
***
Dokter Alana dan Aksa berada di luar ruangan tempat Arsya berada.
" Apa dia baik-baik saja dokter?" Tanya Aksa dingin tapi mata nya menyiratkan betapa cemas nya dia.
" Dokter bagaimana keadaan Arsya, dia tidak apa bukan?" Sebelum dokter Alana menjawab Arion datang dan bertanya terlebih dahulu.
" Kalian?"
" Kami teman nya Arsya dokter" jawab Heera cepat
" Baiklah, saya akan menjawab nya, kalian tenang saja nona Arsya baik-baik saja untuk sekarang, namun apakah dia memiliki trauma akan sesuatu?" Tanya dokter dengan serius.
" Benar, dia memiliki suatu trauma akan sesuatu, apakah ada masalah dengan trauma nya?" Tanya Arion ikut serius.
" nona Arsya memiliki trauma yang di sebut past trauma, trauma ini ialah trauma yang diakibatkan oleh kejadian di masa lalu. Bisa berupa kecelakaan, kekerasan oleh keluarga, anggota keluarga yang meninggal, atau jika melihat sesuatu yang tidak bisa ia terima. Beberapa kejadian tersebut dapat menyebabkan trauma, biasa nya dikarenakan usia yang terlalu dini pada saat mengalami nya. Seseorang yang mengalami past trauma akan mengalami ketakutan jika beberapa hal tersebut dapat terjadi di masa depan nya."
" Trauma yang di alami nona Arsya cukup parah dari hasil pemeriksaan ku dia mengalami amnesia singkat, dan saat ingatan tentang trauma nya ada yang memicu akan membuat dia mengalami rasa sakit yang sangat menyiksa, jadi tolong selalu perhatikan dia jangan sampai ada sesuatu yang memicu trauma nya" jelas dokter Alana
" Aku mengerti dokter" seru Arion
" Dokter! apakah Arsya akan dalam bahaya jika dia sampai mengingat ingatan nya yang hilang?" Tanya Aksa
" Sebenarnya lebih baik dia mengingat semua kenangan nya kembali dan menghilangkan trauma yang di miliki nya itu, namun akan berbahaya juga jika pasien memaksakan diri untuk mengingat nya, jadi tetap awasi saja untuk sementara waktu, baiklah ini resep obat pasien kalian bisa menebusnya nanti, biarkan pasien beristirahat... Saya permisi"
" Terima kasih dokter.."
" Maaf kak ini salah ku" ucap Heera tiba-tiba, jika saja dia tidak membahas kejadian itu hal ini tidak akan terjadi pada Arsya.
" Tidak apa ini sudah terjadi, namun lain kali ingat jangan ceroboh Arsya sangat sensitif terhadap sesuatu sekecil apapun" ujar Arion
" Baik kak..."
Dokter Deswita yang sedari tadi berada di sana sangat terkejut ternyata kedua orang yang ia rendahkan memiliki hubungan dekat dengan para tuan muda keluarga bangsawan utama, kare tidak ingin terjadi masalah sehingga ia diam diam pergi dari sana.
__ADS_1
" Tunggu!" Cegah Heera
" Iya nona ada yang bisa saya bantu?" Ucap dokter Deswita gugup
" Bukankah tadi kau mengatakan sesuatu dokter" ucap Heera dingin
" Itu, saya salah nona. Saya kira gadis itu hanyalah gadis miskin, saya tidak tahu jika dia memiliki hubungan dengan tuan muda Lawrence, saya..."
" Memang nya jika dia hanya gadis biasa kau berhak menghina nya dan mengabaikan dia, sebagai dokter kau tidak pantas memiliki gelar dokter, kau hanya akan mempermalukan gelar seorang dokter saja. Bahkan bukan hanya Arsya kau juga menghina Aksa bukankah dengan kelakuan mu ini kau sangat tidak pantas menjadi dokter" ucap Heera pedas
" Memang nya siapa kau yang menentukan pantas tidak nya dia menjadi dokter! Kau bahkan hanya gadis miskin yang menggoda tunangan orang lain, apa sebutan yang pantas untuk wanita seperti itu, ah iya mungkin wanita penggoda sebutan yang pantas untuk mu!" Ucap seseorang dari belakang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Elma.
" Nona Elma lama tidak bertemu, namun ternyata kau tidak juga belajar dari masa lalu..." Ucap Heera tersenyum sinis
" Apa maksud mu!"
" Nona Elma yang terhormat bagaimana kau mengatakan aku merebut tunangan mu, jika pria yang kau sebut tunangan mu sendiri tidak ingin mengakui nya, sstt... Bukankah kau sangat menyedihkan, sayang sekali di mata tunangan mu itu, kau tidak lebih dari wanita yang di jodohkan keluarga nya untuk nya, namun menerima atau tidak nya adalah keputusan nya sendiri, bukan begitu Alvan" Heera tertawa kecil dan mengatakan nya dengan nada yang begitu menyedihkan.
" Benar, ayah dan ibu ku membebaskan aku untuk menerima pertunangan ini atau tidak, dan aku sudah mengatakan pada mereka aku sama sekali tidak tertarik dengan pertunangan konyol seperti itu" ucap Alvan acuh
" Kau... Awas saja akan ku balas kau nanti!" Seru Elma dan segera pergi dari sana.
Aksa dan Arion sudah menghilang dan masuk kedalam ruangan Arsya setelah kepergian dokter Alana tanpa mempedulikan perdebatan Heera dan Elma.
***
Di dalam ruangan
Aksa dan Arion hanya diam dan melihat Arsya yang terbaring.
" Apa yang yang terjadi dengan nya?" Tanya Aksa memecah keheningan
" Bukankah kau sudah mendengarnya" jawab Arion acuh
" Arion kau sendiri mengerti apa maksud perkataan ku!" Seru Aksa dingin
__ADS_1
" hah.... baiklah aku akan mengatakan nya, Saat kecil Arsya pernah di culik bersama Clara, entah apa yang terjadi dengan mereka berdua Arsya di temukan polisi dengan tubuh yang bersimbah darah, setelah ia bangun dari koma nya dia tidak mengingat semua kejadian penculikan itu dan semua nya sama seperti yang dokter jelaskan, saat ada seseorang yang mengungkit tentang itu Arsya akan bereaksi tidak seperti biasa nya" jelas Arion dengan ekspresi serius.
" Lalu bagaimana kau dapat mengetahui nya, apa hubungan kalian?" Tanya Aksa curiga, ia yang sedari tadi menatap Arsya berubah menjadi menatap Arion dengan tajam.
" Itu karena aku..."
" Aku juga terlibat dalam tragedi itu, dan aku juga yang menceritakan semua nya pada kak Rion, benar bukan kak!" Seru Heera segera menyela perbincangan mereka berdua
" Hmm.."
Meski Aksa masih curiga tapi dia juga tidak ada alasan untuk mencurigai Arion, jadi ia menyingkirkan kecurigaan nya terlebih dahulu yang harus ia pikirkan sekarang kondisi Arsya.
" Pantas saja dia tidak mengingat ku" batin Aksa sambil menatap Arsya dengan intens
" Namun aku begitu heran dengan reaksi Ara hari ini!" Ucap Heera tiba-tiba
" Memang nya ada apa dengan Arsya?" Tanya Arion kembali serius
" Kak Rion tentu melihat nya sendiri Aksa dapat menenangkan rasa trauma yang di alami Ara, sebelumnya kita hanya bisa menggunakan obat penenang agar Ara tidak menggila, seperti nya Aksa telah menjadi obat penenang alami bagi Ara" seru Heera mencoba menebak nya.
" Tidak itu mungkin hanya kebetulan saja" ucap Arion acuh
" Sebegitu cemburu nya kau dengan Aksa Yon, ekspresi mu itu terlihat sangat lucu hahaha.." seru Kenan membuat rusuh
Bukan hanya Heera namun Alvan dan yang lain nya juga ikut masuk, mendengar percakapan mereka Alvan dan Valencia lah yang merasa cemburu karena Arion terlihat begitu dekat dengan Heera.
Valencia hanya dapat menekan rasa iri nya melihat Heera maupun Arsya yang begitu diperhatikan oleh Arion.
" Diam!" Sekali ucapan dari Aksa membuat ruangan itu menjadi hening
" Kak biarkan aku yang mengambil obat Ara" seru Heera menawarkan diri.
" Baiklah, ambil ini" Arion memberikan resep dokter pada Heera
" Tunggu! aku ikut dengan mu" seru Alvan segera berlari menyusul Heera.
__ADS_1