
***
Di tempat Arsya berada
Arsya, Heera dan teman-teman nya sedang mengobrol dan bercanda bersama.
" Arsya menurut mu apakah akan ada murid Phoenix Class yang akan memilih kita?" Tanya Keysa cemas
" Meski ada yang akan memilih kita, jika kalian tidak menyukai nya jangan menjadi rekan nya" jawab Arsya acuh dan peduli
" Tapi jika itu kita lakukan bukankah kita akan kesulitan, lagi pula mendapatkan orang yang kita inginkan menjadi rekan itu sangat sulit, ada yang memilih ku saja, aku sudah sangat bersyukur..." Ucap Keysa.
" Melakukan setiap pekerjaan harus dengan hati, lebih baik menyesal telah melakukan nya dibandingkan menyesal karena tidak pernah melakukan nya" ucap Arsya dengan sabar menjawab setiap pertanyaan Keysa.
" Apa yang Ara katakan itu benar sekali, jangan cemas ada kami disini!" Ucap Heera sambil merangkul pundak Arsya.
" Benar, kita tidak bisa di tindas. Bukan begitu!" Seru Valencia yang di setujui oleh Elvira, Naura dan Kyra.
" ekhem tapi seperti nya rombongan kak Aksa selalu melihat kemari!" Goda Kyra sambil menatap Arsya.
" Tidak perlu aneh begitu, bukankah yang dia cari memang ada disini, bukan begitu Ara" ucap Heera menaikkan sebelah alis nya untuk menggoda Arsya.
" Akhir-akhir ini seperti nya ada seseorang yang terlihat begitu dekat dengan tuan muda Alvan." Sindir Arsya yang langsung membuat Heera terdiam tak berkutik.
" Eh, lihat kedua gadis itu begitu berani mendekati kak Rion dan teman-teman nya!" Seru Heera segera mengalihkan pembicaraan, dimana mereka melihat dua orang gadis yang mencoba mendekati Aksa dan teman-teman nya
Arsya hanya dengan malas melihat ke tempat di mana kakak nya berada, di sana memang terdapat dua orang gadis yang mendekati tempat mereka, dan seperti nya kedua gadis itu tidak di sambut dengan baik oleh five prince tersebut. Itu semua dapat di lihat dari ekspresi wajah kedua gadis yang berbeda dari awal mereka datang, sekarang terlihat malu dan kesal itulah ekspresi yang dapat Arsya lihat.
" Seperti nya kedua gadis itu tidak di terima oleh mereka!" Seru Elvira
" Benar, namun gadis itu begitu berani mendekati mereka.." ucap Kyra acuh
__ADS_1
" Itu karena setelah kita dekat dengan five prince banyak rumor yang beredar yang membuat para gadis semakin berani mendekati mereka. Mereka pikir sekarang kelima pemuda itu mudah di dekati, sungguh gadis yang naif!" Ucap Heera menyayangkan tindakan kedua gadis itu yang begitu berani.
" Lah emang nya ada rumor apa tentang kita!" Ucap Valencia bingung
" Emang nya kau tidak pernah mendengar nya?" Tanya Naura menatap Valencia heran, dia yang sedari tadi sedang diam dan mengagumi pria-pria yang ada di sana pun menjadi menatap Valencia dengan bingung. Yang di tanya malah menggelengkan kepala nya dengan polos.
" Aahhk... Pacar ku kemari.."
" Tidak dia akan mendekati ku!"
" Mereka itu suami ku!"
" Tampan nya Aksa"
" Arion tak kalah tampan dari Aksa!"
" Mereka mendekat, mereka mendekat!"
Baru saja Naura ingin berbicara, sebuah teriakan histeris mengalihkan perhatian nya dan teman-teman nya termasuk Arsya yang sedang melihat ke segerombolan pria yang telah membuat keributan.
Saat para murid perempuan mengharapkan agar kelima pria itu berhenti di salah satu dari mereka, mereka langsung kecewa saat melihat kelima pria idaman mereka ternyata berhenti bukan pada mereka.
Sekarang kelima pemuda itu sudah berhenti di hadapan tujuh orang gadis. Siapa lagi jika bukan Arsya dan kawan-kawan nya.
Aksa ingin berjalan mendekati Arsya lebih dulu, tapi tindakan nya di dahului oleh Arion yang sudah berada tepat di depan Arsya yang sedang menatap nya malas.
" Nona Arsya bagaimana dengan tawaran ku itu, bukankah sangat menarik?" Tanya Arion langsung to the point. Tentu saja pertanyaan Arion itu mengejutkan semua orang yang mendengarnya terutama Aksa.
Tawaran apa yang Arion maksud?
Apakah mereka berdua begitu dekat, pikir Aksa tangan nya sudah terkepal erat.
__ADS_1
" Jika kau ingin aku menjadi rekan mu, jawaban ku adalah tidak tertarik..." Ucap Arsya acuh tak acuh
" Namun jika kau meminta ku untuk memilihkan rekan yang cocok untuk mu, mungkin aku bisa membantu mu... Hanya saja tuan muda Arion jangan sampai melupakan janji nya" lanjut Arsya santai dan menaikkan sebelah alis nya untuk mengingatkan kakak nya ini untuk tidak melakukan hal yang aneh.
" Tentu saja aku tidak pernah berbohong. Dan jika nona memang bisa membantu ku, aku akan sangat berterimakasih" ucap Arion sambil mengedipkan sebelah mata nya untuk menggoda adik nya ini, dia juga tersenyum manis di hadapan Arsya.
" Drama di mulai!" Batin Heera memutar bola mata nya dengan malas.
Melihat itu banyak gadis yang menjerit histeris melihat senyuman Arion yang tak kalah langka nya dari Aksa.
" Tuan muda Arion ketampanan nya bertambah berkali-kali lipat saat dia tersenyum..."
" Mengapa kak Arion malah mendekati gadis kampungan itu sih..."
" Dasar ******.."
" Prince es begitu tampan membuat hati ku meleleh!"
" Baiklah kebetulan sekali aku memiliki kandidat yang sangat cocok untuk menjadi rekan tuan muda!" Seru Arsya, mendengar itu membuat Arion menaikkan sebelah alis nya penasaran siapa yang di pilih adik nya ini.
Arsya melihat ke samping nya dan berjalan menuju tempat dimana seorang gadis sedang berpura-pura sibuk dengan handphone nya. Arsya segera menarik tangan nya yang membuat gadis itu terkejut.
" Ah, Arsya kau mau membawa ku kemana?"
" Dia Valencia, dia sangat cocok jika menjadi rekan mu tuan muda" ucap Arsya memperkenalkan gadis yang dia bawa yang ternyata adalah Valencia.
Valencia sendiri menjadi gugup saat tahu Arsya membawa nya kehadapan Arion.
" Ku pikir kau akan menyarankan Clara untuk menjadi rekan ku, tapi ternyata orang lain yang kau sarankan pada ku!" Seru Arion yang juga tidak menyangka.
Arsya mendekatkan bibir nya ke telinga Arion, dan berbisik. " Jika aku menyarankan Heera, aku akan bingung siapa yang belajar dari siapa... Lagi pula ilmu beladiri nya tidak kalah hebat dari mu tuan muda, kau akan kesulitan jika Heera menjadi rekan mu"
__ADS_1
" Aku tidak bisa menyarankan Clara untuk menjadi rekan mu, karena dia sudah memutuskan untuk menjadi rekan tuan muda Alvan!" Ucap Arsya santai tanpa dosa, seakan yang ia katakan bukan masalah besar.
Memang bukan masalah besar untuk nya, tapi tidak untuk orang lain. Heera dan Alvan begitu terkejut mendengar ucapkan Arsya. Meski Alvan terlihat terkejut tapi hati nya begitu senang saat mengetahui ini, berbeda lagi dengan Heera yang sangat-sangat bingung dan tidak mengerti maksud perkataan Arsya, dia menatap Arsya tajam untuk memberikan nya penjelasan.