Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
88. Nyonya Besar Evans


__ADS_3

" Ada apa anda memanggil ku?"


" Nyonya besar Evans yang ingin bertemu dengan mu" jawab nya dengan acuh tapi begitu sopan saat memandang pada wanita tua itu.


Benar kan dugaan nya, pria ini tidak begitu saja memanggil nya kemari.


" Elma apakah benar gadis ini yang telah menggoda cucu kesayangan ku?" Tanya wanita tua itu pada Elma tatapan nya terlihat sedang menyelidik pada nya.


" Ada apa kalian memanggil ku?" Heera mencoba untuk tetap sabar ia pikir apapun yang terjadi wanita itu sudah tua jadi lebih baik tetap menjaga kesopanan.


" Saya akan langsung saja pada inti nya, tinggalkan cucu ku dan kau bisa menuliskan nominal berapa pun yang kau inginkan di sini" wanita tua itu menyodorkan sebuah cek yang belum ada nominal nya pada Heera, setiap perkataan nya begitu lugas dan tegas.


Heera sendiri bahkan tidak melirik cek tersebut, ia langsung duduk di hadapan kedua wanita itu tanpa menunggu mereka mempersilahkan nya untuk duduk.


Untuk beberapa saat suasana menjadi hening, Heera sedikit melirik cek tersebut juga melirik wanita tua di hadapan nya.


" Nyonya besar Evans? keluarga Evans ternyata! Keluarga Evans memang sangat kaya, beberapa miliar mungkin bukan apa-apa di mata anda nyonya, tapi tidak di mata orang-orang yang sangat membutuhkan di luaran sana, dari pada memberikan cek ini pada ku, lebih baik nyonya memperbanyak memberi pada orang yang membutuhkan" ujar Heera dengan tersenyum manis seakan apa yang ia katakan bukan apa-apa.


Brak


Dengan kasar wanita tua itu memukul meja sampai suara gebrakan meja nya terdengar sangat nyaring.


" Kau gadis tengik, aku tidak peduli siapapun yang akan kau goda tapi sebaiknya kau jauhi cucu ku atau kau akan sangat menderita."


Tanpa menunggu perkataan nya lagi Heera langsung berdiri dan melenggang pergi.


" Hei tunggu! Mau kemana kau kita belum selesai bicara, sebaiknya kau ambil cek ini dan tinggalkan Alvan cucu ku, kau tidak pantas untuk nya!"

__ADS_1


Heera berhenti melangkah ia pun berkata, " jika soal pantas atau tidak nya itu Alvan sendiri yang memutuskan. Namun kau benar keluarga ku memang tidak sebanding dengan keluarga Evans, hanya saja kau salah nyonya jika berpikir Elma pantas untuk Alvan. Keluarga ku masih belum bisa di bandingkan dengan keluarga Evans tapi tidak untuk keluarga kecil milik nona Elma"


Jawaban Heera terdengar ambigu tapi mereka tidak terlalu memperhatikan nya, Heera sendiri langsung pergi dari ruangan itu setelah mengatakan beberapa kalimat tersebut, ia meninggalkan ketiga orang yang menyimpan tanda tanya besar di benak nya.


" Hiks... Dia benar aku memang tidak pantas untuk Alvan, Alvan begitu sempurna sedangkan aku..." Elma terlihat begitu menyedihkan membuat nyonya besar Evans yang melihat nya merasa kasihan dan membuat nya semakin tidak menyukai Heera.


" Sayang jangan berkata begitu, ini semua salah gadis liar itu, dia telah menggunakan ilmu hitam untuk menarik perhatian Alvan, nenek akan menasehati Alvan untuk menjauhi gadis itu nanti" ujar nya dengan lembut sangat berbeda dengan ekspresi nya sebelumnya.


" Aku tahu nenek sangat baik pada ku." Elma memeluk nyonya besar Evans dengan erat tapi saat berbalik ia tersenyum senang tanpa sepengetahuan nyonya besar Evans.


***


Drrtt drrtt


Handphone Heera terus berbunyi tapi sama sekali tidak di tanggapi oleh pemilik nya, karena terus berbunyi dengan kesal ia pun mengangkat telpon nya dan memarahi si penelpon tanpa menunggu orang itu berbicara lebih dulu.


" Hey mengapa kau yang marah pada ku, harus nya aku yang emosi, aku sudah menunggu mu selama satu jam lama nya tapi kau belum juga datang. Gadis aneh, kau tidak menjadi gila gara-gara terlalu sering bermain senjata kan!"


" Kau yang gila, keluarga mu itu yang gila... Siapa juga yang mau bersama cowok mesum seperti mu."


Tut Tut


Heera mematikan telepon nya begitu saja, tanpa menunggu tanggapan dari lawan bicara nya.


" Ada apa dengan Clara, dia mematikan telepon ku begitu saja. Dia seperti nya sangat marah, tapi apa yang membuat nya marah?" Gumam Alvan.


Alvan dan Heera telah memiliki janji, tapi karena Heera lebih dulu bertemu dengan nenek Alvan dan membuat nya sangat marah, di banding melampiaskan emosi nya itu pada Alvan jika mereka nanti bertemu lebih baik ia pergi ke tempat lain, pikir nya.

__ADS_1


Namun perubahan situasi ini membuat nya bingung, lagi pula dia tidak tahu apa-apa soal ini.


" Cih dia pikir hanya karena dia dari keluarga Evans, keluarga Nixon tidak sebanding begitu."


Hallo nona kau sendiri yang menutupi identitas mu, dia mana tahu kau itu siapa dan dari keluarga apa jika kau tidak memberitahu nya. Namun entah karena marah atau memang tidak peduli apa identitas nya terungkap atau tidak, ia hanya ingin melampiaskan kekesalan nya nya saja saat ini.


" Jika bukan karena dia sudah tua, sudah sedari tadi wajah nya itu ku tampar!"


" Dan apa-apaan wajah polos si Elma-elma itu udah kayak nenek lampir aja, iihh jika aku cowok aku sih juga ogah sama muka keriput make up tebal modelan kayak badut sirkus begitu..."


" Hari ini sungguh hari tersial untuk ku, apa mereka pikir harga diri ku bisa di beli begitu saja.."


Heera berhenti berjalan " tapi seharusnya aku mengambil cek itu, lalu aku menulis nominal yang akan membuat nenek tua itu tidak bisa berkutik, biarkan saja agar keluarga itu bangkrut. Tapi jika aku melakukan itu yang ada papa langsung datang dan mengomeli ku...."


" Huh.. ini semua salah Alvan si bodoh itu"


Sepanjang jalan Heera terus menggerutu, ia mengatakan apapun yang ada di pikiran nya sekarang, dan entah akan kemana tujuan nya ini.


Di lain tempat Alvan masih kebingungan dengan sikap Heera yang tiba-tiba saja berubah.


" Bagaimana pun aku berpikir, aku tidak tahu apa yang membuat gadis itu semarah itu." Gumam Alvan.


Saat perjalanan nya ia tanpa sengaja mendengar percakapan orang-orang yang sedang menggosipkan keburukan Heera dan semua itu di lakukan oleh sahabat dekat nya sendiri Arsya.


" Jadi ini yang membuat Clara begitu marah, tentu saja dia akan marah jika tahu sahabat yang paling di percayai nya ternyata mengkhianati kepercayaan nya. Aku yakin Clara tidak seperti itu, ini semua pasti Arsya melebih-lebihkan nya" gumam nya yang berpikir Arsya lah pelaku dari semua ini.


" Aku harus menemui Arsya."

__ADS_1


__ADS_2