
Setelah setengah jam Arsya baru melepaskan setiap jarum yang menancap di dua tubuh gadis itu.
Setelah semua jarum di lepaskan dapat terlihat oleh mata telanjang kondisi Valencia dan satu gadis lain nya mulai perlahan membaik, meski belum sepenuhnya sembuh. Tapi perubahan drastis itu membuat guru nya terkejut dan menatap Arsya dengan mata berbinar seakan dia baru saja menemukan harta Karun paling berharga.
" Eugh.."
Valencia perlahan membuka mata nya, meski masih lemah tapi dia dapat melihat Arsya yang berdiri di samping nya.
" A-arsya.."
" Jangan di paksakan, tetap lah berbaring kondisi mu saat ini belum sepenuhnya pulih" seru Arsya membantu gadis itu kembali berbaring saat tadi dia ingin bangun.
" Saat ini kondisi mereka belum sepenuhnya pulih, aku membutuhkan beberapa bahan untuk membuat ramuan untuk penyakit mereka, tapi untuk beberapa hari ke depan nyawa mereka akan aman, hanya saja jangan berikan mereka makan atau minum atau kondisi mereka malah akan semakin memburuk." Arsya mengeluarkan beberapa ramuan dari saku ruang nya.
" Guru berikan ramuan ini setiap hari pada mereka di pagi hari satu kali, ramuan ini dapat menahan rasa haus dan lapar mereka juga akan menambah energi bagi tubuh mereka."
" Oke, apakah kamu membutuhkan bahan lain untuk membuat ramuan, guru akan mencarikan nya sebisa mungkin jika begitu."
" Tidak perlu, aku akan pergi mencari teman-teman ku untuk mencari tahu lebih dulu monster apa yang telah menyerang mereka. Jika aku membutuhkan bantuan pasti akan mengatakan nya pada guru."
" Baiklah, jika itu kemauan mu."
" Valencia, aku pamit dulu. Ingatlah untuk banyak beristirahat, tenang saja kakak bodoh ku itu kondisi nya aman atas bantuan mu" ucap nya yang kalimat terakhir ia ucapkan tepat di telinga gadis itu agar tidak ada yang mendengar nya.
****
Baru saja Arsya keluar ruangan di luar sudah ada Arion dan teman-teman nya yang menunggu.
" Arsya, coba kau lihat ini" seru Naura sambil memberikan sebuah buku pada nya.
Arsya yang kepala nya terasa pusing akibat efek samping dari menyerap energi hitam dari Valencia dan satu gadis lain untuk mengurangi kerusakan pada tubuh kedua gadis itu membuat nya harus menahan rasa pusing tersebut dan bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.
" Kami pergi ke perpustakaan dan menemukan buku ini, di sini terdapat gambar makhluk yang dulu menyerang kami." Ujar Elvira dengan serius.
Arsya pun membaca setiap kalimat yang ada di buku tersebut, dia sangat tercengang saat membaca nya.
" Makhluk Aprosopo plasma. Apa kalian yakin mahkluk ini yang telah menyerang kalian?"
" Benar kami yakin, makhluk itu tidak memiliki wajah dan tubuh nya berwarna hitam, energi nya terasa seperti elemen kegelapan tapi bercampur dengan energi membunuh yang sangat kental."
" Jika memang makhluk ini yang menyerang kalian ini bisa gawat, kita jangan bahas masalah ini di sini. Aku akan pergi mencari kepala academy untuk mencari solusi." Ujar Arsya serius.
__ADS_1
" Aku ikut." Seru Arion yang di angguki Arsya
" Elvira, Keysa tetap di sini dan temani Valencia. Jika terjadi sesuatu cepat kabari aku."
" Oke."
****
Tok tok tok
" Masuk."
Seorang pria paruh baya namun masih terlihat segar dan gagah sedang duduk sambil melihat-lihat dokumen di tangan nya.
" Oh kalian berdua, ada apa menemui ku?" Tanya nya yang menghentikan aktivitas nya lebih dulu.
" Kepala academy sebelumnya saya dan beberapa murid mengambil semua misi pembasmian monster di hutan yang berada di wilayah kekuasaan Davies. Namun di perjalanan pulang kami malah berhadapan dengan makhluk-makhluk aneh, mereka bentuk nya seperti manusia tapi bukan manusia. Dua teman kami terluka akibat serangan makhluk itu dan saat ini kondisi mereka masih berbaring." Ujar Arion menjelaskan secara singkat agar kepala academy dapat mengerti dengan jelas.
" Apakah para dokter masih belum dapat menyembuhkan mereka?"
" Bukan itu masalahnya sekarang." Sela Arsya.
" Apa ada yang serius?"
Semakin lama membaca buku tersebut semakin ekspresi kepala academy tidak enak di pandang.
" Mahkluk itu yang telah menyerang ku dan yang lain nya." Seru Arion
" ini.. Aprosopo plasma. Tidak mungkin, makhluk ini telah musnah setelah perang lima puluh tahun yang lalu bersama penyihir hitam."
" Saya sudah memeriksa kondisi mereka berdua yang terluka, dan luka nya sama dengan ciri-ciri yang buku itu sebutkan hanya saja itu terasa lebih lemah."
Arsya tidak tahu mengapa tapi perasaan nya sangat buruk dengan monster ini, seakan kemunculan makhluk ini akan membawa bencana bagi dunia ini.
" apa maksud mu mereka makhluk yang baru saja di ciptakan." Tebak kepala academy
" Ya, seperti nya ada seseorang yang menggunakan sihir terlarang untuk menciptakan mereka."
" Jika mereka masih lemah itu berarti murid-murid yang terluka apakah masih bisa di selamatkan?"
" Apa maksud anda kepala academy?" Tanya Arion bingung.
__ADS_1
" Di masa penyihir hitam menyerang manusia salah satu momok paling menakutkan saat itu adalah makhluk ini.. mereka bukan hanya kuat tapi siapapun yang terkena serangan nya hanya dapat bertahan satu hari setelah itu meninggal. Dulu meski mengerahkan seluruh tenaga tapi tidak ada yang mampu mengobati orang yang terkena serangan makhluk itu, bahkan meski ada, itu hanya dapat untuk mempertahankan hidup nya selama beberapa hari saja."
Deg
Mendengar penjelasan kepala academy tangan dan seluruh tubuh Arion gemetar, apalagi memikirkan kondisi Valencia sekarang, dia tidak ingin gadis itu sampai kenapa-kenapa, dia menyalahkan dirinya sendiri seharusnya dia yang terkena serangan itu.
" Kak, kau terlalu meremehkan Valencia. Tenang saja ketahanan tubuh nya tidak lemah." Ujar Arsya yang di angguki dengan lemah oleh Arion.
" Kepala academy apakah benar tidak ada satu pun cara untuk mengatasi masalah ini?" Tanya Arion penuh harap.
" Masih ada harapan pasti ada solusi" bukan kepala academy yang mengatakan nya melainkan Arsya.
" Apakah kamu menemukan solusi nya adik?"
" Ada satu ramuan yang dapat mengobati luka mereka berdua, hanya saja aku masih kekurangan dua bahan. Karena itu setelah dari sini aku akan langsung mencari bahan yang tersisa."
" Namun kepala academy kami kemari bukan hanya untuk mencari pengobatan untuk mereka yang terluka, melain ingin memberitahu anda, dan biarkan pihak academy menyelidiki lebih lanjut." Lanjut Arsya dengan ekspresi serius
" Serahkan hal itu pada ku, jika mereka ada dan berkembang hal itu bisa menjadi bom waktu untuk dunia ini... Namun jika boleh tahu obat apa yang akan mampu menangani luka yang makhluk itu sebabkan?" Tanya kepala academy dengan penasaran.
Seperti nya nona muda Lawrence sangat misterius..
Jika memang dia mengetahui resep obat untuk menangani masalah kali ini, berarti kemampuan medis nya sangat luar biasa. Bahkan dapat di lihat tuan muda Lawrence begitu mempercayai nya, meski mereka berhubungan saudara kandung tapi penyakit seseorang bukan lah sebuah candaan.
Sebenarnya Arion memang sangat mempercayai adik nya itu, jika dia bilang ada pasti ada. Adik nya tidak akan mengatakan omong kosong tanpa kepercayaan tinggi.
" elixir of the seven realms " jawab nya singkat
" Kepala academy pembahasan kita seperti nya sudah selesai, aku harap masalah ini segera kalian tangani."
Arion dan Arsya pun keluar dari ruangan kepala academy yang malah masih terlihat terdiam tanpa banyak bicara, bahkan tidak menyadari kepergian mereka.
" elixir of the seven realms adalah ramuan yang memiliki kesulitan tingkat tinggi untuk membuatnya, bukan hanya itu semua bahan yang diperlukan untuk membuat nya juga sangat berharga dan sulit untuk di dapatkan. Gadis itu bilang akan membuatnya, apakah dia dapat membuat ramuan itu" gumam nya
" Sarka keluarlah."
" Ya, tuan." Seorang pria berjubah hitam muncul dari kegelapan.
" Awasi gadis itu, jika dia dalam masalah bantu dia."
" Baik tuan."
__ADS_1
Untuk menemukan setiap bahan itu pasti tidak akan mudah dan bisa saja membahayakan nyawa gadis itu, bukan hanya karena dia adalah keturunan bangsawan utama tapi gadis itu adalah yang jenius dia tidak bisa membiarkan orang-orang jenius mati begitu saja.