Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
37. Pembicaraan


__ADS_3

Krieet...


Saat mereka sedang berbincang-bincang di ruang tengah pintu pun terbuka oleh seseorang di sana ada suara Heera dan satu orang lainnya lagi.


" Untuk apa kau mengikuti ku" seru Heera marah


" Memastikan kau pulang dengan aman" jawab Alvan


" Cihh tidak perlu, kau pergi saja sana hush hush pergi yang jauh sana" ujar Heera sambil mendorong tubuh Alvan.


" Apa kau mengusir ku?" Tanya Alvan


"Itu benar, pergi saja sana, kau sungguh mengganggu ku" usir Heera jengkel


Sedangkan teman teman nya yang berada di samping pintu sedang menguping percakapan Alvan dan Heera, tanpa sepengetahuan kedua manusia itu.


" Baiklah, kau tidak akan menyesal bukan karena sudah mengusir ku" goda Alvan


" Tidak akan pernah, sana pergi" ujar Heera mendorong tubuh Alvan


Setelah Alvan pergi Heera pun masuk kedalam, namun ia terkejut saat melihat di sana sudah ada teman teman nya.


" Apa yang kalian lakukan disini" seru Heera terkejut


" Cie.. cie.. cie di anterin pacar nya nihh" goda Naura mengedipkan sebelah mata nya.


" Wah sejak kapan kalian bersama Clara, kenapa tidak pernah mengatakan nya pada kami" seru Elvira


" mungkin saja dia takut kita merebut Alvan dari pelukan nya"


" tenang saja, kami tidak suka makan teman sendiri kok.."


" benar tuh.."


" Makan makan nih" seru Kyra ikut ikutan


" Selamat ya Clara, jangan lupakan kami saat sudah punya pacar" ujar Keysa juga


" Stopp... Apa yang kalian katakan, dia bukan Pacar ku... Diihh ogah punya pacar cowok mesum seperti Alvan" teriak Heera kesal


" Sudahlah Clara tidak perlu menyembunyikan hubungan kalian lagi, kami sudah tahu bahkan berita ini sudah menyebar" seru Valencia ikut menggoda


" Ada apa ini?" ujar seseorang yang baru saja datang.


" Arsya kebetulan kau disini, apa kau tahu Alvan dan Heera mereka berpacaran" ujar Naura menceritakan semua dengan semangat


" Pacar? Sejak kapan?" Seru Arsya menatap Heera bingung


" Hei Ra, kenapa kau menatapku seperti itu, itu semua tidak benar mana mungkin aku berpacaran dengan nya" ujar Heera mencoba menjelaskan dengan baik, tapi teman nya ini....


" Jika benar pun tidak masalah" ucap Arsya acuh


Setelah mengatakan itu Arsya pergi meninggalkan teman teman nya, teman teman nya yang ingin tahu apa yang terjadi antara dia dan Aksa pun mengurungkan niat nya untuk bertanya melihat Arsya yang seperti nya tidak ingin di ganggu.

__ADS_1


Sedangkan Valencia terlihat buru-buru masuk kamar nya setelah melihat jam tangan nya


" Ada apa seperti kau terlihat sedang terburu-buru?" Tanya Clara


" Hari ini ada kelas seni, aku pergi dulu ya teman bye..." Teriak Valencia


***


Sedangkan di tempat para cowok, mereka juga sedang membahas kejadian di kantin, di sana juga ada Alvan yang sedang di serang berbagai pertanyaan oleh teman teman nya, atau lebih tepatnya oleh Kenan.


" Hei bro sejak kapan kau berpacaran dengan cewek itu?" Tanya Kenan penasaran


" Siapa?" Ucap Alvan pura pura bodoh


" Hei kau itu bodoh atau pura pura bodoh, aku tahu kau pasti mengerti siapa yang ku maksud?" Tanya Kenan sambil menaik turunkan sebelah alisnya


" Apa benar kau dan Clara... Kalian berpacaran?" Tanya Darel ingin memastikan nya


" Seperti nya kau juga menyukai gadis bernama Clara itu Darel?" Ujar Ivan


" Waah rel kau menyukai gadis itu" seru Kenan ikut memanasi


Mendengar itu, tanpa sadar Alvan menatap tajam Darel, entah kenapa dia merasa tidak terima jika ada yang menyukai gadis aneh itu.


" Iya, sejak pertama kali aku bertemu dengan nya, aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama pada nya" jawab Darel tegas dan jujur


" Waaahh sayang sekali kau terlambat, Clara sudah jadi milik Alvan sekarang" seru Kenan


" Tidak" jawab Alvan jujur


" Apaa!!!!" Seru Kenan heboh


" Kau dan Clara sungguh tidak berpacaran?" Tanya Darel senang


" Iya" jawab Alvan


" Brengsek... Apa kau sengaja melakukan itu untuk membatalkan perjodohan mu, kau ingin memanfaatkan Clara haah..." Marah Arion menarik kerah baju Alvan


" Bukankah kau menyukai Arsya kenapa kau juga terlihat peduli sekali dengan Clara" ujar Alvan sengit


" Hei hei sudahlah jangan berantem, kalo mau saling pukul aja, aku mendukung kalian" seru Kenan mengacungkan sebelah tangan nya untuk memberi semangat.


Plak


" Dasar bodoh bukan nya melerai mereka kau malah menyuruh mereka saling pukul" seru Ivan memukul kepala Kenan


" Ya kan aku sebagai teman yang baik untuk mereka harus selalu mendukung mereka dalam keadaan suka dan duka" ucap Kenan sok iya


" Sudahlah, jika kau sungguh menyukai Clara kejar dia, tapi jika kau hanya berniat memanfaatkan nya saja, aku orang pertama yang akan memukuli mu" ucap Arion melepaskan tangan nya dan menepuk pundak Alvan


" Siapa juga yang menyukai gadis aneh itu" ujar Alvan memalingkan wajah nya yang sudah memerah.


" Kau bisa menipu diri mu sendiri tapi tidak dengan kita kawan, kau tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya kepada seorang gadis, hanya dengan Clara kau terlihat nyaman menunjukkan sifat dan sikap asli mu itu" ejek Arion

__ADS_1


" Benar kata Rion meski kau selalu tersenyum saat ada wanita yang menyapa mu tapi senyum itu selalu dipaksakan, berbeda saat bersama dengan gadis itu kau tersenyum dengan tulus bahkan tertawa dengan lepas, lalu apa artinya itu jika kau tidak menyukai nya" ujar Ivan ikut mengejek


" Maling teriak maling, kalo suka bilang aja suka gak usah sok sok bilang tidak suka, di rebut orang baru tahu rasa!" seru Kenan memanasi


" Oh bukankah Darel juga menyukai Clara, rel kau ternyata masih punya kesempatan, Alvan seperti nya tidak menyukai Clara" ejek Ezio juga


" Bilang suka aja susah amat sih" ujar Ivan


" Lain di hati lain di mulut" seru Kenan


" A-apa maksud kalian, sudahlah hentikan" seru Alvan membanting tubuh nya ke sofa dan menutupi kepala nya dengan bantal


" Hahahaha...." Mereka tertawa melihat tingkah Alvan


" Udah tahu suka masih aja gengsi, tuh makan gengsi" seru Kenan tidak mau berhenti


" Berisik" kesal Alvan


" dibandingkan membahas aku dan cewek aneh itu, mending kalian membahas Duo prince es yang berhasil di luluhkan oleh satu gadis yang sama!" sindir Alvan pada Arion, membuat semua perhatian kembali terfokus pada Arion.


" apa yang kalian lihat, mau ku pukul" seru Arion ngegas


krieet


Aksa baru saja masuk namun suasana tiba-tiba langsung berubah hening, ruangan itu tiba-tiba terasa sangat dingin.


Arion dan Aksa saling menatap tajam satu sama lain, mereka seperti akan saling memangsa satu sama lain.


" Kenapa suasana tiba-tiba berubah sangat dingin ya" bisik Darel pada Ezio dan Kenan


" Kedua beruang kutub sedang menunjukan taring mereka masing-masing" seru Kenan


" Zi seperti nya kau tidak memiliki kesempatan untuk memiliki Arsya" bisik Darel


" Apaaa!!! Ezio juga menyukai Arsya" teriak Kenan


Membuat Darel dan Ezio segera menutup mulut nya.


Mendengar itu Arion dan Aksa beralih menatap Ezio dengan tajam


" sialan kau rel, urus saja urusan percintaan mu dengan Clara. mengapa kau malah membahas itu" bisik Ezio pada Darel dengan kesal. di bawah tatapan tajam dari Aksa dan Arion membuat Ezio diam tak berkutik.


" Hehe... Itu aku hanya kagum pada Arsya, bukan menyukai nya kok... Sungguh!" Ezio menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal, ia juga terlihat bersungguh sungguh mengatakan nya dan memperlihatkan dua jari yang berbentuk V pada kedua beruang kutub itu.


" Dia bohong tuh, tadi aja dia mengatakan kalo Arsya itu mengagumkan, pintar, dan hmmmm……" Ezio segera membungkam mulut Kenan, enak saja dia mengatakan kebohongan yang begitu besar, ini sama saja dia sedang mendorong nya ke dalam jurang.


Dasar teman lacnat!


Arion kembali menatap hanya pada Aksa begitu pun Aksa. Kedua nya tidak lagi mempedulikan Ezio lagipula, pria itu tidak ada apa-apa nya dengan salah satu dari mereka.


sungguh kepercayaan diri yang tinggi!


" Jika perkataan mu itu serius maka buktikanlah dengan tulus, jangan sampai aku melihat mu membuat nya menangis, jika sampai itu terjadi kau akan langsung berhadapan dengan ku" ujar Arion penuh penekanan sebelum pergi keluar.

__ADS_1


__ADS_2