Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
76. Nona Azura Dan Tuan Vincent


__ADS_3

***


Di sebuah ruangan dengan dinding berwarna abu, dekorasi yang begitu elegan dan mewah telah ada dua orang yang sedang berbincang, satu orang pria berusia 30 tahunan, dan seorang pemuda berusia 20 tahunan. Namun sebuah ketukan menghentikan perbincangan keduanya.


" Masuk."


" Bukankah sudah ku bilang jangan menganggu saat ada tamu penting!" Ucap pria itu menatap tajam pelayan yang baru saja masuk.


" Maaf tuan. Ada seorang gadis yang mencari anda, dia... Sedang mencari suatu informasi" jawab nya sedikit ragu.


" Informasi apa yang dia butuhkan?"


" Informasi tingkat tinggi. Dia adalah gadis yang telah menawar batang pohon Willow abadi"


" Katakan pada nya untuk menunggu sebentar.."


Sebelum pria itu melanjutkan ucapan nya, pemuda yang sedang duduk santai itu terlebih dahulu menyela." Biarkan dia masuk!"


" Jika tuan muda telah berbicara, cepat biarkan nona itu masuk!"


" Baik."


Pria itu mengernyitkan alis nya sebentar, ekspresi nya kembali tenang saat menatap pemuda di depan nya. Dia hanya merasa sangat bingung sejak kapan tuan nya ini membiarkan orang lain masuk saat ada diri nya di dalam.


Dia cukup mengenal tuan nya ini, tuan nya adalah orang yang dingin, kejam dan tidak berbelas kasih, dia juga orang yang sangat sulit di dekati.


Semua orang selalu berpikir pemilik pasar gelap dan klub malam ini adalah diri nya, orang-orang yang telah mengenal nya akan bersikap sopan dan hormat saat bertemu dengan nya, karena mereka tahu seberapa besar nya kekuasaan pemilik pasar gelap itu di pulau terbang. Namun tidak ada yang tahu sebenarnya pemilik asli dan orang di balik pasar gelap adalah seorang pemuda berusia 20 tahunan, tapi meski dia hanyalah seorang pemuda ia sama sekali tidak berani memprovokasi nya, dia sangat tahu seberapa kejam nya pemuda yang ada di depan nya ini. Yang melihat penampilan luar pemuda itu tidak akan pernah menyangka di balik sikap tenang nya tersembunyi kekejaman yang sangat mengerikan.


" Tuan, apakah anda mengenal nona itu..." Tanya nya gugup takut-takut membuat tuan nya marah karena pertanyaan nya itu.


" Jaga sikap mu saat dia masuk" dia tidak menjawab atau memang tidak berniat menjawab nya, tapi perkataan nya jelas merupakan peringatan untuk pria itu.


Tidak lama pintu di buka dari luar terlihat dua orang yang masuk ke dalam satu orang pelayan dan satu orang gadis yang kecantikan nya tidak bisa di gambarkan melalui kata-kata.

__ADS_1


" Kau bisa pergi!" Ucap pria itu pada pelayan yang membawa gadis itu.


" Baik tuan."


" Nona silahkan duduk" ucap nya


Gadis itu adalah Arsya dia tidak lagi menggunakan topeng rubah nya, sehingga kecantikan nya dapat terlihat oleh yang lain, kecantikan nya begitu luar biasa, membuat siapapun yang melihat nya tidak bisa mengalihkan pandangan nya.


" Tuan..."


" Nona bisa memanggil saya Tyson, nona adalah..."


" Tuan Tyson salam kenal, panggil saya Azura saja" ucap Arsya sopan meski sikap nya masih terlihat kaku.


" Azura nama yang cantik" ucap seorang pemuda yang membuat Arsya mengalihkan tatapan nya pada orang di samping nya.


Posisi Arsya tadi membelakangi pemuda itu sehingga tidak tahu di sana ada orang lain selain dia dan Tyson, saat orang itu berbalik menatap nya terdapat sebuah kejutan dari mata nya.


" Cih, dasar narsis. Untuk apa tuan di tempat ini? Seperti nya tuan di sini ingin mencari seorang gadis cantik yang mudah tertipu" Tanya Arsya to the point, tidak lupa ia juga tersenyum sinis pada pemuda itu.


" seperti nya nona Azura telah salah paham terhadap ku!" Ucap nya tersenyum tipis.


" Ekhem... Apakah nona mengenal tuan muda Vincent?" Tanya Tyson sedikit mengernyitkan alis nya, dia sangat terkejut melihat ada seorang gadis yang dapat berbicara bahkan mendekati tuan nya, selama ini ia belum pernah melihat tuan nya membiarkan seorang gadis mendekati nya meski lima centi saja hal tidak pernah ada. Sekarang gadis ini bukan hanya baik-baik saja setelah mengejek tuan nya, melainkan tuan nya sendiri terlihat begitu menikmati mengobrol dengan nya.


Apa yang sebenarnya telah terjadi!


Apakah matahari telah terbit dari barat.


" Tidak"


" Iya"


Kedua nya menjawab dengan bersamaan, Arsya menjawab tidak dan pemuda itu menjawab iya. Tentu saja pemuda itu adalah Aksa, siapa yang menyangka ia akan bertemu dengan gadis nya ini saat sedang berada di sini.

__ADS_1


Namun beberapa pertanyaan juga muncul di benak nya.


Bagaimana gadis ini bisa berada di tempat ini?


Arsya memiliki kartu anggota perak yang artinya dia adalah salah satu anggota yang penting, lalu siapa dia sampai bisa memiliki kartu VIP itu.


Tidak sembarang orang dapat memiliki kartu keanggotaan dari pasar gelap apa lagi kartu itu kartu anggota perak yang artinya gadis ini salah satu tamu penting dari banyak nya tamu.


" Tuan Tyson aku ingin menanyakan beberapa hal pada mu, tapi bisakah dia keluar terlebih dahulu. Bukankah lebih baik kita membahas bisnis ini berdua saja" ucap Arsya sambil melirik Aksa sinis dengan ujung mata nya.


" Maafkan saya nona, saya tidak bisa melakukan itu. Seharusnya waktu saya sekarang untuk tuan muda Vincent, tapi tuan muda lah yang mengijinkan anda untuk masuk, bukan saya. Saya adalah orang yang sangat menghargai dan menghormati keputusan pelanggan!" Jelas nya segera agar tidak membuat Arsya salah paham.


" Nona Azura tenang saja, aku akan menjaga rahasia nona dengan baik" ucap Aksa tiba-tiba sambil menatap Arsya tersenyum.


Tyson yang melihat tuan nya tersenyum dengan begitu lebar membuat nya amat sangat terkejut. Ini pertama kali nya dia melihat tuan muda Vincent yang sangat dingin bisa tersenyum pada seorang wanita. senyuman nya itupun terlihat sangat tulus dibandingkan senyuman nya saat sedang membunuh, bahkan saat bertemu orang tuan nya tidak pernah tersenyum.


" Baiklah, aku tidak akan berbasa-basi lagi. Tuan Tyson apakah kau bisa mencarikan ku sebuah informasi tertentu!"


" Informasi apa yang anda butuhkan nona?"


" Semua informasi yang terjadi di pulau terbang ini selama dua tahun terakhir. Serta sebuah informasi tentang organisasi tersembunyi..." Ucap Arsya sedikit ragu, sebenarnya dia bisa saja mencari nya sendiri atau meminta anak buah nya, hanya saja pulau terbang ini sangat sulit untuk di telusuri, satu-satu nya cara adalah meminta bantuan dari sebuah pihak pengumpul informasi yang memang sangat rahasia juga sangat terpercaya yang ada di pulau terbang tersebut.


Tyson menatap Aksa sejenak, setelah Aksa menganggukkan kepala nya pelan dia pun menatap Arsya dengan serius dan menyanggupi permintaan nya.


" Kebetulan sekali apa yang sedang anda cari juga sedang di cari tuan muda Vincent, jadi saya sudah memiliki semua informasi yang anda miliki, silahkan anda melihat nya nona!" Ujar Tyson menyerahkan setumpuk berkas pada Arsya.


Arsya sedikit mengernyit heran mengapa Aksa mencari informasi seperti ini, namun dia juga tidak berniat untuk bertanya, bukan urusan nya juga.


Arsya mengambil berkas-berkas itu dan membacanya dengan serius, lembar demi lembar yang ia bawa membuat ekspresi wajah nya semakin serius.


Melihat wajah Arsya yang begitu serius Aksa pun mengambil berkas-berkas itu dan ikut membacanya, Arsya sama sekali tidak menghentikan nya lagi pula sejak awal dokumen tersebut memang milik pria itu, anggap saja tadi dia sedang meminjam nya sebentar.


Berbeda dengan Arsya, ekspresi wajah Aksa tidak ada yang berubah masih tetap tenang dan acuh, tapi entah apa yang ada di benak nya itu sekarang.

__ADS_1


__ADS_2