kedua nya dengan garang, ia sangat marah saat ini, bukankah ia telah memperingati mereka berdua.
" Apa yang kalian lakukan!"
" Sungguh menjijikkan."
__ADS_1
" Benar, bahkan saat kita masuk saja mereka masih dengan posisi yang begitu memalukan."
" Dasar pasangan tidak tahu malu."
Aksa dan Arsya yang mendapatkan cacian-cacian yang keluar dari mulut-mulut orang-orang yang dengan tidak tahu diri nya masuk ke kamar nya tanpa ijin, dia sempat bingung dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi, namun saat keduanya menyadari posisi yang memang terlihat ambigu, mereka pun langsung membenarkan posisi duduk. Arsya dengan susah payah duduk di bantu oleh Aksa dengan perlahan wajah nya masih terlihat sangat pucat, Tapi orang-orang itu mana mungkin peduli.
Ekspresi wajah Aksa masih saja acuh meski di hadapan dengan situasi yang cukup aneh, ia dengan hati-hati membantu Arsya untuk duduk.
" Cuih, benar-benar memalukan. Kalian masih bisa bermesraan meski ada kami di sini."
" Aksa aku tidak tahu kau bisa melakukan perbuatan yang begitu tidak terhormat seperti ini...." Ucap Harraz memanasi suasana
" Aku tahu kau sudah lama hidup di kota, tapi seharusnya kau bisa menahan diri mu sendiri, ini sungguh tidak baik..." Lanjut nya menambah kayu bakar pada api yang sudah berkobar.
" Aku juga tidak menyangka, ternyata kau begitu tidak tahu malu Aksa, aku bersyukur yang di jodohkan dengan ku bukan diri mu." Kekasih Harraz juga tidak ingin ketinggalan rumor hangat ini, tentunya ia sangat senang melihat Aksa menjadi terpuruk.
" Ada apa ini? Kepala desa apakah ini sikap mu dan juga warga mu dalam menyambut tamu" ucap Aksa dengan ekspresi dingin dan datar, saat ini ia sedang memendam perasaan marah nya, kondisi Arsya terlihat tidak baik-baik saja tapi warga desa ini malah membuat keributan.
" Kak Ray." Dengan kondisi yang masih lemah Arsya meraih ujung pakaian Aksa dan menghentikan Aksa agar tidak berbicara lebih lanjut atau semua nya akan berakhir tidak baik.
" Kepala desa, sebenarnya ada apa ini?" Dengan suara yang terdengar lirih Arsya mencoba untuk bertanya baik-baik dengan keadaan yang sedang terjadi.
" Heh.. kau gadis ****** jangan sok polos dan sok suci deh, kalian berdua telah melakukan perbuatan zina tapi masih bisa bersikap santai, sungguh pasangan tidak tahu malu."
" Benar, mereka berdua sangat menjijikkan. Usir saja mereka dari desa kita!"
" Benar usir mereka!"
Para warga meneriakkan satu kalimat yang sama yaitu untuk mengusir Aksa dan Arsya dari desa mereka, namun meski kepala desa juga sangat tidak senang dengan kondisi saat ini tapi mengusir kedua orang ini hanya akan membuat masalah lebih runyam. Ada dua hal yang membuat nya sulit membuat keputusan, yang pertama jika dia mengusir kedua orang ini akan banyak orang meragukan kepemimpinan nya bagaimana pun keduanya bukan berasal dari desa tempat nya memimpin, dan yang kedua jika dia mengusir kedua nya dia mungkin akan berurusan dengan academy Blue Ocean, urusan nya akan sangat rumit jika berhubungan dengan kepala academy Blue Ocean, bagaimana pun academy Blue Ocean memiliki reputasi yang sangat penting bahkan para pemimpin dari sepuluh keluarga bangsawan pun akan menghormati pak Rezvan, sebagai kepala academy.
" Tenanglah kalian!"
" Dan untuk kalian berdua, kalian adalah tamu ku disini karena itu aku tidak bisa begitu saja mengusir atau menghukum kalian. Namun jika kalian masih menghormati ku dan desa ini tolong menikahlah sekarang juga dengan di saksikan oleh ku dan semua warga yang ada disini, sebenarnya ini bukan permintaan tapi ini adalah perintah" ujar nya dengan tegas
" Apa?"
" Menikah?"
__ADS_1